new life new world

new life new world
merubah ekonomi ku



3 bulan sudah berlalu aku pun berfikir untuk memajukan ekonomi keluarga ku, sebelum sampai gimana caranya aku memajukan ekonomi seperti biasa informasi nomer one, ya aku mencari informasi tentang perdagangan.


Persaingan dalam perdagangan sangat ketat karena itu aku harus mencari informasi untuk membuat usaha sendiri, woi kalian kira aku seorang amatiran apakah kalian lupa kalo aku adalah calon penerus perusahaan yang besar kalo lupa coba cek lagi di chapter 1 awal novel ini.


Karena itu membuat usaha sendiri mudah bagiku bahkan di dunia ini yang memperbolehkan menjual makanan sampai barang yang aneh, saking aneh nya kalo aku ceritakan mungkin kalian tidak nafsu makan dan menanyakannya setiap saat baru lihat sampul novel, jadi demi kepentingan novel aku tidak akan menceritakannya.


Selam aku mencari informasi dan bertanya ke sana sini aku berkesimpulan ternyata tidak ada makanan yang di goreng, ya wajar saja sih mana ada di Dunia yang seperti tahun 1200 Masehi, mana mungkin sudah di temukan minyak dan mungkin bakalan tidak akan pernah ada namanya minyak, pohon sawit pun tidak ada di dunia ini.


Aku sebenarnya punya titik terang tentang membuat usaha baru ya itu perusahaan pembuat minyak, karena tidak ada pohon sawit dan karena perdagangan di dunia ini juga aneh-aneh, aku memikirkan bahan yang aneh juga.


Yaa kalian benar bukan hanya dari sawit yang menghasilkan minyak tapi daging juga bisa menghasilkan minyak. Hehehe kalian bisa menebak apa yang akan terjadi selanjutnya. Tentu saja seperti dugaan kalian aku berencana untuk memproduksi minyak dari minyak daging.


Daging yang cocok adalah aku tidak tau aku sangat bingung harus daging apa bahkan saat ini aku tidak tau mau nulis apa ini jalan buntu yang aku buat sendiri aku mau menulis ulang tapi aku males menghapusnya.


Saat ini aku sedang memburu monster untuk naik level, pasti kalian pada bertanya, "kemarin katanya berburu beruang tapi kok sekarang berburu mosnter" gini penjelasannya kalo aku tiap hari berburu beruang lama-lama beruang akan menjadi punah sebenarnya selama 3 bulan aku membuat jatwalku sendiri selama seminggu aku hanya fokus memburu beruang cuma 2 kali atau dapat beruang seminggu sekali, ayah ku juga tidak mempermasalahkannya justru ini menjadi hal yang positif untuk mencegah kecurigaan tentang hal-hal aneh pada diri ku.


Oke lanjut ke cerita saat ini aku sedang berburu monster sembari mencari daging apa yang sempurna untuk menghasilkan minyak yang berkualitas bukan asal-asalan menghasilkan minyak dari daging sembaran., saat hari mulai sore aku juga ingin segera pulang aku sudah cukup memburu monster lama kelamaan monster di sini menjadi lebih mudah untuk di kalah kan.


Seandainya aku bisa pergi lebih jauh untuk mencari monster yang kuat lagi seperti beruang melompat lompat di chapter sebelumnya pasti itu akan jadi seruh untuk di jadikan cerita, yaudah dah aku pulang dengan terbang,


"Oh ya lama aku tidak ketemu sama Elina tanya ke Elina ah mungkin dia punya solusi" sebelum aku pulang aku mampir sebentar ke goa tempat Elina berada.


Seperti biasa goa itu di penuhi oleh monster kalo jumlahnya aku tidak bisa menghitungnya saking banyaknya monster di goa ini beberapa monster saling berhimpitan tidak seperti awal mula aku ke goa ini, Hem banyak sih tapi kayanya ayah masih bisa menghitung jumlahnya karena menurut ku ayah jago matematika terhadap di dunia ini mungkin.


"Oke satu serangan kayak sudah cukup untuk membunuh monster-monster ini" aku mengambil hp ku dan mengeluarkan granat.


*BOOM* suara ledakan granat


Monster yang awalnya berhimpitan sekarang tinggal beberapa monster.


"Satu Serang lagi ahh.. tidak mungkin 5 atau 19 lagi"


*BOOM, BOOM, BOOM...."


Aku keasikan melempar granat sampai-sampai aku melempar granat 30 kali dan monsternya sudah pada mati dalam waktu 5 menit. Aku langsung berjalan menuju Elina.


"Wahhh apa kabar lama sekali tidak berkunjung ke sini" kata Elina sembari berubah menjadi manusia.


"Hehe, maaf aku terlalu sibuk belakangan ini" kata ku


"Sekarang gimana perkembangan mu" tanya Elina


"Seperti kamu lihat..." Kata ku


"Woi mau lelucon gelap kamu, aku tidak pemalas tapi tidak punya uang untuk membeli baju yang baru, ini aja aku sudah bersyukur masih bisa aku pake" kata ku


"Jadi ada keperluan apa kamu datang ke sini, tidak mungkin kalo kamu datang tidak ada keperluan" ucapan Elina sambil mendekati ku, ya tidak terlalu dekat sih malahan masih terlihat jauh karena Elina masih di dalam perisai itu.


Aku pun bercerita tentang malah ku kepada Elina dia juga kelihatan mendengar kan cerita ku seperti seorang anak yang mendengar cerita asik, ya wajar lah pasti dia sangat bosan sendiri di sini tidak ada teman untuk di ajak bicara.


"Ohh, itu malah mu... Hem minyak untuk menjadi bahan masakan menggoreng, tunggu sebentar apa itu menggoreng?" Pertanyaan Elina.


"Oke sudah kelihatan kamu tidak punya solusinya, sampai jumpa lain waktu lagi" kata ku


"Woi tunggu aku baru saja muncul lagi dalam novel masak sudah selesai gitu aja, WOOOOIII"


Aku menjelaskan tentang masakan yang digoreng kepada Elina, aku tidak tau dia paham atau tidak tapi kelihatannya dia emang Sedang bingung.


"Ohhh, aku masih bingung tentang masakan yang digoreng itu tapi kalo minyak aku tau kamu bisa mendapatkan minyak yang banyak" kata Elina


"Wah beneran gimana caranya?" Pertanyaan ku.


"Cari saja monster slem licin, pasti kamu akan mendapatkan banyak minyak hanya 1 slem" kata Elina


"Tunggu monster?, Tidak tidak aku tidak mau memproduksi minyak dengan bahan aneh, tidak ada yang lain apa?"


"Gak ada kalo gak mau ya udah, itu doang kan urusan mu, bay sampai jumpa di lagi"


"Woi kok gantian kamu sih, lah sekarang kok aku mengucapkan woi"


Monster kalo di pikir-pikir sih ini memang bahan yang aneh, dan juga mana mungkin ada orang yang mau membeli barang yang terbuat dari monster.


"Hah, monster slem licin ini berbeda dari Slem yang lain, slem licin seperti namanya dia sangat licik bahkan pedagang bisa pun bisa tergelincir, dan yang membuat slem ini lici adalah tubuhnya yang terbuat dari minyak" kata Elina


"Tapi ini monster loh kalo orang tau minyak ini dari Slem bukanya kaya raya malah jadi bangkrut aku" kata ku


"Aneh kamu tidak tau banyak banget bahasa atau benda aneh di ras iblis ini, meskipun pada tau minyak itu terbuat dari monster pasti mereka tidak peduli mungkin karena sudah terbiasa" kata Elina


Emang benar sih banyak benda dan bahan aneh di ras iblis ini atau kemungkinan di seluruh dunia ini sudah terbiasa dengan benda dan bahan aneh. dah lah lagi juga ini di dalam cerita novel meskipun aneh tidak masalah, kalo di pikir-pikir novel ini sudah aneh dari awal.


aku setuju dengan solusi Elina aku bertanya "trus darimana aku harus mencari slem licin itu?"


Elina menjawab "kamu bisa meneruskannya di...