new life new world

new life new world
memanen apa yang kamu tanam



Pintu kelas di buka guru wakil kelas ku, dan seketika itu yang terjadi ember yang berisi air itu pun jatuh di tangkap, airnya sempat jatuh sedikit tetapi itu masih sedikit. Dia berjalan menuju depan kelas.


Setelah itu aku masuk kelas dan berjalan naik menuju tempat duduk ku, suasana kelas hening pada menunduk melihat meja.


"Kenapa diam, cepat ngaku siapa yang melakukan ini" kata guru wali kelas ku.


Sebelum lanjut aku sempat lupa memperkenalkan nama guru wali kelas ku, ya sebenarnya aku juga lagi mikir nama yang tepat untuk guru wali kelas dan sekarang tau nama yang tepat. Nama guru wali kelas ku adalah tuan Jhon veber jadi mulai sekarang kita panggil saja tuan Jhon.


Semua siswa masih diam menunduk tuan Jhon menggedor meja *DOUR* "KOK DIAM, SIAPA?"


Semua masih diam dan seketika ada seseorang yang berdiri "maaf pak aku tau pelakunya pak"


"CEPAK KATAKAN JANGAN MINTA MAAF SEGALA" teriakan tuan Jhon.


"Pelakunya (menunjuk diri ku) Zeck Toon pelakunya pak"


Lah kok gue anjir, wah parah sumpah parah fitnah orang, punya dendam pribadi apa sih dengan gue aku aja tidak tau siapa nama lu parah parah, kita panggil saja dia iblis suka fitnah.


"JANGAN BERCANDA KAMU, ZECK SAJA TADI BARU SAMPAI" teriakan tuan Jhon.


"Dia pura-pura sampai pak, sebenarnya tadi dia abis pasang itu dan pergi lagi bawa tasnya biar di kira baru sampai" kata iblis suka fitnah.


"Apakah itu benar Zeck?" Tanya tuan Jhon.


Aku berdiri melirik ke arah iblis suka fitnah "kalo mau fitnah mikir dulu lah Anj**g, punya otak lah siapa yang mau kamu fitnah, maaf pak Kanya dia sendiri pelakunya bapak juga lihat tadi kan aku berhenti saat mau masuk kelas, Karena aku sudah tau pak kalo ada ember itu"


Tuan Jhon pun berjalan menghampiri iblis suka fitnah tiba-tiba.


*Peck* suara tamparan.


Iblis suka fitnah itu jatuh dan mengeluarkan air matanya "apa yang kamu lakukan kamu tidak tau aku anak siapa, akan aku laporkan kamu dengan kasus kekerasan pada siswa" kata iblis suka fitnah.


"Silakan saja kamu laporkan, sebenarnya aku sudah tau pelakunya dari awal kamu kira aku mengalami ini cuma sekali, DASAR BICAH CENGENG AKU SUDAH JADI GURU DI SINI 20 TAHUN" bentakan tuan Jhon.


"Guru kamu masih menyebut diri mu guru setelah menapar muridnya sendiri?, Akan aku adukan kamu ke BAPAK KU" kata iblis suka fitnah.


"Tadi sudah aku bilang silahkan, kamu emmm, oh ya ayah kamu adalah DPR ya, aku tidak takut silakan keluar dan laporkan aku ke bapak mu" kata tuan Jhon.


Iblis suka fitnah itu pun lari keluar kelas sambil mengais, dan tuan Jhon pun juga kembali kedepan kelas.


Tuan Jhon berbalik badan dan melanjutkan perkataannya "akan aku beri tahu lagi peraturannya, tidak peduli setatus kalian itu anak DPR atau anak menteri sekali pun status kalian disini sama semua, Tampa pengecualian, kami boleh menampar atau memukul murid mana pun kalo dia berbuat salah, meskipun ada tuntutan, tuntutan itu tidak berpengaruh terhadap sekolah ini sekolah ini negeri, tentu saja peraturan ini sudah setuju oleh presiden"


Tuan Jhon melirik iblis-iblis yang sering membully ku "kalian tau tujuan ku kesini, sebenarnya sekarang belum pelajaran ku tetapi aku dapat laporan dari para guru yang mengajar di kelas ini, kalo Zack Toon sering di bully"


Iblis yang sering membully ku terlihat pada Dian menunduk keluar keringat "sebelum aku lakukan kepada dia tadi lebih baik ngaku saja kalian yang sering membully Zeck Toon" kata tuan Jhon.


Awalnya tidak ada yang berdiri *DUOR* "cepat ngaku"


Satu demi satu yang sering membully ku pada berdiri "bagus tinggal 1 lagi (1 lagi berdiri) bagus Sekarang kalian ikut aku"


Tuan Jhon dan 15 siswa yang berdiri tadi ikut tuan Jhon, meskipun tuan Jhon sudah keluar ruangan keadaan kelas masih sunyi tanpa suara sampai guru pelajaran Jam pertama pun masuk kedalam kelas.


1 Minggu sudah berlalu dan kabar tentang iblis suka fitnah itu di keluarkan dari sekolah, lebih parahnya lagi ayahnya yang DPR juga di cabut oleh pemerintah, dan 15 iblis yang sering membully ku mendapatkan peringkat dan SP 1.


Sebelum lanjut kalian pasti bingung ini kok tiba-tiba ada DPR atau Mentri?, Sudah aku jelaskan tentang sistem negara Evil atau belum ya lupa aku.


Oke akan aku jelaskan negara Evil dulu ada bersistem kerajaan setelah Raja iblis mati tidak ada lagi pemimpin negara tetapi semua berubah saat senior ku yang lebih dulu terlahir di dunia ini.


Dia merubah sistem kerajaan menjadi presiden, tidak ada lagi turun menurun untuk memimpin negara melainkan di pilih oleh rakyat karena rasa iblis sudah tersiksa saat saat kalah perang.


Karena sistemnya menjadi presiden tentu saja ada DPR, menteri dan lain-lain. Aku tidak bisa menyebutkan libih dari itu nanti bisa dapat kartu kuning aku dari pihak novel toon. Sekarang paham kan oke lanjut cerita.


Semenjak itu aku sudah tidak dibully lagi, meskipun sudah tidak dibully rasanya makin sulit untuk mencari teman, sial ini mah namanya tidak ada yang berubah sama sekali, haa dah lah emang sudah takdir dari kehidupan ku dulu dan sekarang tidak punya teman.


Aku sekolah sudah berjalan selama 1 bulan dan akhirnya tiba saatnya pelajaran praktek, mantap seriusan mantap kalo yang namanya praktek tentu saja tidak ada pembelajaran. Hehehe sebenarnya aku mengantuk saat pelajaran ya karena aku seperti sudah tau semuanya.


Contohnya matematika aku yang dulu sudah pernah lulusan S2 disuruh mengerjakan soal kelas 3 SD siapa juga yang tidak bosan coba.


Aku berangkat dari asrama ku dan membawa senjata ku, coba tebak aku bawa apa, iyak betul aku membawa panah ku dan beberapa anak panah sebenarnya aku ingin membawa pistol saja tetapi akan terlihat aneh kalo aku membawa senjata yang belum pernah ada di Dunia ini.


Aku pergi ke lapangan bagian Utara untuk pelajaran praktek, BTW (anj*r jaman sekarang pake BTW) lapangan di sekolah ini ada 4 area ya seperti yang kalian dugaan semua nanah area lapangannya sesuai tempat arah mata angin lapangan timur, barat, selatan dan, Utar.


Pelajaran praktek belum di mulai tetapi semua teman sekelas ku sudah pada kumpul semua, ada yang pamer senjatanya mahal, ada juga yang sok-sok an pamer keahlian menggunakan senjatanya.


Di lain sisi aku....