
Halo para pembaca yang sedang berbicara dalam hati ini adalah aku seorang bayi yang baru berusia 8 bulan, tinggal di rumah yang sangat kecil dinding dari kayu dan lantai langsung ketanah, rumah ku hanya ada 1 kamar tidur ngomong-ngomong aku sedang duduk sendirian di kasur mengapa aku sedang sendirian dan di mana ibu dan ayah ku?.
Mereka sedang melakukan cocok tanam di ruang tamu tapi disana juga ada dapur mungkin itu ruangan dapur apa ya?. Ah pokoknya sedang melakukan cocok tanam di ruangan sebelah ******* ibuku keras banget loh aku heran kenapa anu ku tidak berdiri aku ingin melihat mereka melakukan itu tapi kaki ku belum bisa berjalan...
Haaa orang tua ku tidak berfikir bahwa anaknya akan nangis kalo di tinggal sendirian. Kenapa aku tidak menangis karena kehidupan ku sebelum aku berusia 27 tahun, aku akan menangis biar aku seperti bayi normal kalo mereka sudah tenang karena aku tidak mau mengganggu kesenangan mereka.
Biar ku ceritakan menggapa aku bisa menjadi bayi miskin seperti ini. Di kehidupan ku sebelumnya aku ini orang kaya loh aku hanya main game di rumah oh jangan kira aku seorang pemalas walupun hanya di rumah main game aku ini lulusan S2 jurusan manajemen bisnis.
Mengapa aku mengambil jurusan manajemen bisnis karena ayah ku seorang wirausaha kaya, ayah ku punya perusahaan semen seingat ku usaha itu dari kakekku dulu dan perkiraan masih bisa berlanjut sampai cucu ku, tapi sampai cucu ku sudah mustahil sekarang.
Mengapa aku mati? Karena aku di bunuh oleh adik ku sendiri. Begini ceritanya 3 hari sebelum aku mati. aku masih kuliah dan tingal di apartemen. Hari itu aku sedang wisuda S2 wah senang banget rasanya sudah wisuda aku ingin cepat kembali ke rumah untuk malas-malasan sembari menunggu menjadi bos selanjutnya di perusahaan semen.
1 hari sebelum aku mati. aku sampai di rumah baru buka pintu WAAAH aku terkejut ternyata ada pesta untuk merayakan wisuda ku hari itu sangat menyenangkan loh aku merasa bangga bercampur haru dengan pesta itu.
30 menit sebelum aku mati. Saat itu sudah jam 1 pagi yap aku begadang main game ya aku tahu kalo begadang terus akan dapat penyakit kangker tapi aku begadang seminggu cuma 3 kali walaupun sekarang aku tidak bisa begitu lagi sih. Seketika aku merasakan ada seseorang di belakang ku.
Aku menoleh ke belakang ternyata adik ku, seperti orang yang suka bergadang lainnya selalu mematikan lampu kamar ya aku sendiri juga tidak tau mengapa di kegelapan terasa begitu nyaman. Karena aku mematikan lampu kamar jadi aku tidak sadar ada yang masuk. Aku bertanya kepada adik ku "Ada apa? Mau ikut main game ayo sini ini game yang baru ku beli tadi loh enggak bisa main 2 orang sih tapi nanti kita gantian gimana?".
Aku terlalu santai terhadapnya aku tidak berfikir bahwa dia akan membawa pisau, saat itu aku masih asik main game sambil duduk tapi aku punya pirasat tidak enak kalo aku terlalu fokus main game, sial saat itu aku punya 2 pilihan yang sangat berat, pertama lanjut aja main game dan hiraukan saja adik ku, kedua berhenti main game dan nyalakan lampu kamar, kalian tebak apa yang akan aku lakukan Yap aku memilih yang ke 2 walaupun aku sangat benci berhenti di tengah saat seru-serunya sial.
Aku berdiri dan berjalan untuk menyalakan lampu kamar tapi seketika adik ku menusuk leherku pake pisau tapi aku menahan pisaunya mengungkapkan telapak tangan, pisaunya bisa ku tahan tapi telapak tangan ku mengeluarkan darah begitu banyak dan ini tersa sangat peri dan juga sangat sakit. Karena masih gelap aku belum menyalakan lampunya aku tidak tahu kalau dia bawa pisau 2, pasau yang ke 2 diarahkan ke perutku aku tidak sempat menahannya dan akhirnya beneran menusuk perut ku.
Aku tidak bisa menahan teriakan ku "AHHHHH SAKIT LAH, APA YANG KAU LAKUKAN, aku ini kakak mu sendiri loh kakak mu yang imut ini kamu buat penuh dengan darah"
Dia menjawab "BERISIK CEPAT LAH MATI SANAH SANA KAU"
Aku kembali berkata "ehhh, anak cewek tidak seharusnya melakukan ini loh lagian kamu baru berusia 16 tahun mengapa kamu lakukan ini? Jika kakak ada salah ngomong baik-baik saja dan cabut pisau ini dari tangan dan perut kakak ya ini rasanya sakit loh sangat-sangat sakit"
Aku sebisanya menahan darah dari perut ku sembari berkata "oi oi rasanya ada yang keluar dari perut ku, apa ini kue tadi siang aduh padahal kuenya enak banget tunggu bisa juga ini rendang sapi masak IBU, tidak boleh tidak boleh keluar aku harus segera menjahitnya"
Adik ku mual mual aku berjalan perlahan menghampirinya tapi dia malah melempar pisaunya dan mengenai perut ku lagi "ADUH SAKIT, ada apa dengan mu? Apa janggan-janggan kau terpengaruh dari acara tv yang membunuh kakaknya sendiri kamu ini sudah remaja loh kamu bukan anak kecil yang beneran mencoba melakukannya apa yang SUDAH KAMU LIHAT"
Dia menjawab "tidak lah, uwek"
Aku sudah tidak sanggup berdiri lagi dan jatuh kedepan aku melihat adik ku mataku mulai buram aku masih penasaran dan memaksa untuk bertanya "haaa sebelum aku mati tolong jelaskan mengapa kamu berbuat seperti ini?"
Adik ku menjawab "Takan ku biarkan- uwek sorrr" tuh kan sudah ku duka kamu kena dampaknya baru pertama kali membnuh seseorang.
Adik ku lanjut menjelaskan "ha ha, Takan ku biarkan kakak memegang perusahaan ayah, aku tahu Kakak emang pinter tapi sifat kakak yang pemalas itu tidak adil lah, (aku terkejut membuka lebar mataku) mengapa seorang pemalas bisa hidup tenang dibandingkan dengan banyak orang yang berusaha untuk bisa hidup enak tapi kakak hanya tidur makan main game tidur lagi, makan main game HANYA MODAL MALAS MENJADI BOS KAYA RAYA, sekarang kakak tidur selamnya saja biar aku yang memegang perusahaan ayah, uwek sorrr"
Aku bicara dalam hati "heee apa ini yang di maksud dengan buta harta emang bener kata orang bijak uang bisa membuat kita GOBLOK eh maksudnya gila"
Aku bicara dalam hati "heeee, apakah ini yang dimaksud perebutan warisan atau buta akan harta, tak ku sangka adik ku membunuh ku karena harta"
Saat itu aku sadar selama 27 tahun aku hidup dengan sendok emas di mulut aku tidak peduli dengan orang di sekitar dan tidak karena ketika pedulian ku, aku membuat orang di sekitar ku merasa iri dan benci terhadap ku ribuan tidak mungkin lebih banyak lagi orang yang membenci ku.
Aku melihat adik ku sedang mual dari mulanya aku mencium mencium bau rokok sial ternyata adik ku perokok adik ku seorang cewek loh, aku tak kuat membuka mataku, badan ku tidak bisa di gerakan, darah ku keluar makin banyak positif mati dah. Aku berharap semoga aku masuk surga semoga masuk surga.
Saat aku membuka mata aku melihat berada di tempat yang aneh "dimana ini? Apakah ini surga? tidak, aku dengar surga tempat yang indah, ini indah sih tapi masak aku di surga" kata hati ku
Seketika ada suara "selamat datang di....."