
Semetara itu anak buah Ken baru datang ke tempat tersebut.
"kalian cepat urus dia ,dan yang lainnya ikut saya!"ucap Andra pada anak buah Ken
"BAIK BOSS"
Semua pun menjawab dengan serempak
kemudian Andra dan beberapa anak buah Ken pun kemudian memasuki hutan dan sisa nya mengurus jasad Jerome.
sementara Delena sudah menemukan Alena
Alena pun ketakutan melihat Delena yang masih membawa pistol di tangan nya
"kenapa kamu lari gadis kecil" ucap Delena menyeringai
"tolong jangan bunuh saya" ucap Alen ketakutan
"oh ya sebenarnya aku tidak berniat membunuh kamu,tapi kamu sudah membuat ku kesal gadis kecil,jadi kamu harus mati!" ucap Delena dengan amarah nya
"tidakkk,tolong jangan bunuh saya"ucap Alen berkaca-kaca
"haha jangan memohon kepada ku Alen , karena aku tidak akan lepasin kamu,oh ya ngomong-ngomong klo kamu ingin tau Jerome seperti nya sudah mati sekarang"ucap Delena menyeringai
"apa yang kamu lakukan,kenapa kamu membunuh kak Jerry " ucap Alen menangis tersedu-sedu
"itu salah nya kalau saja dia tidak menghianati ku,pasti aku masih mengampuni nyawa nya,tapi sayang sekali dia memilih mengorbankan dirinya untuk kamu" ucap Delena kesal karena Jerome membantu Alen
"tapi kamu harus nya tak membunuhnya!" ucap Alen yang masih tak menyangka Jerome pergi secepat ini padahal dia baru bertemu dengan Jerome lagi
"itu terserah aku,dan sekarang giliran kamu untuk menyusul Jerome" ucap Delena menyeringai
kemudian Delena pun ingin menembak Alen juga dengan pistol yang masih dia bawa tadi
ketika Delena ingin mengarahkan pistol itu pada Alen seseorang menghentikan nya
itu adalah Kenzo yang baru sampai di situ
"berhenti Delena!!" ucap Kenzo pada Delena
Delena dan Alen pun reflek menengok ke sumber suara tersebut
sementara Alen sangat senang melihat kedatangan Kenzo
"sayang tolong aku,dia ingin membunuh ku" ucap Alen yang masih menangis sampai mata nya lebam
"iya sayang aku sudah datang,tolong jangan menangis" ucap Kenzo menenangkan Alen
saat Kenzo ingin menghampiri Alen Delena pun mencegahnya
"berhenti di situ,jika kamu berani maju lagi aku akan menembak dia" ucap Delena sambil menunjuk Alen
"apa sebenarnya yang kamu inginkan Delena" ucap Kenzo pada Delena
"oh jadi kamu sudah tau aku Delena,wah ga nyangka bakal secepat ini kamu tau Kenzo sayang" ucap Delena tersenyum smirk
"jadi kak Kenzo juga sudah tau kalau wanita ini bukan nona Diana, hmm baguslah kalau begitu"batin Alen
"sudah cukup hentikan semua ini Delena,apa kamu tidak cukup sudah membunuh saudari kamu dan sekarang kamu ingin membunuh Alen juga" ucap Kenzo pada Delena
"hah apa yang dikatakan kak Ken?, berarti nona Diana sudah tiada dan Delena yang membunuh nya" batin Alen bertanya-tanya
"hahaha gak semudah itu sayang,kalau kamu ingin aku berhenti maka tinggalin dia,dan kamu harus menikah dengan ku" ucap Delena menyeringai
"kamu wanita gila Delena,apa yang kamu fikiran!!"ucap Kenzo dengan amarah nya
"hahaha ya aku gila,semua ini karena si bodoh Diana yang selalu dapetin apa yang dia mau"ucap Delena kesal
"Diana dapetin semua karena memang dia baik dan tulus, sementara kamu,kamu itu ingin merebut semua yang Diana punya karena kamu iri padanya" ucap Kenzo pada Delena
"hahaha kamu benar aku memang iri pada Diana sebab itu aku menghabisi nyawa Diana, karena aku ingin Diana mati Ken" ucap Delena tertawa sarkas
"jadi benar Delena sudah membunuh nona Diana " batin Alen tidak menyangka
"lalu apa yang kamu dapatkan setelah menghabisi nyawa saudari mu?" tanya Kenzo geram
"ya aku ingin semua yang dia punya termasuk kamu,tapi sayang kamu memilih gadis ini,coba saja kamu tidak menjalin hubungan dengan nya pasti aku gak mungkin membunuhnya " ucap Delena pada Kenzo
"kalau aku tidak bersama Alen pun aku gak bakal mau menjalin hubungan bersama kamu Delena,orang yang sudah tega membunuh saudari nya sendiri"ucap Kenzo yang masih geram pada Delena