
Aku langsung terbang dan kepikiran tentang sekolah yang di maksud oleh om itu.
"Skolah kah... Bagaimana sekolah di Dunia ini ya?, Dan umur 12 tahun mungkin aku akan langsung lompat ke jenjang SMP"
Saat paginya aku baru bangun tidur dan ayah ku terlihat sangat gembira di hadapan ku.
Ayah berbicara "nak ayah punya kabar gembira, kamu" di sambung ibu ku "akan punya adek lagi" mereka berteriak bersamaan "YEH... KITA BERHASIL BUAT ANAK KE 3"
Seketika aku keingat omong om pemabuk tadi malam, seorang informan benar-benar mengerikan apakah ini kebetulan apa kah emang semua ras iblis punya anak 3 saat sudah 30 tahun.
Sampingkan dulu cerita ringan tersebut sekarang kita masuk ke cerita utamanya, waktu sudah sore hari sudah aku beri tahu di chapter sebelumnya kan saat sore aku di suruh oleh ayah untuk berburu beruang, tapi saat ini aku menuju ke lokasi monster slem lecin.
Barat-daya jujur saja ini berlawanan dengan area berburu ku bahkan ini aku sedang terbang di awas persawahan semoga aja tidak ada orang yang lihat aku, ingin banget terbang dengan cepat dan tinggi tapi aku harus menghemat mana untuk persiapan jika melawan monster level tinggi.
2 jam telah berlalu aku sudah sampai di pohon mati yang dikatakan om pembuk kemarin, pohon ini terlihat sudah tau dan rapu tapi gimana bisa pohon seperti ini masih bertahan berdiri aku tidak paham konsepnya.
Aku memutari pohon itu dan tidak melihat adanya jalan untuk masuk ke dalam pohon, aku harus masuk ke dalam pohon itu lah sarat terpenting untuk menuju goa bawah tanah itu.
"Hmm, aku hancurkan saja apa ya pohon ini?, Yap ide yang bagus kalo hancur lain kali aku ingin masuk lagi biar langsung masuk saja"
Aku berdiri di depan, eh bukan mungkin samping, ah entah lah pohon ini bulat aku tidak tau mana yang depan maupun belakang.
"Elemen angin cabang ke 2 tebasan angin 10 kali"
"Sert, Sert, Sert..." Suara dari tebasan angin ku
Semua tebasan angin ku tidak mempan ke pohon itu meskipun sempat tergores tapi pohon ini kembali semula seperti sembuh dengan cepat dengan luka gores.
"Apa-apaan pohon ini beneran pohon ini sudah mati?"
Aku mengubah serangan ku "elemen tanah cabang ke 1 tembok tanah"
10 menit sudah berlalu tembok tanah ku tidak muncul-muncul dan pohon ini masih berdiri kokoh.
Aku berteriak "AHH... GIMANA KONSEPNYA COBA POHON INI TIDAK MATI POHON INI MASIH HIDUP, CUMA PENAMPILANNYA SAJA YANG TERLIHAT MATI TAPI INI MASIH PUNYA NYAWA"
Mulai dari itu aku melakukan beberapa cara "granat"
*BOOM*
Tidak mempan "bom molotov"
*Tik* suara pecah botol kaca bom molotov
Tidak terbakar "SMG"
*Dret...te...te...te..." Suara tembakan SMG
Cuma berlubang tapi kembali semula tidak ada lubang "AHHHH, NUKLIR OKE NUKLIR PASTI HANCUR INI POHON, tidak jadi ah aku kan tidak punya nuklir"
Selama 1 jam Beberapa upaya sudah aku lakukan namun hasilnya pohon itu masih belum hancur juga.
Aku bersiap untuk terbang namun aku melihat kupu-kupu terbang kearah pohon itu dan seketika kupu-kupu itu menumbus pohon laknat itu.
"Heh, tunggu (berjalan menghampiri pohon) kupu-kupu tadi beneran masuk ke pohon ini kan? (Berjalan lebih dekat ke pohon) heh ini beneran pohon kok bisa di tembus (berjalan menumbus pohon) eh... Gitu caranya masuk, Mudah ya ternyata"
Aku menahan teriakan ku sebenarnya aku ingin teriakan sambil memukul-mukul sesuatu, tapi aku menahan untuk melakukannya, sabar ini ujian aku merasa dari tadi aku melakukan hal yang sia-sia.
Ada Anak tangga kecil yang menuju kebawah aku pun berjalan ke bawah dan langsung di sambut oleh monster berlevel rendah.
"Oke senjata apa ya yang aku pilih (melihat hp) ah tidak ada yang berguna, oke pake tangan saja ah... Ini kan mosnter level rendah (narik nafas) MATI SAJA KAO (memukul monster) mati, mati, mati, MATI SAJA KAO POHON LAKNAT....."
aku meras lega dan para monster pun sudah pada mati, oh ya tadi itu aku cuma ingin menunjukkan kepada kalian kalo pukulan ku kaut bukan berarti ingin melampiaskan amarahnya ku Kepa monster yaaa aku sudah tidak marah kok.
Aku menurunih anak tangga itu dan mulai bertemu beberapa monster, makin aku kebawah makin monster di sini makin kuat, dan seketika aku bertemu dengan mosnter yang aku cari-cari Yap monster itu adalah slem lecin.
"HA-HA-HA akhir ketemu juga kamu"
"Bepbepbep bep bep" suara monster Slem licin
"Ohhh tadi aku bep bep, masuk ke pohon laknat BEP bep, melawan monster di atas bep bep bep, dan ahlinya aku menemukan KALIAN bep bep BEP" yang berbicara ini aku, biaknya aku gila tapi ini kali ke 2 kau mendengar suara monster, ini lumayan seru.
"Bep... Bep" Slem 1
"BEP... bep bep BEP..." Slem 2
Ohh... Aku sedikit paham apa yang mereka maksud mungkin mereka sedang bertanya ini serang atau tidak dan slem licin ke 2 memutuskan untuk menyerang ku, buktinya mereka semua mulai menghampiri ku.
"Oke para monyak ku kemari lah bep bep BEP (melompat-lompat menghindari slem lecin) hp ku oh ini dia (melihat hp) emm pistol saja kayaknya sudah cukup ya" aku langsung mengeluarkan 2 pistol dan bersiap untuk menembak.
*Dor... Dor..*
"Eh" peluru ku tidak mengharuskan slem lecin tapi saat mengenai tubuh mereka peluru ku hayan melucur meleset di kulit slem lecin.
*Dor, Dor, Dor...*
Sampai semua amunisi ku di pistol ini habis peluruku Masi saja meluncur di tubuh mereka.
"Oh coba pake pedagang saja ya kayaknya aku punya (melihat hp sambil menghindar) oh ada"
Aku mengeluarkan pedang dan menebas slem itu namun pedang ku juga meluncur di kulit slem lecin.
"Sesuai dengan namanya tubuhnya sangat licin, kalo begini terus gimana caranya aku mengalihkannya?"
Aku tidak melakukan serangan aku hanya fokus menghindar, pasti kalian sebel kalo tidak bisa pake senjata mengapa tidak pake elemen saja, aku punya alesan saat aku menggunakan elemen aku harus merapatkan mantra-mantra dan fokus mengalir kan mana, kalo aku pake elemen bisa-bisa kepala ku masuk kedalam slem licin.
Bentuknya bulat seperti bola, berkilauan dalam tubuhnya adalah benda cair dan dari tadi mereka melompat untuk berusaha memasukkan kepala ku kedalam tubuhnya, ini hanya pemikiran ku kalo kepala ku masuk kedalamnya pasti aku mati karena tidak bisa bernafas.
"Haaa, tadi pohon sekarang gantian slem ini yang tidak bisa aku serangan, gimana ini aku amati disini kah atau kabur saja dan menyerah tentang proyek perusahaan minyak pertama"
Yap karena aku kesusahan saat ini kita lihat di chapter berikutnya aku masih hidup atau mati