
Dah lah padahal aku mau memilih-milih skill lagi, kenapa aku tenggelam pada hawa nafsu ku. Saat itu aku sangat menyesal dan meratapi apa yang sudah terjadi tapi tiba-tiba Dewi itu berkata.
"APA SIH BERISIK BANGET WOI, aku gagal konsentrasi kan, kalo gini aku harus mengulanginya dari awal, kamu kira mudah apa memasukan skill tingkat SSS dibandingkan skill tingkatan lainya" kata Dewi
Saat aku mendengar itu aku meremas sangat legah dan bersyukur karena dia telah gagal.
"Oke bersiap ya aku ulang" kata Dewi
"Tunggu, keknya aku gak jadi pilih skill stop time" kata ku
Dewi pun menjawab "ahhh, lama lah, dah ini aja ya palingan kamu akan mati di awal-awal"
Aku berkata "Yaa mana tau kalo belum melakukannya".
"Ah apa gini aja, kita batalin aja menghidupkan kamu dan sekarang kamu masuk ke neraka, yuk gw antar" kata Dewi
Aku pun menjawab "woi lelucon neraka dah gak lucu lah"
"Kalo gitu apa kamu bisa buat lelucon lain di tepat ini, ini juga salah kamu kelamaan milih skill, kita jadi bercapter-capter jadi susah buat lelucon" kata dewi
Sekarang aku percaya dia beneran seorang cewek, Yaa tau sendiri ya gimana seorang cowok di mata cewek. Aku melanjutkan memikirkan yang mana skill yang benar-benar berguna bukan hanya menuruti hawa nafsu ku.
Sudah hampir 1 jam aku memilih skill otak ku sudah mau rasanya ingin meledak, aku ingin mengikuti kata hati ku tapi kata hatiku selalu mengarah ke skill telekomunikasi mengapa hati ku mengarah ke skill parah itu. Yaa bukan parah karena tidak berguna tapi pasifnya yang sangat berbahaya.
Coba kalian pikir pasif ke duanya bisa mendengar kata hati orang lain, bukan kah itu sama saja bisa tau rahasia seseorang, sekarang kalian paham kan mengapa aku bilang parah. Berbicara tentang persamaan rahasia seseorang sama dengan informasi pribadi seseorang haha gw benar kan. Eh tunggu rahasia sama dengan informasi, hmm gw ingit kata orang bijak informasi adalah segalanya informasi jauh lebih penting dari pada apapun itu.
Kalo saja aku dulu memiliki skill telekomunikasi ini aku akan jadi polisi, pasti akan naik pangkat dengan cepat dah, seberapa cepat maling berlari, sepintar apapun bandar narkoba bertransaksi semua akan cepat terbongkar dengan telekomunikasi karena bisa mendengar suara dari jarak jauh, dan saat interogasi seorang ******* aku akan cepat tau kalo dia sedang Bohong karena bisa mendengar suara hati seorang *******.
Hmm perasaan ku makin kuat dengan skill telekomunikasi, tapi pikiran ku masih Raku dengan skill ini. Oke gak usah lama-lama kayaknya ini keputusan yang benar, aku percaya dengan perasaan ku ini bukan sekedar hawa nafsu.
Aku bertanya kepada Dewi "Dewi aku memi-, WOI APA YANG KAU MAKAN, yang lebih anehnya lagi DARI MANA MAKANAN ITU BERASAL"
Dewi makan sambil menjawab "oh ini, ini keripik kentang rasa rumput laut, ini makan dari dunia mu sebelumnya, masak kamu gak tau makan ini, oh ya kehidupan mu dulu sangat menyediakan ya, cuma males-malesan di rumah sambil main game"
Yaa jawabannya gak salah juga sih tapi ya rasanya bukan jawab itu yang ingin aku dengar. Akan makin seaneh apa novel ini hanya karena mau buat lelucon. Bodoh amat lanjut aja lah.
Aku kembali bertanya "Dewi sudah diputuskan aku memilih skill ini telekomunikasi"
"Cepetan woi, mau sampai berapa capter di sini Mulu" kata ku
Dewi menjawab sambil makan "gak papa kan malah lebih enak buat ceritanya"
"Iyaaa bagi kamu sih gak masalah yang jadi masakannya para pembaca kelamaan akan bosan cuma ada dua carakter " kata ku
Setelah Dewi selesai makan dia memasukkan skill telekomunikasi kepada ku, dan aku di antara menuju tempat untuk memilih elemen. Di sini ada 7 elemen 5 elemen biasa dan 2 elemen kusus. Elemen biasa diantaranya api, air, tanah, angin, dan petir. Elemen kusus diantaranya cahaya dan kegelapan.
Dewi berkata "ku ingat kan lagi kamu cuma bisa memilih 2 elemen, dan kamu bisa mencoba satu persatu elemen sekaligus mencoba kombinasi dari elemen yang cocok"
Aku langsung mencoba satu persatu elemennya dan aku melihat tiap kelemahan elemen, ini seperti Rida yang berputar. Air lemah dengan petir, petir lemah dengan tanah, tanah lemah dengan angin, angin lembah dengan api, dan api lemah dengan air. Kecuali elemen kusus cahaya lemah dengan kegelapan, dan kegelapan lemah dengan cahaya. Bisa di bilang juga cahaya imbang dengan kegelapan.
Beberapa kombinasi sudah aku coba diantara angin dengan api bisa membuat api makin membesar dan lebih panas, seperti las ya. Air Dangan tanah bisa membuat banjir lumpur, hmm ini sangat cocok untuk jebakan. Dan aku penasaran dengan cahaya dan kegelapan itu imbang apa bisa di kombinasikan dan saat aku mencobanya hasilnya sangat mengejutkan cahaya dan kegelapan kalo di kombinasi bisa membuat black hole atau lubang hitam, elemen ini sangat berbahaya jika aku berlebihan mengkonsumsi kan 2 elemen ini tidak cuma menghisap musu tapi juga bisa menghisap orang-orang di sekitar.
Sekarang sudah jelas aku tidak akan memilih elemen kusus cahaya dan kegelapan ini benar-benar sangat berbahaya, jadi aku hanya harus memilih elemen biasa. Elemen angin ini adalah elemen kesukaan ku saat main game MMORPG jadi aku akan memilih elemen angin pertama kali.
Aku berkata "Dewi pilihan pertama ku adalah elemen angin ini"
Dewi menjawab "oke pilihan yang bagus tapi elemen ini sangat lebah di level level rendah"
Aku bingung sama pertanyaan Dewi aku pun bertanya "level apa yang kamu maksud"
Dewi pun menjelaskan "oh ya kamu belum aku kasih tau ya. Skill, elemen, dan Job bisa di naikan level makin besar levelnya makin makin banyak pasif yang terbuka dan memperkuat pasifnya jadi kamu bisa jadi lebih kuat"
Ahh aku paham dengan penjelasannya ini sama persis dengan game MMORPG saat kita memiliki poin kita bisa menggunakan poin itu iutuk memperkuat sihir atau senjata jadi pemain bisa lebih mudah menghapi bos game. Tapi di sinih aku mengumpulkan poin dulu seperti di game gitu?.
Aku bertanya kepada Dewi "apa aku harus mengunakan poin untuk mengupdate nya?"
Dewi pun menjawab "apaan pake poin itu akan terupdate bersamaan dengan kamu naik level untuk skill kamu harus berlevel 5 baru skill akan berlevel 1, elemen kamu harus butuh ke level 10, dan jop kamu harus berlevel 15, paham kan?"
"Ahh, paham-paham" kata ku
Jadi ini tidak seperti game MMORPG, ya dari wal ini juga bukan game MMORPG. Elemen angin sudah masuk ke dalam diri ku, hmm sekarang tinggal memilih kombinasi yang tepat untuk elemen angin ku.
30menit aku memilih dan melakukan percobaan aku menemukan percobaan yang mengerti, ya skill angin di kombo dengan....