
"hmm, ini baru pertama kali aku ke desa, lumayan ini informasi" aku berkata pelan-pelan
Informasi yang aku maksud adalah rambut ras iblis rata-rata berwarna cerah warna primer. Rambut berwarna merah, biru, ijo, dan putih. Tapi dari yang aku lihat tidak ada yang berwarna hitam atau kuning.
"Di desa ini rata-rata orang rambut berwarna putih, emang ada sih yang berwarna merah, biru, dan ijo. Tapi itu cuma beberapa orang dan masih banyak yang berwarna putih. Yang bikin aku heran ibu ku adalah seorang manusia dengan rambut hitam akan tetapi ibu ku terlihat akrab dengan beberapa orang di desa.
Saat sampai di pasar ibu ku menjual daging buruan ayah ke warung daging, dengan harga yang murah padahal ayah ku mendapatkan daging itu dengan taruhan nyawa, hmm kalo dipikir-pikir di dunia ku dulu juga banyak orang yang seperti ayah. Baru sekarang aku paham dengan perasaan mereka.
Setelah mendapat kan bahan ibu ku menuju ke toko sayur saat sampai di toko sayur, ibu ku menanyakan harga bayam dan wortel"
"Ini bayam harganya berapa, harganya gak naik lagi kan?"
"Aduhh maaf bu, malahan harganya sekarang naik drastis, ini bayam 30 Yuji-"
Aku memotong pembicaraan penjualan sayur "Stop dulu om penjualan sayur, sekedar informasi buat para pembaca di Dunia ini para ras iblis uang selembar kertas yang bernama Yuji dan nilai paling tinggi dari uang Yuji adalah 1.000 yuji. Oke silahkan di lanjut om penjual sayur"
"Nak... Kamu ini bicara apa?, dan kepada siapa?"
Penjual sayur lanjut berkata "apa lagi wortel ini hanya 50 Yuji"
"Hah mahal banget, perasaan kemarin bayam cuma 10 Yuji dan wortel 20 Yuji, kenapa sekarang mahal banget?, Bapak mau membohoi saya ya" kata ibu ku
"Yaa saya tidak bermaksud begitu Bu... Tapi akhir-akhir ini para petani selalu gagak panen dan sayuran ini saya dapatkan dari kota sebelah" kata penjual sayur.
"Gagal panen!! mungkin para petani di desa ini kebanyakan dosa jadi gagal panen" perkataan ku.
"Kan sudah aku bilang, dari tadi kamu bicara apa nak" kata penjual sayur.
"Yaudah deh pak saya tidak jadi beli, ayo toon kita pulang untuk beberapa hari kita makan daging saja" perkataan ibu ku.
Meskipun ibu ku mengajak ku pulang tapi aku penasaran kayak ada yang aneh kenapa pera petani gagak panen?. Ibu ku berjalan pulang sembari menggendong adik ku, aku tidak ikut pulang aku masih penasaran dengan para petani. Aku beralasan ke ibu masih ingin bermain di pasar, dan juga aku mendapatkan uang saku.
Sekarang aku akan menuju ke penjual sayur itu tadi untuk mencari informasi mengenai gagal panen. Sesampainya di situ penjualan sayur itu menyapa ku.
"Yoo nak... Kamu kembali lagi Tampa ibu mu. Apa mungkin kamu sangat ingin makan sayur bayam?, Dah ini ambil saja lah gak usah bayar, aku gak tega kalo melihat anak-anak merasa kecewa kalo ke inginnya gak terwujut"
"Tidak terima kasih om, aku kembali ke sini hanya ingin menanyakan sesuatu, ini uangnya maaf kurang gak papa kan om?"
"Eh ah ya gak papa, trus apa yang ingin kamu tanyakan? biar ok jawab"
"Gini om, sayur jadi naik harganya karena petani di desa ini gagak panen, apa om tau kenapa para petani bisa gagal panen"
Penjual sayur itu pun menjelaskan "gini nak aku mendengar kabar ini dari para petani, kabarnya ada seekor beruang di sawa beruang itu memakan habis semua sayuran di sawa tidak hanya memakan tanaman yang di tanam para petani"
Oalah ternyata cuma beruang toh, tunggu di dunia ini beruang makan sayur?
"Kalo beruang itu dalang dari gagalnya panen, kenapa tidak di usir aja beruang itu atau lebih bagus lagi di bunuh aja sekalian" kata ku
Setelah itu aku pergi menuju ke sawa, aku tidak melihat adanya beruang aku hanya melihat para petani sedang bekerja, hmm perasaan ku makin penasaran dengan gagal panen, sesaat aku bertanya ke salah satu petani.
"Pak, pak, pak" bapak itu menoleh ke belakang.
"Pak bisa ke sini sebentar" menoleh kebelakang lagi
"WOI, YANG AKU MAKSUD ITU KAMU (bapak itu menunjuk dirinya) YA KAMU (bapak itu menoleh kebelakang) GAK ADA ORANG DI BELAKANG LU..." Teriakan ku
Bapak itu menghampiri ku "ya ada apa nak? apa kamu tersesat?, Maaf ya bapak lagi sibuk kerja"
"Woi kalo kalo tanya itu satu-satu bukan langsung serentak, aku bingung harus jawab apa dan jadi sedikit kan kata-katanya" perkataan ju
Aku mulai bertanya "pak katanya ada beruang di sawa tapi... Dari yang aku lihat tidak ada tuh beruang"
"Ya emang ada beneran beruang itu, tapi cuma muncul saat malam hari" kata bapak petani
"Oh... Gitu ya pak makasih ya" ucapan ku.
Sekali lagi bukanya aku mendapatkan informasi tapi malah perasaan ku makin penasaran dengan kasus ini. Setelah dari sawa aku langsung pulang kerumsh sambil bawa sayur bayam, bukanya dapat pujian karena dapat sayur bayam justru ibu ku memukul ku beberapa kali sampai gak terhitung, aku sekarat dan pingsan di tanah dalam rumah.
Karena aku masih penasaran dengan beruang makan sayur, aku tidak farming mencari expi saat malam hari, tapi aku menuju ke sawah, sesampainya di sawa aku melihat gelapnya malam, oh gak lucu ya.
"Hmm mana beruang itu, aku tidak melihatnya dari tadi"
*Dek.... Dek.... Dek....*
"Hmm suaranya berasal dari belakang ku"
*Dek.... Dek... Dek....*
Suaranya makin jelas terdengar, getaran tanah pun ikut bersamaan dengan suara itu, aku perlahan menoleh ke belakang.
*Buk*
Aku di pukul seketika aku terlontar ke sawa, tapi untungnya aku langsung memakai teknik terbang biar tidak jatuh ke sawa pasti akan merepotkan kalo aku jatuh ke sawa yang berlumpur. Sesuatu yang memukul ku itu mulai terlihat seiringnya awan pergi dan cahaya bulan pun bersinar.
Mahluk ini bertelinga panjang, 2 gigi nongol ekor yang pendek dan berjalan dengan lompat-lompat pake kaki belakang, coba tebak apakah itu?.
Yap bayagan kalian benar sekali, mahluk itu adalah beruang yang di maksud para petani yang meresak tanaman petani dan memakan sayuran para petani, ini emang aneh bentuk tubuhnya tapi dilihat dari mana pun ini seekor beruang.
"Fokus skill mata elang aktif" aku menarik anak panah ku dan aku sudah mengincar kepal beruang Ter sebut.
*Seup* anak panah ku pun