
Aku berjalan melanjutkan mencari sabun mandi ku aku berjalan dengan santai akan tetapi di depan ku ada salah satu iblis di kelas ku yang sering membully ku juga.
Dia adalah ren bretdo, anak dari pedagang kaya dia sama seperti ku dari kota yang jauh, Tentu saja aku penasaran kenapa dia berpakaian seperti itu ya maksudnya dia mengenakan topi kacamata hitam dan memakai masker Yap seperti orang yang ingin mengintip cewek mandi.
Aku penasaran dengan apa yang akan dia lakukan karena itu aku diam diam mengikutinya, dia berhenti di suatu tokoh ren masuk ke toko tersebut aku tidak bisa ikut masuk juga, karena aku takut ketahuan kalo sedang mengikuti dia.
Aku menunggu di serbang jalan menunggu ren keluar dari toko tersebut. 10 kemudian dia keluar dari toko saat keluar dia menengok Kana kiri terus berjalan, aku mengikutinya lagi tetapi aku berhenti.
Karena dia sedang berjalan kembali ke sekolah aku tidak tau apa yang dia lakukan di toko tadi, karena itu aku pun kembali ke toko yang ren masuki tadi. Sesampainya di toko yang di masukin ren, aku masuk ke toko dan apa yang aku lihat adalah.
Banyak cewek-cewek seksi di sini dan lagi aku tidak memakai masker untuk menutupi identitas ku yang lebih parahnya lagi skill telekomunikasi ku Masi aktif.
"Oh yeah... En*k benget" "jangan di situ *h *h en-"
"STOP...(semua orang melihat ku)" terikan ku.
"Ada yang bisa di bantu mas" kata si penjaga kasir
"Gak gak usah makasih aku mau keluar saja, kelamaan di sini bisa kena Ben nanti novel ini" kata ku
"Novel?, Novel apaan ya mas?" Tanya penjaga kasir
"Gak papa aku cuma bicara sendiri (sambil buka pintu)"
Aku keluar dari toko tersebut. Ahh hanbir saja nih novel ke Benet lagian kenapa tadi ren masuk ke tempat beginian dia masih di bawa umur loh, aduh para Sumpah para sudah ganti chapter kenapa masih saja melihat hal buruk tentang ras iblis lagi.
Masalah itu kita anggap tidak pernah ada. Selama sehari aku berputar putar di pusat kota rawner tetapi hasilnya aku tidak mendapatkan sabun mandi, aku pulang saja kembali ke sekolah.
Sesampainya di sekolah lagi lagi aku melihat ren kali ini dia ada di depan gerbang sekolah, aku pura-pura tidak melihatnya dan berjalan masuk sekolah.
Awalnya sih aku cuma ingin begitu saja tetapi "oi Zeck, ke sini sebentar"
Yap ren memanggil ku, aku berjalan menghampirinya "ya ada apa ren"
"Kamu melihat wanita cantik, maksud ku ibu-ibu yang mau ke sini?"
Gak usah pake ibu-ibu aku sudah tau yang kamu maksud pasti wanita yang ada di toko surga dinia tadi kan, Yap aku sudah tau kok.
"Tidak aku tidak melihat siapa pun" kata ku.
Oh doang gak ada kata lanjutannya oh doang aduh para cuma oh, ini cuma ohhhh loh ohhhh cuma membalas ohhhh seriusan cuma ho.
Aku pergi dari ren dan lanjut berjalan menuju ke asrama ku, aku tidak peduli dengan ren lagi. Sesampainya di asrama aku berbaring kelelahan karena seharian berjalan mengelilingi pusat kota rawner.
Sebelum lanjut kalian pasti salah paham tentang aku menceritakan hal-hal mesum di novel ini biar aku bisa mendapatkan banyak pembaca. Tidak, aku tidak bermaksud menceritakan tentang hal-hal mesum.
Malahan kalo bisa novel ini bersih tentan hal mesum, gini biar aku jelas kan gak papa aku tidak bisa dapat bonus kali ini dari pada kalian salah paham.
Provinsi rawner dan ibu kotanya juga bernama rawar, ini hal biasa sudah contohnya di Indonesia provinsi Aceh ibukotanya juga bernama Aceh Jogja juga iya Lampung, bisa di mengerti? oke lanjut.
Di ibukota provinsi rawner sangat terkenal di seluruh negeri Evil, bagi yang lupa benua sekaligus negeri yang di tempati para ras iblis ini bernama Evil. Kota rawner terkenal bekan karena ada sekolah elitnya tetapi karena.
70% populasi wanitanya lebih banyak dari pada laki-laki lebih gampangnya ada 10 murid di kelas 7 wanita dan cuma ada 3 pria, paham kan? Lanjutan kalo begitu.
Karena lebih banyak populasi wanitanya banyak banget tempat-tempat para pelacur, tadi saja, aku kan baru berkeliling pusat kota ya kan aku menemukan ada 28 tempat kesenangan mas-mas, dan salah satunya yang di kunjungi ren tadi.
Ini baru di pusat kota belum di perempatan kota tempat hiburan malam dan pelosok-pelosok kota, bisa dibayangkan berapa banyaknya tempat kesenangan mas-mas di kota ini. Jadi fakta sebenarnya kota rawner sangat terkenal di seluruh negeri bukan karena sekolah elit tetapi.
Kota rawner adalah puskesmas (pusat kesenangan mas-mas) paham sekarang jadi bukan karena sengaja memasukannya tetapi tidak sengaja memasukkan hal mesum dalam cerita. Oke sekarang lanjut ke cerita.
Saking lelahnya aku tidur tanpa mandi dulu, matahari terbit yang menandakan hari Senin telah tiba. Aku bangun tidur tetapi aku tidak mau masuk sekolah aku sangat berharap hari Minggu secepatnya.
Aku masih terasa lelah karena kemarin telah berkeliling kota, Jujur aku sudah terbiasa untuk tebang dari pada berjalan kaki, kalo kalian mengajak ku untuk berjalan 1 kilometer dan baru 500 mater berjalan pasti kalian sudah tidak melihat ku lagi, kenapa? Karena aku sudah belok ke warung kopi.
Aku bersiap-siap untuk pergi sekolah meskipun berat aku harus tetap masuk karena orang tua ku pasti sedang khawatir tentang kehidupan sekolah ku.
Baru saja ingin masuk ke kelas sudah ada ember berisi air di atas pintu masuk kelas, pasti mereka merencanakan kalo aku basa karena kena jebakan mereka aku mau tidak mau harus kembali ke asrama untuk ganti baju karena ini Jam pertama mau mulai pasti aku akan terlambat jika ganti baju.
Naif kalian terlalu naif aku langsung tau karena suara hati kalian bisa aku dengar kan. Aku duduk saja di depan kelas dan menunggu ada guru yang masuk duluan, hehehe kelihatannya ini akan seru.
Guru waki kelas ku pun tiba "woi Zeck kenapa tidak masuk?"
"Oh ini sudah masuk ya pak, ehh tidak sadar aku" kata ku
Pintu kelas di buka guru wakil kelas ku, dan seketika itu yang terjadi ember yang berisi air itu pun....