
"ayo tembus, ayo tembus lah"
Selam 20 detik aku beradu kekuatan dengan beruang itu, terjadi lah ledakan, aku terontal dan juga beruang itu. Aku mengalami luka-luka ringan sambil berusaha berdiri dan aku melihat beruang itu mulai berdiri dia mengambil ajak panah dari lengannya.
.
Sial kenapa masih gak mempan jumlah mana ku sekarang tinggal 30% skill refleks bertahan membutuhkan 20% mana, jadi aku hanya punya kesempatan 1 kali lagi untuk melakukannya. Atau aku tidak akan memakai skill itu aku hanya mengandalkan skill regenerasi jika menerima serangan.
Mengapa chapter memutuskan untuk memilih skill kembali lagi, bukanya sekarang seharusnya chapter pertarungan yang sengit dan menegangkan. Dah lah sekarang itu tidak penting, gimana lagi aku harus mengatakan beruang itu mengapa semua combo serangan ku tidak mempan.
"HAAAA...!!" terikan beruang
"Woi, woi , WOI" aku melihat beruang itu mulai agak membesar.
Beruang itu yang tadinya setinggi 2 meter menjadi 5 meter, aku merasakan kekuatannya meningkatkan drastis. Yang biasa aja ku kualahan apa lagi saat ini.
Anak panah ku tinggal 4 jumlah mana tinggal 30% badan sudah penuh dengan luka, di tambah lagi otak ku sudah pusing menghadapinya, ini bukan pertarungan sengit, ini pertarungan berat sebelah lebih tepatnya.
Beruang itu melompat lagi ke arah ku jauh lebih cepat.
"Elemen tanah cabang ke 1 tembok tanah"
Namun tembok tanah ku masih bisa di tembus oleh beruang, dan lagi-lagi aku kena pukulan beruang, dan lagi-lagi terlontar jauh lebih jauh dari yang tadi.
"WAA..." Teriakan ku Ter lontar
*Dek dek srettt....* Suara jatuhan ku
Aku kembali mutah darah tubuh ku mulai bergertar, kaki ku sudah tidak kuat untuk berdiri lagi, jika aja dia punya titik lemah.
"Heee... Titik lemah, Titik lemah. Ah kenapa baru kepikiran"
Aku bodoh sekali kenapa aku dari tadi berfikir aku harus membunuh beruang itu dengan mengincar organ vital nya aku lupa kalo beruang itu sedah jelas kelas adalah Monster. aku masih tidak yakin kalo dia punya titik lemah atau tidak tapi aku harus menemukannya.
Aku memakai teknik terbang dan memakai skill mata elang ku, aku menjari mungkin ada Titik lemahnya, dan hasilnya aku tidak bisa melihat dengan jelas udah gelap lebih parahnya lagi mata ku sudah agak rabun.
*Dek* suara lompatan beruang itu
Lompat yang gila aku yang terbang setinggi ini dan jarak kita tadi sangat jauh beruang itu sudah ada di depan mata ku.
"Semua cabang elemen non aktifkan"
Aku terjatuh dari ketinggian aku memilih jatuh dari pada kena pukul beruang yang ujung-ujungnya tetap jatuh. Saat aku jatuh aku berfikir mengapa beruang ini melakukan serangan yang sama dan awal Serangan yang Sama cuma melompok sangat cepat sampai di dekat aku baru memukul ku sekali saja.
Aku menari sekaki Gus 2 anak panah aku mengincar bagian telapak kakinya ini emang aneh tapi aku yakin kalo titik lemahnya ada di telapak kaki.
"Elemen angin cabang ke 9 pusaran cepat topan" dengan bersamaan aku juga melepas anak panah ku.
Aku memperkuat pusaran cepat topan kukerah kan semua nanah ku untuk serangan ini. Aku bertaruhan ke diri ku sendiri, jika titik lemahnya bukan di telapak kaki ku aku pasti tidak dapat berdiri lagi dan mungkin akan di bunuh beruang itu.
Akan tetapi jika titik lemahnya beneran di telapak kakinya bukan aku yang mati tapi beruang itu.
*Cep* anak panah ku pun mengenai kedua telapak kakinya.
Aku mendarat di sawa yang ada tanaman para petani dan beruang itu pun juga sama. Sekarang kaki ku beneran sudah tidak bisa berdiri lagi, nafas ku sangat berat detang jantung ku pun seperti suara kereta api, aku menoleh ke beruang itu dia pun seperti aku berbaring tidak bisa apa-apa cuma bisa merasakan Sakin yang ada. Beruang itu tidak mati
"ha... Aku salya sekarang tinggal menunggu waktu untuk beruang itu berdiri matilah aku dan juga tamat novel ini dengan jumlah chapter 14.
2 Jam pun berlalu Nafas ku kembali normal mana kum kembali pulih walau pun cuma 5% nya, aku penasaran kenapa selamah 2 jam beruang itu tidak berdiri, aku menoleh ke beruang itu lagi.
Beruang itu tidak bergerak sama sekali, aku paksakan untuk berdiri dengan sisa-sisa tenaga ku, aku menghampirinya dan melihat beruang itu sudah mati dengan anak panah ku yang masih menancap di telapak kakinya.
Ke esokan harinya aku bersama adik dan ibu ku kepasar lagi untuk menjual hasil buruan ayah ku mendengar informasi kalo beruang itu di kalah kan oleh para petualang yang baru sampai di desa itu tadi pagi.
Para petualang itu mendapat julukan penyelamat desa dan mendapatkan hadiah dari kepala desa, sakit sih sebenarnya melihat orang lain yang tidak mati-matian untuk mengalirkannya mendapatkan hadiah yang besar. Yang paling menyakitkan lagi mereka mengarang cerita tentang pertarungan mereka melwan beruang itu.
Ah yaudah lah kalo aku membantah mereka dan ngomong aku lah yang sebenarnya mengalahkan beruang itu, begitu pasti tidak ada yang percaya mana mungkin bocah 7 tahun yang mengalahkan beruang Monster tersebut.
Bisa bisa jadi bahan tertawaan seluruh desa dan ibu ku pasti marah besar. Lagi pula tujuan ku dari awal terpaksa mengalahkan beruang demi orang tua ku aku tidak mau melihat orang tua ku seperti wanita yang di chapter sebelumnya aku juga mendapat kan mendapatkan banyak expi ini hadia yang lebih dari cukup bagi ku.
Saat ini aku sudah membuka cabang ke 14 dari semua elemen jadi tinggal beberapa expi lagi untuk baik level biar bisa membuat cabang elemen yang ke 15, setelah itu aku aka secepatnya kembali ke Elina.
Oh ya bagi kalian yang tidak tau siapa itu Elina sudah ada di chapter sebelumnya aku tidak mau memperkenalkan tentang Elina lagi.
Mana ku pulih 100% butuh waktu cukup lama sekitar 3 hari, setelah 3 hari dan nanah ku 10p% aku kembali ke biasaan ku semula, siang tidur di rumah pohon dan mulaan memburu monster dan mendapatkan expi.
2 Minggu sudah berlalu aku pun juga sudah membuka cabang ke 15 dari semua elemen.
"Ha... Sudah 4 bulan aku tidak bertemu Elina, oke gak usah lama-lama lagi nanti malam aku akan masuk goa itu lagi" kata ku
"Goa? Nanti malam?, Heee... Nak bisa turun sebentar dari rumah pohon itu gak papa kok nak, ayo cepat turun" kata ibu ku
"Gak-gak sudah terlihat ibu mau MEMUKUL KU"
Malam pun tiba aku mengunakan teknik terbang biar lebih cepat aja sampai ke goa sesampainya di goa tak ku sangka goa ini...