
"Gak usah berpura-pura menjadi bocah jiwa dalam diri mu adalah jiwa orang dewasa mungkin kira-kira umur nya 27 atau 28 tahun, tapi fisik mu seorang bocah, sekaki lagi aku bertanya siapa kamu sebenarnya" kata om pemabuk itu
Tunggu dulu dia tau sebenarnya atau cuma asal bicara, ah mungkin saja Dia kan masih terpengaruh mabuk.
"Gak lah om Daria mananya coba jiwa ku dewasa aku masih anak kecil kok" kata ku
"HA-HA-HA-" dari chapter kemarin masih tertawa aja emang lucunya dimana.
"Masih tidak mau jujur ya, kalo gitu aku punya penawaran lagi, mau dengar?" Kata om gila itu
Penawaran lagi ku dengarkan dulu apa ya, kalo penawarannya tidak sesuai langsung aja aku tolak Tampa alesan
"Oke emang penawaran apa itu om?" Kata ku
"Kasih tahu aku identitas kamu sebenarnya dan akan aku beri tahu juga identitas ku juga tentu saja kamu sedang mencari tempat monster Slem licin kan akan aku berikan juga informasinya, gima bukanya ini penawaran berat sebelah?" Penawaran yang dijanjikan oleh om itu
Identitas ku, hmm kalo aku kasih tau saja kalo aku dari keluarga super miskin tidak apa-apa kan lagi pula dia cuma menawarkan untuk memberi tahu identitas ku.
"Oke aku terima tawaran om, tapi biar makin adil beri tahu dulu identitas om" kata ku
"HA-HA-HA, adil dari mananya makin berat sebelah, HA-HA-HA" tertawa aja trus sumpah males aku tanggapi.
"Oke akan aku beri tahu, aku adalah seorang iblis informan aku tidak ikut dalam guil itu dan juga bukan seorang petualang, aku berada di guil itu cuma-"
"Mabuk tak tertawa-tawa tidak jelas akan, oke tidak usah lanjutin udah tau kok"
"Tidak lah, dan jangan potong pembicaraan orang lain di tengah-tengah kasian tuh para pembaca makin banyak yang harus di baca"
Om itu melanjutkan penjelasannya tadi " aku berada di guil itu cuma menjual informasi yang aku tahu, seperti mencari alamat sebuah monster sampai cara membunuh monster, semua aku jual kepada para petualang, tentu saja makin banyak dan makin penting informasi yang aku berikan makin mahal juga harganya. Kalo mereka tidak punya uang aku juga melakukan seperti kita lakukan saling bertukar informasi"
Hmm seorang informan pekerjaan yang lumayan juga untuk seorang pemabuk berat, saling tukar informasi pasti informasi yang dia dapat dari saling tukar itu akan dia jual juga, pasti itu aku harus hati-hati berbicara kalo gitu Kalo sampai salah saja.
"Nah sekarang giliran kamu bocah" kata om itu
"Lah lokasi monster slem lecin nya?" Tanya ku
"Maaf nak aku juga sebenarnya curiga sama kamu kalo aku beri tahu semuanya dan tiba-tiba kamu pergi aku bisa rugih besar Kalo seperti itu, nah percaya sama aku sekarang giliran mu baru aku beri tahu lokasi monster slem lecin itu" kata om itu
Ya gimana aku harus percaya sama orang yang tidak percaya sama aku, ahh baik lah lagian juga aku masih mengaktifkan skill telekomunikasi ku kalo dia berpikir ingin kabur aku akan langsung menangkapnya.
"Oke aku percaya sama om, aku adalah anak dari seorang iblis pemburu yang miskin dan aku hidup ku-"
"Stop tidak usah lanjutin" dia memotong pembicaraan ku "aku tidak tanya tentang diri mu seperti itu, ahh baik lah kayaknya aku akan rugih banyak"
Wah dia memberikan informasi yang sangat komplet kalo di tanya harganya pasti mahal ini, aku merasa tidak enak telah membodohi om ini.
Dia menghela nafas dan berbicara "aku memiliki skill penglihatan jiwa, skill ini tidak cocok untuk bertarung, saat aku kecil dulu seperti mu aku selalu memilih-milih teman ada yang mulai dekat dengan aku padahal orangnya baik namun jiwanya busuk aku terus menjauhinya, Tampa aku sadari aku tidak punya teman sampai aku dewasa"
Ya jelas lah kalo dia seperti itu dai tidak menggunakan Skillnya dengan salah.
Lanjutan penjelasan om "aku juga di buang Dari keluarga ku sendiri karena aku dianggap aneh dan hanya pembawa masalah karena aku di benci semua iblis yang ada di desa ku dulu, aku pun pergi saat aku di perjalanan aku mengumpulkan informasi den mengacap seseorang untuk memberi ku informasi, tahun demi tahun berlalu aku kesana kemari dengan hidup seorang informan, saat aku berfikir untuk menikah namun karena skill ini aku tidak bisa memilih wanita idaman ku"
Wahhh parah Sumpah parah dia memilih-milih pasangan, kalo ada yang cantik langsung aja ajak nikah apa salahnya gak papa jiwanya busuk yang penting cantik.
Lanjutan penjelasan om "aku merasa hidup tanpa tujuan dan Tampa aku sadari aku juga sudah menjadi seorang pemabuk, kalo mau tahu umur ku sekarang aku berumur 31 tahun kalo iblis umumnya seumuran seperti aku pasti sudah memiliki 3 anak"
3 anak tunggu ayah ku sudah berumur 28 tahun tapi baru saja memiliki 2 anak, tidak mungkin ya kalo ayah anak menambah anak lagi.
"Kalo gitu aku lanjutkan informasi masih tentang Diti ku" kata ku
"Tidak usah sudah cukup kok paling kamu akan membodohi ku lagi" kata om itu
"Tapi om, om nanti akan rugih juah lebih besar kalo tidak aku beri tahu" kata ku
"Kubilang kan sudah cukup, aku tidak tau siapa kamu sebenarnya yang jelas aku sudah punya kesimpulan kalo jiwa kamu pasti seorang yang bukan dari dunia ini" kata om itu
Aku kaget tapi aku berusaha untuk tenaga, om ini bukan hanya seorang informan biasa dengan model skill pengelihatan jiwa informasi terpenting ku sudah bocor. Aku harus tentang biar dia ragu-ragu tentang pendapatnya.
"Mungkin kamu sekarang merasa berhutang ya, Anggap saja tadi itu hanya lah curhatan aku juga sebenarnya ingin sekali curhat tentang hidup ku sejak lama dan kamu orang pertama yang mendengarkan curhatan ku, aku meremas berterima kasih telah mendengarkan curhatan ku" kata om itu.
Aku pun melompat ke dahan pohon tiba-tiba om itu "woi bocah umur mu sekarang berapa?" Tanya om itu.
Aku pun menjawab "batu 10 tahun"
Dia juga berkata "aku punya informasi tambahan untuk mu, saat kamu berumur 12 tahun cobalah untuk sekolah, di sekolah evil war cobalah masuk kesan, tidak ku kasih tahu ujian masuknya, mungkin ujian masuknya terlalu mudah untuk mu'
Aku melihat dia berjalan makuk lebih dalam ke hutan aku berkata "loh om bukan kesana jalan ke guil"
"Aku tidak akan ke guil itu lagi, mana mungkin aku akan kesana lagi setelah kamu permalukan seperti itu, aku mau lanjut ke desa selanjutnya" kata om itu
"Tapi ini sudah malam om, banyak monster kuat" kata ku
"Tenang saja bocah aku memiliki kemampuan bertarung aku juga punya informasi kelemahan beberapa monster" kata om itu sambil berjalan.
Aku pun langsung terbang dan kepikiran tentang sekolah di dunia ini mungkin di chapter selanjutnya aku akan sekolah nantikan saja chapter besok