
"emm itu karena.." ucapan Kenzo terpotong yang membuat Alen penasaran
"karena apa kak?" tanya Alen
Cup
tiba-tiba Kenzo langsung mencium Alen yang membuat Alen terkejut karena sikap Kenzo
dan Alen pun diam dan merasa malu karena Kenzo menciumnya
kemudian setelah ciuman itu Kenzo pun melanjukan mobilnya lagi sampai di depan rumah Andra
"kita sudah sampai" ucap Kenzo tapi Alen hanya diam karena kejadian tadi
Kenzo pun melihat Alen yang diam
"maaf soal tadi,kita sudah sampai jadi turunlah" ucap Kenzo lagi
kemudian Alen pun sadar kalau dirinya sudah sampai dia pun menjadi salah tingkah kemudian dia pun turun dari mobil Kenzo dan segera masuk ke rumah karena masih malu
setelah memastikan Alen masuk Kenzo pun segera memutar balik mobilnya dan melajukan mobilnya meninggalkan rumah Andra
"maaf soal tadi Len ,aku hanya ingin menghibur kamu ,kamu itu hanya milikku Len, entahlah sejak kapan perasaan ini muncul ,tapi aku gak mau kehilangan kamu Len ,aku gak mau kamu seperti Diana yang hilang begitu saja dari kehidupan ku ,tapi jika kali ini kamu juga pergi seperti Diana aku gak tau harus bagaimana mungkin aku akan menjadi Kenzo yang lebih sadis lagi ,aku mencintaimu Alena" gumam Kenzo dalam mobil
sementara itu Alen yang masuk rumah di sambut oleh ibu dan Andra
"nak kamu gapapa kan,tadi ibu dengar cerita dari kakak kamu,ibu sangat khawatir nak" ucap ibu Ratih sendu
"Alen gapapa kok Bu tadi kak Andra dan semuanya datang menyelamatkan Alen tepat waktu" ucap Alen
"syukurlah kalau begitu Len ,ibu sangat cemas tadi waktu Andra cerita kalau kamu habis di culik" ucap ibu
"sudah ya Bu jangan cemas,nih lihat Alen sudah ada di sini kan,Alen juga baik-baik saja" ucap Alen tersenyum pada ibunya
"benar kata Alen Bu, sekarang ibu dan alen istirahat ya ini sudah malam" ucap Andra
"iya nak" ucap ibu Ratih
"emm iya kak tadi langsung pulang" ucap Alen
"oh ya sudah kalau begitu,kamu istirahat gih" ucap Andra pada adiknya
kemudian Alen dan ibu pun pergi ke kamar masing-masing
Keesokan harinya di polres
"bodoh, berani-beraninya kamu bikin malu papa Dev,papa nge besarin kamu bukan untuk berbuat kriminal!" geram papa Richard pada putranya itu
"maaf pah" hanya itu yang keluar dari mulut Devan
"dasar tidak berguna, apa kamu puas sekarang kamu masuk penjara dan apa kamu puas jika nanti tuan Kenzo membuat perusahaan kita hancur,apa itu yang kamu mau" ucap papa Richard lagi
disaat Richard sedang memarahi Devan tiba-tiba Kenzo muncul di belakang mereka
"ehem" ucap Kenzo berdehem
Richard dan Devan pun menoleh ke sumber suara
"tuan Kenzo " ucap pak Richard
"ngapain pria brengsek itu kesini" kesal Devan dalam hati
"tuan Kenzo tolong maafin Devan dan tolong jangan libatkan perusahaan soal masalah ini" ucap Richard memohon
"saya tidak akan melibatkan perusahaan dalam hal ini tuan karena saya orang yang profesional,tapi" ucap Kenzo menggantung
"tapi saya ingin putra anda bertanggung jawab atas perbuatannya dan mendekam di penjara, karena saya tidak ingin kalau dia menyakiti kekasih saya lagi " ucap Kenzo pada Richard
"cih kekasih?, memang nya Alen mau sama bajingan kayak kamu" ucap Devan mengejek
"tutup mulut mu berandal kecil,kalau sampai suatu saat kamu melakukan hal buruk lagi,saya tidak akan segan-segan membuat hidupmu dan keluarga mu menderita!" ucap Kenzo geram