MY TEACHER GOT ME PREGNANT

MY TEACHER GOT ME PREGNANT
Berita Mengejutkan



Rupanya dalam ponsel Chalinda itu terdapat sebuah pesan dari Daphnie. Dengan sedikit tergesa, Chalinda mendudukkan tubuhnya di atas kursi meja belajar dan mulai menggeser layar ponselnya untuk menerima panggilan dari salah satu teman baiknya itu.


"Halo," ujar Chalinda sembari mendekatkan ponselnya ke telinga.


"Cha, coba deh kamu buka sosial media dengan nama Cha Cha," ujar Daphnie dengan suara yang begitu cepat.


"Emangnya kenapa?" tanya Chalinda, merasa penasaran.


"Buka aja dulu, Cha. Nanti kamu juga tahu," ujar Daphnie.


"Oh ya udah, aku matiin teleponnya ya," ujar Chalinda.


Chalinda yang pada awalnya merasa khawatir dan takut terjadi apa-apa terhadap Daphnie kini justru merasa begitu khawatir dengan apa yang hendak ditunjukkan oleh Daphnie.


Usai panggilan telepon itu terputus, Chalinda segera masuk ke dalam aplikasi sosial media yang ada dalam ponselnya dan mulai melakukan pencarian atas nama akun yang sudah Daphnie sebutkan tadi.


Tapi tidak ada satu pun akun dari banyaknya akun sosial media yang Chalinda temukan perihal apa yang hendak dikatakan oleh Daphnie.


Mungkin Chalinda sedikit melakukan kesalahan dalam mengeja nama akun tersebut. Namun sudah beberapa kali Chalinda melakukan pencarian, hasilnya tetap saja. Chalinda sama sekali tidak menemukan satu akun pun yang tampak mencurigakan.


KLUNG!


Ponsel Chalinda berbunyi karena memang sudah diubah dari mode getar ke mode normal oleh Chalinda. Hal itu selalu Chalinda lakukan saat pertama kali membuka ponsel setelah sampai di rumah. Mode normal itu akan diubah kembali menjadi mode getar pada pagi hari saat Chalinda hendak pergi ke sekolah.


Chalinda segera memeriksa notifikasi setelah mendengar bunyi dari ponselnya itu. Di notifikasi tersebut terlihat sebuah pesan yang masuk.


Dengan segera Chalinda membuka aplikasi perpesanan dalam ponselnya karena Chalinda tidak bisa melihat isi pesan hanya dari notifikasi saja.


Tampak akun perpesanan milik Daphnie yang berada di paling atas dengan beberapa pesan yang sudah masuk ke dalam ponsel Chalinda.


Beberapa di antara pesan itu adalah saat Daphnie memberitahukan bahwa ada sebuah akun sosial media yang mengatasnamakan dirinya.


Pesan terakhir dari rentetan pesan yang dikirimkan oleh Daphnie itu memberitahukan sebuah link yang bisa Chalinda gunakan untuk mengunjungi akun yang berpura-pura sebagai dirinya.


Belum sempat Chalinda menekan link itu untuk membukanya, pesan dari Daphnie sudah kembali masuk.


[Aku yakin itu bukan kamu, Cha. Kamu nggak mungkin bikin aku baru, apalagi itu memberitahukan apa yang terjadi terhadap diri kamu sendiri. Tapi itu jelas sekali, postingan terbarunya seakan sedang menceritakan bagaimana kamu disekap oleh Bu Erina tadi siang. Sama persis seperti yang kamu ceritakan tadi siang sama aku dan Martha.]


Merasa semakin penasaran, Chalinda segera masuk ke dalam link yang dikirimkan oleh Daphnie tersebut tanpa membalas pesan dari perempuan itu terlebih dahulu.


Link yang dikirimkan oleh Daphnie itu membawa Chalinda ke sebuah akun bernama Cha Cha. Pada saat itu pula Chalinda menyadari jika dirinya sudah melakukan kesalahan dalam input hurufnya sehingga saat melakukan pencarian tadi, Chalinda tidak menemukan akun tersebut.


Foto profil akun bernama Cha Cha itu bergambar seorang perempuan berbentuk animasi dan terlihat begit imut. Padahal Chalinda jelas tidak menyukai gambar-gambar animasi seperti itu.


Tidak terlalu perduli dengan hal tersebut, Chalinda menggeser layarnya ke atas untuk melihat postingan lain dalam akun sosial media tersebut.


Akun sosial media tersebut berusaha sedemikian rupa agar terlihat bahwa dia adalah Chalinda dan Chalinda-lah yang telah menuliskan postingan tersebut.


Namun setelah postingan tersebut, tidak ada lagi tulisan lain yang dibagikan oleh akun sosial media yang mengaku sebagai Chalinda itu.


Setelahnya hanya ada unggahan foto yang kini menjadi foto profil dan itu baru diunggah sekitar satu jam yang lalu.


Hal itu membuat Chalinda merasa curiga jika akun sosial media itu baru selesai dibuat hari ini, namun perempuan itu juga merasa penasaran dengan siapa yang telah membuatnya.


"Tidak mungkin Martha atau Daphnie, kan? Aku sudah benar-benar mempercayai mereka berdua," ujar Chalinda dengan suara yang lirih.


Jika Daphnie itu lebih terkesan tidak mungkin lagi karena perempuan itu juga memberitahukan perihal akun sosial media tersebut kepada Chalinda.


Jika Martha juga terasa tidak mungkin karena semenjak pulang sekolah hingga sekitar satu setengah jam yang lalu Martha sedang bersama Daphnie dan Chalinda.


Untuk menulis postingan tersebut, pastinya seseorang itu juga membutuhkan waktu yang cukup lama karena postingan tersebut cukup panjang. Menceritakan runtutan kejadian dari awal hingga akhirnya Chalinda berhasil melepaskan diri dari penyekapan yang dilakukan oleh Erina Noor dengan dibantu oleh Artha.


Setelah membacanya, ada satu orang lain yang dicurigai oleh Chalinda. Tidak lain itu adalah Artha.


"Tapi bukankah aku tidak memberitahu bahwa yang menyekap diriku adalah Bu Erina?" tanya Chalinda kepada dirinya sendiri dengan suara yang lirih.


Tidak hanya ketiga orang itu saja, kini ada satu orang lain yang dicurigai oleh Chalinda. Itu adalah Erina sendiri. Namun lagi-lagi kecurigaannya itu memunculkan pertanyaan dalam pikirannya.


"Tapi bukankah Bu Erina nggak ada pada saat Pak Artha ada di ruang musik?" lirih Chalinda,


Beberapa saat Chalinda terdiam memikirkan siapa kemungkinan seseorang yang ada di belakang akun palsu tersebut.


Hal itu semakin sulit untuk ditebak karena setiap kali Chalinda mencurigai seseorang pasti akan ada pertanyaan yang muncul dalam pikiran Chalinda.


Saat Chalinda sedang terdiam selama beberapa menit, Chalinda tiba-tiba mendengar ponselnya berbunyi dengan nada yang keras.


Tampak di layar ponselnya terlihat sebuah panggilan masuk dari Artha. Laki-laki itu melakukan sebuah panggilan telepon, namun Chalinda tidak ada keinginan sedikitpun untuk mengangkatnya.


Ponsel terus berbunyi dan Chalinda juga terus menghiraukannya. Hingga akhirnya setelah ada tiga panggilan yang tidak terjawab dan Chalinda sudah merasa kesal akan telepon yang terus masuk ke dalam ponselnya membuat Chalinda akhirnya memutuskan untuk mengangkat panggilan telepon dari Artha.


"Cha, coba deh kamu buka sosial media. Jadi Erina yang udah menyekap kamu di ruang musik?" tanya Artha langsung ke topik pembicaraan tanpa ada sedikitpun basa-basi terlebih dahulu.


"Itu bukan aku," ujar Chalinda, menanggapinya dengan begitu malas.


"Bukan kamu? Tapi akun itu bercerita dengan sangat detail."


"Apa Pak Artha bercerita pada Bu Erina jika Bapak menemukan aku di ruang musik dalam kondisi tangan dan kaki terikat dan mulut ditutup dengan lakban?"