new life new world

new life new world
kalau atau menang



"oke Fokus skill mata elang aktif" aku menarik anak panah ku dan aku sudah mengincar kepal beruang Ter sebut.


*Seup*


Anak panah ku pun di tangkap oleh beruang itu, kecepatannya sangat luar biasa mata ku tidak bisa melihat kecepatannya itu, dah cukup kalo dia adalah seekor beruang ini sudah jelas monster berlevel tinggi.


Beruang itu melompat sangat tinggi dan seketika di depan mata ku.


*Buk*


Beruang itu memukul kepala ku, aku terlontar jatuh ke sawah, dengan mata terbuka satu aku melihat beruang itu melompat lagi menghampiri ku.


"Elemen angin cabang ke 1, HEMBUSAN ANGIN"


hembusan angin ku tidak mempan kepadanya beruang itu masih melaju dan langsung memukul ku di bagian dada ku, aku terlontar jauh lebih jauh dan dan jatuh di atas batu.


"Ha, ha, eum uwek (mutah darah) kecepatan dan kekuatan yang luar biasa, sial ini gelap dan mata ku mulai rabun"


Aku mulai menyerang balik, aku menembakkan anak panah sebanyak dan secepat yang aku bisa "elemen angin cabang ke 1 hembusan angin, cabang ke 2 tebasan angin 100 kali"


Aku lakukan Serang yang aku bisa, ya sebenarnya aku hanya asal menyerang karena aku tidak tau beruang itu ada di mana.


*Buk... buk... BUk...*


Suara lompat beruang itu mulai terdengar jelas.


*BUK..."


Lagi-lagi beruang itu seketika berada di belakang ku.


"Skill refleks bertahan aktif"


Aku melompat dengan sendirinya untuk menghindari Serangan beruang.


"Elemen tanah cabang ke 9 PUKULAN BESI"


Pukulan ku mengenai kepala beruang dan beruang itu Terjatuh, meskipun dia lagi terjatuh aku memilih untuk menjauhinya dangan teknik terbang aku pun bersembunyi di atas pohon yang ada di tengah sawah.


"Untung aku dulu memilih skill ini kali tidak punya skill ini aku pasti kena pukulan beruang itu lagi, tapi sebagian gantinya hanya sekali mengunakan skill mana ku berkurang cukup banyak, mungkin untuk skill ini akan ku gunakan 1 atau 2 kali dalam sehari"


Aku mulai memilih kan tubuh ku dengan skill regenerasi, aku juga memeriksa sisa anak panah ku dan ternyata anak panah ku tinggal 5 tau gini aku membawa banyak anak panah.


"Gimana sekarang?, Pulang Yap lebih baik pulang saja lah dari pada mati konyol di sini"


Saat aku sudah pulih aku bersiap untuk terbang, aku melaju sangat cepat menuju rumah saat dalam perjalanan aku melihat ada wanita dengan baju sobek-sobek sedang mengemis di depan pintu rumah penjual sayur, penjual sayur itu menendang-nendang wanita tersebut.


Aku mendarat 10 meter dari toko rumah sayur , " stoppp.... "


"Oh bocah tadi siang, apa yang kamu lakukan di tengah malam gini?" Tanya penjual sayur.


"Oh aku cuma ingin mencari udara segar" jawaban ku


Aku pun bertanya "siapa wanita itu?".


"Aku sudah tau sih tapi aku kira wanita itu adalah selingkuhannya om, yang lagi lagi minta penjelasan dari om" kata ku


"Oh tidak-tidak dia beneran pengemis, heh, WOJ NAK DARI MANA KAMU BELAJAR TENTANG PERSELINGKUHAN" teriakan bapak penjual sayur


"Ya... Aku cuma becanda kok, dan gak usah teriak-teriak nanti tetangga om pada bangun" kata ku.


"Trus mengapa ada pengemis di tengah malam?" Pertanyaan ku.


Bapak penjual sayur itu menjawab "aku juga gak tau mengapa ada pengemis ini di tengah malam"


"Ahh... aku tau aku tau" kata ku


"Tau apanya?" Tanya Penjual sayur


"Mungkin om seorang yang pelit, makanya pak jadi orang itu jangan pelit biar tidak di datangi pebgemi6di tengah malam" kata ku


"Oke (penjual sayur menarik tangan ku" dimana rumah mu nak biar om antar pulau, gak usah khawatir nanti om yang menjelaskan ke orang tua mu kalo kamu kabur dari rumah"


"Gak om gak, bercanda kok AKU CUMA BERCANDA" teriakan ku.


Aku bertanya ke pengemis itu "mbak, mbak kenapa di depan rumah penjual sayur saat tengah malam?"


Dia pun menjawab "aku cuma ingin menjual sayuran ini sudah 2 Minggu anak ku makan sayur-sayuran dan mulai tidak mau memakannya lagi, karena itu aku menjual sayur sisa ini untuk membeli daging"


Sayur yang dia bawah sudah kayu dan terlihat mulai membusuk pantas saja anaknya tidak mau makan dan juga mana ada penjual yang mau membeli sayur seperti ini. Aku berfikir jika, jika beruang itu masih ada kemungkinan nasip keluarga ku akan seperti wanita ini.


Aku pun membujuk penjual sayur itu untuk membelinya.


"Kenapa aku harus membelinya" kata penjual sayur


"Ya, karena aku tidak punya uang, kalo aku punya uang akan ku beli sendiri Tampa meminta om membelinya" kata ku


Penjual sayur itu pun membeli sayur tersebut wanita itu pun pulang. Aku kembali ke sawah itu untuk mengalahkan beruang itu, aku tau tidak ada kemungkinan aku menang tapi walupun tidak ada pasti ada celah 1% untuk menang.


Menghela nafas "fokus dan tenang akan ku kerah kan yang aku bisa, dia hanya bisa berjalan dengan melompat-lompat dengarkan suaranya meskipun gelap akan ku gunakan suara untuk mengetahui keberadaannya"


*Buk... buk.... buk...*


Dua datang dari arah jam 3 "elemen angin cabang ke 2 tebasan angin 20 kali"


Dan lagi seketika dengan cepat berada di depan ku "skill refleks bertahan aktif"


Aku menghendaki Serangannya dengan sendirinya. "Yup (mengambil anak panah) elemen angin cabang ke 1 hembusan angin"


Nak panah itu mengenai lehernya, aku melompat mengunakan bahu beruang untuk melompat lebih tinggi, dia nampak kesakitan oke ini kesempatan bagus.


"Elemen tanah cabang ke 9 pukulan besi 10 kali" besi-besi ku di pukul sampai hajur berkeping keping oleh beruang.


Aku mengunakan teknik terbang "elemen angin cabang ke 7 tusukan topan" angin topan ku membentuk lancip dan berputar-putar, beruang itu menangkis serangan ku dengan tangannya.


"Ayo tembus lah ayo tembus lah"