
Alen begitu terkejut dan jantung nya dag Dig dug seperti mau loncat keluar sangking terkejutnya dengan perlakuan Kenzo padanya..
"jadi bagaimana sekarang,aku mau kamu jadi kekasihku,apa kamu bersedia sayang?" tanya Kenzo pada Alen
"tapi bukankah nona Diana sudah kembali kak,apa itu tidak menyakiti perasaannya"ucap Alen pada Kenzo
"sayang aku sudah bilang Diana sudah tidak ada tempat di hatiku lagi,dia itu masa lalu,tidak untuk di ulang lagi" ucap Kenzo jelas pada Alen
"apa benar-benar tidak apa kak" tanya Alen lagi
" tidak apa sayang" ucap Kenzo meyakinkan Alen
"jadi bagaimana aku masih nunggu jawaban kamu" ucap Kenzo lagi
"tidak ada alasan untuk Alen nolak kak Ken,Alen juga mencintai kak Ken" ucap Alen tersipu
"jadi...??" tanya Kenzo lagi
"aku mau jadi kekasih kak Kenzo" ucap Alen kemudian
Kenzo pun langsung memeluk Alen
"terimakasih sayang" ucap Kenzo
"sama-sama kak Kenzo" ucap Alen pada Kenzo
Sementara itu di sebuah rumah seseorang sedang melampiaskan kekesalannya dengan membanting semua barang-barang di rumah itu
prang
prang..
terdengar suara benda yg di lempar dengan keras
"ada apa ini" ucap seorang wanita paruh baya yang baru keluar dari kamar bersama seorang laki-laki paruh baya juga yg merupakan suami wanita paruh baya itu
mereka adalah suami istri pemilik rumah itu dan mereka terkejut ketika mendengar suara barang di lempar dengan keras
lalu mereka mencari tau sumber suara itu dan ternyata ada di ruang tengah
"apa yang kamu lakukan" ucap laki-laki paruh baya tadi dengan kesal
"ga usah ikut campur urusan ku aku lagi kesal sekarang,apa mau kalian!!" ucap seseorang yang tadi menghancurkan barang-barang di rumah itu dengan marah
seseorang itu ternyata adalah seorang wanita,yang tak lain adalah Diana yang baru pulang menemui Kenzo di kantor nya
Diana kesal karena Kenzo seperti tidak senang bertemu dengannya dia marah dan melampiaskan kekesalannya pada barang-barang di rumah
"nak,kamu kenapa,coba cerita sama mama,kamu ada masalah apa" ucap wanita paruh baya itu yang tak lain adalah ibu dari Diana yaitu Delisa
Delisa mendekati anaknya dan memeluk Diana
sementara papa nya yaitu pak Wijaya dia hanya diam dengan kesal melihat kelakuan putri nya itu
"aku kesal ma aku marah"ucap Diana yang masih dengan amarah nya
"iya apa yang membuat kamu kesal dan marah sayang?" tanya Delisa pada Diana
Diana pun menceritakan bahwa dia baru saja menemui Kenzo ke kantor nya dan dia kesal karena Kenzo seperti tidak senang ketika bertemu dengan nya
Delisa pun sedikit terkejut karena Diana menemui Kenzo
"kenapa kamu menemui nak Kenzo sayang,lebih baik kamu jangan temui dia lagi,mulai sekarang mulai lah hidup yang baru" ucap Delisa pada Diana
"ma ,aku cuma mau Ken,hanya Ken" ucap Diana dengan tatapan membunuh
"oke² baiklah kalau begitu,tapi mama mohon jangan seperti ini,mungkin Kenzo sedang ada masalah bukanya tidak senang bertemu kamu" ucap Delisa mencoba menenangkan putrinya itu
Delisa gemetar karena tatapan putrinya itu yang seakan ingin membunuhnya
"apa Ken sudah punya kekasih baru,makanya dia berubah ma" tanya Diana yang sudah sedikit tenang dari yang tadi
"entahlah nak,mama juga ga tau,lebih baik kamu tanyakan saja langsung kalau ketemu lagi" ucap Delisa pada putrinya itu
dan kemudian Diana pun mengangguk dan kemudian dia berlalu menuju ke kamarnya
"mama harap kamu tau apa yang kamu lakukan dan menyadari kesalahan kamu" gumam Delisa menatap putrinya dengan sendu.