
"Aku memilih pilihan pertama, sebelum itu akan aku beri tahu yang selama ini aku sembunyikan" kata ku
"Kamu dari dunia lain kan?, Sudah tau kok sudah kelihatan jelas" jawab Elina
"dah lah gak seru kamu ah, percuma di chapter sebelumnya di buat ganjel" kata ku
"Hehe maaf, aku harus pura-pura tidak tau nih?"
"Dah gak usah dah telat"
Aku di beri tau caranya oleh Elina tentang, aku pun menceritakan kepadanya diri ku sebenarnya saat-saat seperti ini sangat lah menyenangkan aku tidak tau kenapa tapi kita saling tukar cerita dan bercanda ini saat-saat yang lebih menyenangkan dari pada sebelumnya.
2 jam telah berlalu "Oke, aku mulai ya"
"Silahkan" kata Elina
"Kamu siap" kata Elina
"Kamu boleh mulai kapan pun aku selalu siap" kata Elina
"Oke kalo gitu besok saja ya, boleh kapan pun kan" kata ku
"Sekarang kamu mulai saja sekarang, ku tarik kata-kata ku tadi" kata Elina
Aku mengeluarkan hp ku, dan melihat-lihat daftar ledakan. Kalo granat tidak akan mempan dengan perisai ini meskipun mempan pasti akan menyakiti Elina aku harus memilih ledakan yang sekali serangan untuk menghancurkan perisai ini.
Aku pun mengeluarkan rocket launcher, tunggu kalian bisa membayangkan rocket launcher, lebih gampang nya lagi rocket launcher adalah basoka ya sejenis dengan itu lah, masih tidak bisa membayangkan? Terpaksa kalian harus buka dulu google aku hanya bisa menerangkannya cuma segitu, Oke lanjut.
Dengan rocket launcher aku harus benar-benar menghancurkannya sekali tembakan meskipun tidak mempan untuk isi ulang aku harus cepat aku tidak mau Elina merekan kesakitan lebih dari ini.
Aku tarik nafas dan mengarahkannya ke perisai penghalang Elina "oke tenag aku bisa, aku bisa, tak apa ini permintaan Elina aku harus melakukannya karena dia telah membantu ku selama ini" tangan ku gemetaran menekan pelutuknya.
Aku menekan Dangan pelutuknya *ser.... DOUR* suara ledekan rocket launcher.
Terdapat goresan di perisai, aku dengan cepat ingin mengisi ulang tapi tangan ku gemetaran ini sangat menggangu.
*Ser... DUOR*
Tembakan ke dua pun masih menggores
*Ser... DUOR* *ser... DUOR* *ser... DUOR*
Berulang kali aku meluncurkan tembakan rocket launcher. Tiba-tiba.
"BERHENTI, HENTIKAN DULU, tunggu ha... ha... (Menahan rasa sakit) tenag kan dulu perasaan mu, kalo seperti itu terus kamu hanya akan menyiksa ku" kata Elina
Tangan ku yang tadi gemetaran seketika terasah lemas, aku melihat ke atas melihat mata Elina yang berwujud naga.
"Kamu masi ragu ya? Tadi aku sudah bilang kan aku tidak apa-apa aku siap mati, aku tarik kata-kata ku kemarin yang menunggu orang lain untuk membunuh ku, sebenarnya aku hanya ingin kamu yang melakukannya aku tidak butuh orang lain..." Kata itu keluar bersama dengan air mata Elina.
Aku merasakan perasaannya perasaan ini terasa sangat tulus dia benar-benar mempercayai ku, sedangkan aku dari tadi hanya memikirkan perasaan ku aku tidak memikirkan perasaannya apa yang sekali tembakan kalo perasaan mu belum yakin.
Aku mengulangi tebakan dengan rocket launcher, tapi aku juga mengeluarkan AMV (buka google aja untuk gambarannya) karena tembakan ku tadi cuma menghasilkan goresan dan perisai itu kembali semula sebelum tembakan ke 2 ku.
Tapi goresan itu membuntuk lingkaran (seperti kaca kena batu) karena itu lah aku mengunakan Seniper AMV dan membidik dengan cepat titik goresan itu, kemungkinan segel perisai ini jika ada lubang sedikit saja pasti semuanya akan pecah, aku tidak tau kepastiannya tapi aku yakin tentang hal itu.
*Ser... DUOR*
Dengan cepat aku mengambil AMV "skill mata elang aktif"
*Dor* suara tembakan AMV
*Tik ... Tierr...." Suara pecahan perisai.
Perisai itu hancur berkeping-keping dan wujud naga Elina terlihat lebih jelas, Elina pun jatuh dan berbaring, aku lari menuju ke Elina aku berdiri di depan kepalanya.
"Hehe kamu berhasil se,selamat" kata Elina
Aku berdiri melihat ke dia aku pun tak bisa gerak tangan ku ingin menyentuh kepalanya tapi ada rasa takutku melihat Elina sedekat ini walaupun aku tau dia akan mati tapi aku merasa takut wujud naganya.
"Oh ya, ambillah ini (mengeluarkan sayapnya ke atasku) nih (menjalankan sesuatu) itu adalah keristal kuno, aku mendapat Kanya dulu saat menguasai dunia" kata Elina.
Aku mengambil keristal itu dan bertanya "apa manfaat dari keristal ini?"
Tak ada jawaban lagi dari Elina hembusan nafas dari hidungnya tak terasa lagi, gak usah kalian tebak dia beneran sudah mati. jujur aku ingin dia bebas dan selalu bersama di sisi ku meskipun dia adalah naga mengerikan aku tak ingin dia mati dia adalah penolong ku pahlawan bagi ku.
Aku berjalan ingin keluar dari goa saat di pertengahan jalan menuju jalan keluar.
"Tik, Tik" suara jatuhan air.
"Heh, apa ini gak gak gak, ini pasti mata ku kena debuh tadi ini hanya-"
Air mata ku makin deras keluar "debunya banyak banget yang masuk ke mata ku (menutup kata kanan ku) sial sial sial, SIALAN HAAAAA"
Aku melapas semua perasaan ku aku tidak bisa berbohong lagi aku menangis dengan keras.
"KENAPA INI TERJADI KEPADA KU, DEWII... PUAS KAMU MELIHAT AKU SEPERTI INI PUAS KAMU"
Aku tau ini tidak ada hubungannya dengan dewi, tapi saat ini aku ingin melampiaskan semuanya perasaan ku amarah, kesedihan, penyesalan. Semuanya aku ingin melampiaskannya.
"He.. HAAA (memukul dinding goa) SIAL SIALAN SAIL SIALAN..."
Berulang kali aku memukul dinding goa, lama-lama tangan ku mengeluarkan darah namun aku terus memukul dinding goa.
20 menit kemudian aku merasa agak tenang "haa... Seperti ini kah rasa kehilangan, ini kah rasa telah membunuh seseorang Yaa Elina naga mungkin telah membunuh seekor naga, hmm sekarang tidak ada rasanya lagi mungkin karena aku sudah lega"
Aku berdiri melihat tangan ku "waaa ini penuh darah tapi ini tidak terasa sakit, haha cuma luka gores kali yang jadi masalahnya sekarang gimana aku memberi tahu ke orang tua ku"
Aku berjalan keluar dari goa, Tampa aku sadari perasaan ku sudah mati, rasa manusiawi, rasa simpati, dan bahkan rasa sakit pun sudah hilang dalam jiwa ku, aku terbang menuju ke rumah.
Sesampainya di rumah ibu ku "ya ampun toon tangan mu kenapa?"
"Hehe tadi aku abisa jatuh ke jurang dan tangan ku untuk tumpuan Yaa gak papa kok buh cuma tangan ku yang terluka dari pada kehilangan nyawa" aku berbohong kepada ibu.
Karena tadi aku mendapatkan tekanan yang berat aku pun baru ingat kalau punya skill regenerasi dan tidak mengunakan skill itu tadi.
Esoknya Yap di chapter berikutnya