My Pilot My CEO

My Pilot My CEO
Sahabat Baru



"haha Len Alen lucu banget sih kamu,pantes Ken suka sama kamu " goda Renita lagi sambil tertawa melihat tingkah Alen yang lucu


"hehe udah ah kak ,Alen malu" ucap Alen malu-malu


"wkwk iya deh iya maaf" ucap Renita meminta maaf


"iya di maafkan" ucap Alen pada Renita


"wah makasih Alen,oh iya kamu itu lucu kayak anak-anak aku"ucap Renita tersenyum pada Alen


"anak-anak??, berarti kak Rere dah punya anak dong sama kak Dimas?" tanya Alen antusias


"ya anak kita kembar pengantin cowok-cewek"ucap Renita memberi tau


"wah benarkah?,pasti mereka lucu banget kak,btw berapa usia mereka kok gak di ajak kesini?" tanya Alen lagi


"usia mereka baru 2 tahun len , mereka gak aku ajak di RS karena gak baik buat perkembangan mereka"ucap Renita menjelaskan


"emm tapi kak kenapa kakak di RS memang nya mereka ga nyari kakak?"tanya Alen pada Renita


"mereka sama baby sister Len,tenang aja aku juga di RS ini kalau ada perlu aja Len seperti tadi saat rapat ,juga waktu Kenzo datang ,aku kira Andra menelvon cuma bercanda kalau Kenzo mau datang ternyata memang dia datang beneran"ucap Renita pada Alen


"ah begitu ya kak ,jadi kakak gak terus di RS ini " tanya Alen lagi


"enggak Len aku cuma mantau dari rumah, seperti yang aku bilang tadi ,aku cuma datang kalau ada perlu,makanya aku nyuruh dokter lain buat ngajarin kamu, karena aku gak bisa terus di RS ini,dan aku hanya bisa memantau nya" ucap Renita menjelaskan lagi


"ah jadi itu alasan nya kak ,oke Alen faham sekarang" ucap Alen tersenyum


"oh iya kapan - kapan boleh gak Alen main sama anak-anak kakak?"pinta Alen pada Renita


"tentu saja,oh ya suruh Kenzo nganter kamu ke rumah dia tau alamat nya" ucap Renita senang


"eh iya makasih ya kak" ucap Alen kemudian


"oh iya kak,jadi kakak itu seusia cia ya?" tanya Alen lagi pada Renita


"em gitu ya kak,aku kira kakak seusia cia" ucap Alen menebak


"hehe gak kok,oh ya kalau kamu , seusia cia kah?" tanya Renita balik pada Alen


"kayaknya sih terpaut satu tahun kak,aku seusia Reyna,kakak tau Reyna gak pacar nya Leo ?" tanya alen pada Renita


"ah iya Len aku kenal kok sama dia,oh ya kenapa kamu manggil Leo nama biasa, gak pakai kak?" tanya Renita penasaran karena Alen manggilnya kak ,tapi Alen memangil Leo hanya memakai nama saja


memang Alen itu lebih sering memanggil Leo dengan hanya nama tanpa embel-embel kak, seperti Renita memanggil Kenzo dan yang lainnya, karena memang mereka sudah akrab semenjak Reyna mengenalkan Alen pada Leo,Leo pun tak keberatan karena dia lebih suka di panggil Leo saja daripada kak Leo, karena Leo juga meminta supaya Alen memanggil dia Leo


"ah itu ya kak,ya itu karena Leo yang minta,dia bilang supaya lebih akrab aja,ya intinya mungkin seperti kak Rere manggil kak Kenzo dengan hanya memakai nama" ucap Alen menjelaskan


"oh gitu,ya udah kalau gitu kamu panggil aku Rere aja supaya lebih akrab" ucap Renita menyarankan


"ta-tapi kak ,kak Rere kan dokter,Alen gak enak kayak gitu" ucap alen tak enak dengan permintaan Renita


"haha gapapa Len ,anggep aja kayak kamu manggil Leo,jadi ya biasa aja" ucap Renita lagi


"emm gimana ya kak" ucap Alen binggung


"gak boleh ada penolakan okey panggil aku Rere aja" ucap Renita menekan kan


"ah baiklah kalau gitu Rere" ucap Alen mengerti


"oh ya kita bisa menjadi sahabat kalau kamu mau,kamu asik orang nya Len,kamu mau gak jadi sahabat aku" tanya Renita pada Alen


"apa kamu bercanda??,ya tentu saja aku mau jadi sahabat kamu re,kamu itu orang yang mengagumkan apalagi kisah cinta kamu ,aku juga ingin punya sahabat yang baik seperti kamu"ucap alen senang


"wah benarkah?, baiklah kalau begitu mulai sekarang kita akan jadi sahabat Len" ucap Renita juga senang


disaat mereka sedang antusias mengobrol Kenzo tiba-tiba datang...