
Woi, woi, jadi aku bisa membuat hal yang tidak ada di dunia ini menjadi ada. Hehehe kalo gitu aku akan membuat alat yang ada di bumi atu di dunia ku yang dulu, pertama aku akan merakit PC kayak ya. Bahan untuk....
Setelah 30 menit aku berhasil merakit PC namun PC ini sama aja dengan barang rongsokan, ya rongsokan percuma aku membuat PC kalo tidak ada listrik, meskipun aku membuat pembangkit listrik Masi aja pc ini barang rongsokan jika tidak ada jaringan untuk online.
"Wohh hebat, kamu mengabungkan semua benda tadi ke dalam kotak itu, kalo boleh tau benda apa itu?" Tanya Elina
Aku pun menjawab "oh ini, ini adalah perangkat dari di-" eh tunggu-tunggu apa boleh aku ngomong kalo aku dari Dunia lain, mungkin terdengar aneh ini emang aneh sih, Tapi kaki dia percaya apa yang terjadi selanjutnya.
Aku mengulang perkataan ku "ini perangkat yang aku asal buat, ini untuk itu, itu, untuk latihan biar lebih terbiasa mengunakan teknik yang kamu ajar kan"
"Oh gitu ya, kalo gitu terusin sampai kamu benar-benar sudah terbiasa" kata Elina
Aku bersyukur karena Elina tidak curiga dengan perkataan ku yang pertama, ini pelajaran buat ku aku harus berhenti-henti dengan ucapan ku, kalo aku keceplosan lagi informasi yang sangat penting ini, sekaki lagi aku tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.
Hmm ternyata mudah terkininya dan hanya membutuhkan mana yang sedikit, mana?, Mengapa otak ku teringat kalo di dunia ku untuk bertarung tidak ada yang namanya unsur mana tapi mengunakan senjata api, pasti kalian tau laj ya seperti pistol, seniper, shotgun, dan lain-lain.
Ahh... Berjuang kenapa aku tidak membuat senjata itu aja, setelah beberapa menit aku berhasil membuat pistol dan beberapa pelurunya.
Elina pun kembali bertanya "benda apa itu terlihat seperti ti**t"
"Woi jangan berkata kasar bisa di ban Novel ini nantinya, untung di sensor" kata ku
Aku berbohong lagi "ini adalah panah penembak cepat"
"Panah penembak cepat?, Maksudnya?" Tanya Elina
"Ini itu senjata sejenis panah tapi bedanya ini lebih kecil dan mudah di bawa kemana-mana" penjelasan ku
"Ohh... Trus kerikil itu buat apa?, Kenapa kamu membuat kerikil itu dari timah segala kerikil dari batu banyak kan?" Pertanyaan Elina
"Ini bukan hanya sekedar kerikil ini itu anak panah(peluru) dari panah(pistol) ini, lebih gampangnya ini itu anak panah(peluru) yang di perkecil dari anak panah(pistol) biasanya"aku berbohong lagi
"Ehh panah(pistol) kecil anak panah kecil(peluru), pasti itu saya serangannya kecil dari panah sebelumnya" pendapat Elina.
Yaa mau gimana lagi ya, mana dia paham tentang pistol ini dan peluru
*Dor" suara tembakan
Elina terkejut dan langsung berubah ke wujud aslinya menjadi naga karena terkejut.
"Woi suara apa itu, apa itu berasal dari panah(pistol) mu itu. Bukan hanya kecil tapi juga berisik, dah lah pake aja panah biasa gak usah aneh-aneh" kata Elina.
Haa... Mungkin ini akan lebih sulit untuk menjelaskannya kalo pistol jauh lebih hebat dari panah, masak aku harus berbohong lagi, tunggu mumpung dia berubah menjadi naga lagi seharusnya penglihatannya tajam.
Aku Tampa berkata-kata ajg langsung menunjukkan hasil tebakan ku pada Elina, namun Elina.
"Hah, ohh itu, lubang pada dinding itu mungkin buatan dari laba-laba"
*Dor*
Aku menembakkan peluru ku ke bawa.
"Eh tunggu ulang-ulang" permintaan Elina
"Dor"
"Ahh... Jadi lubang di dinding tadi dari panah(pistol) ini" Elina sambil terkejut.
"Lama amat sadarnya" kata ku.
"Nah, panah(pistol) ini meskipun kecil dan anak panahnya (peluru) juga kecil tapi saya Serangannya dan kecepatan lebih unggul panah (pistol)" penjelasan ku
"Wah, wah, jaman sekarang makin Maju ya panah aja bisa di buat sesimpel ini seandainya aku tidak di segel di sini pasti aku bisa melihat benda-benda super maju jaman sekarang" kata Elina
Seberapa kunonya sih Dunia ini, ini baru pistol belum senjata api lainnya aku juga mau buat geranat, sekarang gimana aku harus menjelaskannya, dan lagi kenapa di chapter aku harus banyak membuat kebohongan.
Aku berkata "Emm.... Sebenarnya ini itu senjata buatan ku sendiri atau penemuan ku, panah(pistol) ini baru juga tercinta sekarang detik sekarang" maaf yang membuat pistol pertama kali, tolong maafkan aku ini demi kebaikan ku.
"EAHHH HEBAT', tadi kotak gak jelas itu sekarang panah(pistol) super kuat ini. Hem emang ya anak kecil itu banyak inspirasi dalam otaknya" kata Elina
TIDAK... tolong jangan berkata seperti itu aku makin tidak enak pada orang-orang yang membuat PC dan pistol pertama kali, ini demi kebaikan ku tolong maafkan aku para penemu yang sebenarnya.
Setelah itu aku membuat shotgun untuk menjelaskannya pada Elina aku pun berbohong lagi, membuat ANV(seniper) menjelaskan berbohong lagi, bom menjelaskan berbohong lagi, dan pada akhirnya semua benda yang ingin aku buat terkumpul aku pun lupa dimana aku harus menyembunyikan semua senjata ini, dan aku tidak tau gimana caranya membawa semua benda ini.
"Uwah... banyak juga penemuan mu, sebelumnya selama ini otak mu isinya apa aja apa semua benda yang ada di sini, bocah emang suka berkhayal untuk membuat benda yang tidak masuk akal, tapi kamu harus berterimakasih kepada Dewi telah mewujudkan khayalan mu menjadi nyata" kata Elina
Terserah lah apa yang dia katakan, aku sudah capek untuk berbohong lagi, dan sekarang kamu harus minta maaf kepada orang-orang hebat yang menemukan benda berteknologi ini.
"Hmm... Kenapa Ray wajah mu murung gitu?" Tanya Elina
Apa aku bertanya aja ya kepada Elina, mungkin dia punya solusi untuk membawa semua benda ini, dia kan sudah hidup ratusan tahun dia lebih berpengalaman dari ku.
"Elina, apakah kamu punya solusi untuk membawa semua benda ini" pertanyaan ku
"Ohh... Buat aja cincin ruang hampa" kata Elina
"Buat cincin apa?, Maksud mu cincin sihir gitu, maaf mana aku bisa membuat perlengkapan sihir seperti itu" kata ku
"Woi baru saja kamu membuat benda sebanyak ini yang belum pernah ada di dunia ini apakah mustahil membuat cincin sihir, kamu bisa kok kan sudah pernah aku katakan elemen tanah itu elemen paling kuat dari elemen yang lain" kata Elina.
Mata ku terbuka aku pun bertanya "oke akan ku coba apa aja bahannya"
Elina tersenyum dan berkata "Hehe.he, Kayaknya kamu harus kerja extar di chapter berikutnya