
Di lain sisi aku ya duduk di bawa pohon lah ngapain lagi, lagian baru jam 7 sudah panas. Aku duduk dibawah pohon menuggu guru yang akan mengawasi praktek datang, selagi Minggu aku akan bercerita.
Di sisi timur ada anak populer di kalangan perempuan orangnya ganteng banget aku benci mengakuinya tetapi beneran dai sangat ganteng, lihat dia lagi pamer senjatanya, tombaknya berkilauan dah kelihatan dari luar itu tombak sangat mahal.
Didepan ku atau sisi selatan ada genk kelas Yap mereka juga dulu pernah membully ku tetapi mereka memeras uang ku dengan alesan akan melindungi ku tetapi itu cuma omong kosong, kalo aku tidak kasih uang mereka mengeroyok ku, ya aku diam saja kalo aku lawan mati mereka, dari pada aku kasih uang padahal aku tidak punya uang.
Disis barat sedang pamer keahliannya mengungkapkan pedagang, tentu saja di lihat banyak teman sekelas, oah lompat, putar pedang, balik tepas wahhh mantap kakinya hampir kepotong sendiri. Kepotong beneran napa bakalan seru kalo beneran kepotong.
Oh itu guru sudah datang sampai disi saja cerita ku, kalo penasaran dengan yang lainnya mereka mengungkapkan perlengkapan lengkap mulai dari kepala sampai kaki dan hanya di lihat saja sudah jelas perlengkapan mereka mahal-mahal. Dasar anak-anak orang kaya.
Guru yang datang adalah wali kelas ku sendiri Yap benar dia adalah Jhon Veber, entah kenapa rasanya menjadi tenang kalo dia yang mengajar.
"Oke semuanya berkumpul" kata tuan Jhon.
Semuanya berkumpul membentuk barisan. "Ehhh ehem" oh batuknya umat lagi toh.
"Untuk pertama praktek kita akan melakukan praktek membunuh monster" kata tuan Jhon.
"Hah apa cuma mosnter, itu mu-" kata salah satu Genk kelas.
"Ya aku tau itu, kalian pasti sudah pernah melakukannya saat ujian masuk sekolah tetapi pasti banyak dari kalian yang membeli mayat monster, itu sebenarnya sangat licik kalian kira kami tidak tau tentang hal itu karena tidak ada pelaturan untuk hal itu kami sahkan saja" kata tuan Jhon.
"Pak Jhon (mengangkat tangan) mosnter apa yang akan kami lawan? ini kan baru pertama kali praktek" kata sih tukang pamer keahlian berpedang. Kita panggil saja sih tukang pamer ya biar lebih Sempel.
"Karena baru pertama kali praktek kita akan melawan monster berlevel rendah" kata tuan Jhon.
"Apakah kita semua akan melawan monster tersebut?" Tanya sih ganteng.
Tuan Jhon menjawab "Kita akan membaginya menjadi beberapa kelompok, 1 kelompok berjumlah 4 orang (sebenarnya iblis semua aku bilang *orang* biar enak dibaca)"
Disini ada 65 orang (ini iblis ya biar enak dibaca) jadi kemungkinan ada 15 kelopak dan salah satu kelompok beda sendiri karena berisi 5 orang, hem kalo tidak ada yang di keluarkan Masih utuh 66 orang pasti ada 2 kelompok yang berisi 5 orang.
"Untuk pembagian kelompoknya karena ini pertama kali praktek kalian bentuk sendiri kelompoknya" kata tuan Jhon.
Hmmm perasaan aneh apa ini. 10 menit sudah berlalu dan aku berada di kelompok diri ku sendiri, dan yang lainnya sudah pada membentuk kelompok, bukanya aku menunggu di ajang untuk bergabung dalam kelompok tetapi aku sudah bertanya kesana kemari dan yang aku dapat kan hanya kata ejekan.
Aku menghampiri tuan Jhon "anu maaf pak, saya belum dapat kelompok"
"Sudah aku duga Zeck kamu lah yang akan sendirian" Kate tuan Jhon
"Maksud bapak?, Aku sudah minta bergabung dengan beberapa kelompok tetapi di tolak, aku meminta pertolongan bapak untuk di gabungkan di kelompok mana saja" permintaan ku.
Tuan Jhon menjawab "Hem, mereka benar kan menolak kamu bergabung, kan aku sudah bilang 1 kelompok berjumlah 4 orang, mereka kan sudah berjumlah 4, kalo sampai ada yang berjumlah 5 pasti akan terlihat curang"
Pemikiran macam apa itu bukannya lebih curang kalo aku cuma sendirian, woi mana keadilan mana? Katanya sekolah ini menjunjung tinggi keadilan mana kok gak ada?.
15 meniti sudah berlalu "oke semuanya sudah dapat kelompok?"
"SUDAH!!!" Teriakan dari semua teman sekelas ku.
"Belum..." Perkataan ku perlahan
"Hem apa Zeck kamu bilang apa?" Tanya tuan Jhon.
"Oh sudah Kok sudah dapat kelompok semuanya" kecuali aku
"Untuk tempatnya kamu sudah menaruh beberapa goblin di dalam hutan yang kalian lihat itu, santai saja kamu sudah menaruh beberapa petugas ke Aman di dalam hutan, karena itu juga masih kawasan sekolah" kata tuan Jhon.
"Jadi untuk penilaiannya 1 kelompok harus bisa membunuh 1 goblin?" Tanya sih tukang pamer.
"Tidak kalian boleh membunuh lebih dari 1 goblin, lebih banyak yang bisa di bunuh lebih baik pulang nilainya, dan satu lagi kalian dilarang melewati pagar pembatas hutan untuk mencari lebih banyak goblin, kalo goblin di dalam hutan itu habis dan kalian masih belum dapat 1 pun goblin kalian akan mendapatkan nilai nol"
"Waktunya sampai jam pulang sekolah, kalian harus berkumpul di sini sebelum jam 4 sore kalo sampai lewat jam 4 meskipun cuma 1 minit aku akan memberikan nilai nol meskipun sudah memebunh 1 goblin" lanjutan perkataan tuan Jhon.
Semua kelopak berjalan memasuki hutan, Hem aku sendirian kalo gitu aku akan membunuh 3 atau 4 goblin terlibih dahulu setelah itu kembali lagi kesini, siapa kalo sudah selesai bebas dan boleh kembali ke asrama, sumpah ini suhunya makin panas.
Aku berlari untuk mencari goblin, ini mekehkan aku sudah terbiasa terbang saat memburu monster akan tetapi aku tidak akan terbang karena dari tadi aku sudah melihat beberapa petugas keamanan sedang mengawasi ku, kalo gini caranya aku juga tidak bisa mengunakan pistol.
Aku menemukan 1 goblin, aku berhenti dan menarik anak panah ku "skill mata elang aktif"
*Piuh* suara lesatan anak panah.
*Cep* suara tancapan anak panah.
"Oke mantap 1 goblin sudah aku bunuh, tinggal cari 3 lagi"
Aku berlari lagi untuk mencari goblin lagi, tak lama kemudian aku menemukan 1 goblin lagi.
"HA-HA-HA, mantap mati kau (menarik anak panah sambil berlari)"
*Piuh, cep* mengenai kepala.
"Oke sisa 2 lagi"
Aku terus berlari mencari goblin lagi, pasti kalian bertanya kepada mayat goblinya di biarkan begitu saja, ya aku biarkan saja karena kalo ada yang sudah membunuh goblin mereka mayat goblin itu akan di bawa petugas keamanan dan melaporkan siapa yang telah membunuh goblin tersebut.
Hem karena sudah di bawakan kami disuruh membunuh lebih dari 1 goblin. 10 menit sudah berlalu dan aku tergeletak di tanah.
"Haaa... Air aku haus, kenapa hari ini sangat panas sekali"