
Mereka pun masih menunggu dengan khawatir sampai dokter akhirnya keluar dari ruangan itu...
"dok gimana keadaan bos Ken?" tanya Andra pada dokter yang baru keluar
"iya dok, bagaimana keadaan putra saya?" tanya mama Michelle juga yang masih memeluk Alen
"dia kehilangan banyak darah dan butuh transfusi darah segera" ucap dokter menjelaskan
"apa tak ada stok darah di RS ini dok?"tanya Andra pada dokter
"maaf tuan stok darah di RS saat ini sedang kosong dan tuan Kenzo butuh transfusi darah secepatnya " ujar dokter menjelaskan pada Andra
"kalau begitu,ambil darah saya dok,saya ibu nya"ucap mama Michelle menawarkan darahnya untuk Kenzo
"tidak bisa Tante,Tante punya riwayat penyakit,tidak baik jika mendonorkan darah Tante" ucap Andra yang memang tau kondisi kesehatan Michelle
"tapi bagaimana dengan Ken ndra?" ucap mama Michelle yang masih kekeuh mau mendonorkan darahnya
"benar kata tuan nyonya,jika nyonya ada riwayat penyakit maka nyonya tak bisa mendonorkan darah nyonya" ucap dokter pada Michelle
"lalu bagaimana dengan Ken?" ucap Michelle pada semua nya
"Leo saja ma,Leo yang akan mendonorkan darah Leo" ucap Leo pada mama nya
" kamu yakin le?" tanya mama Michelle
"tentu ma ,bang Ken saudara Leo,Leo harus membantunya" ucap Leo mantap
"baiklah, kalau begitu tuan ikut saya" ucap dokter pada Leo
" Leo makasih ya kamu mau donorin darah kamu buat kak Kenzo" ucap Alen menangis tersedu-sedu
"Alen dengar,ini sudah kewajiban ku membantu bang Ken karena dia saudara ku,sudah jangan menangis semua akan baik-baik saja "ucap Leo pada Alen
sementara itu Reyna juga menyemangati Leo
"sayang semangat ya,semua akan baik-baik saja,aku akan menemani kamu" ucap Reyna pada Leo
"baiklah sayang, terimakasih "ucap Leo pada Reyna
dokter pun membawa Leo untuk dilakukan tes , kemudian melakukan transfusi darah pada Kenzo, Reyna pun juga ikut menemani nya
"apakah semua akan baik-baik saja ma, seperti yang Leo katakan? " tanya Alen pada Michelle sendu
"tenanglah sayang, semua akan baik-baik saja,lebih baik kamu do'akan semoga Ken bisa segera sembuh "ucap mama Michelle pada Alen
"sudahlah sayang ini bukan salah kamu"ucap mama Michelle yang tidak tega pada Alen
"Tante Michelle benar dek,ini udah takdir,lebih baik kamu do'akan bos Ken" ucap Andra pada adiknya
"iya Len , jangan nyalahin diri kamu " ucap Cia menambahkan
"oh iya ini,sebelum Jerome meninggal dia menitipkan ini untuk di berikan pada kamu dek"ucap Andra sambil memberikan gelang yang tadi di titip kan Jerome padanya sebelum Jerome meninggal
Alen pun menerima gelang itu dari tangan Andra
"gelang ini....Kak Jerry " ucap Alen menangis tersedu-sedu
"ada apa ndra ,Jerry siapa, kenapa Alen menangis?" tanya Michelle pada Andra
Andra pun menceritakan siapa Jerry alias Jerome pada mama Michelle,dan mama Michelle pun mengerti,dia pun kasian melihat Alen,mungkin Alen begitu terpukul atas meninggalnya Jerome karena Jerome merupakan sahabat nya dan saat ini kondisi Kenzo yang sedang kritis.
Setelah melakukan transfusi darah,dokter pun keluar untuk mengabari mereka bahwa Kenzo sudah melewati masa kritis nya
mereka semua pun bersyukur Kenzo bisa selamat
"apakah saya bisa melihat kondisi putra saya dok?" tanya mama Michelle
"saat ini pasien masih dalam pemulihan dia juga belum sadar sepenuhnya,lebih baik menunggu beberapa jam sampai pasien sadar,baru kalian bisa menjenguk nya satu persatu"ucap dokter menjelaskan
"baiklah kalau begitu terimakasih dok" ucap mama Michelle
"ma aku ingin lihat kak Ken ma" ucap Alen sendu
"tunggu sebentar lagi ya sayang,nanti kamu juga bisa menjenguk Ken,tapi kamu tau kan apa yang tadi di bilang dokter" ucap mama Michelle pada Alen
"iya dek,kamu tunggu dulu ya "ucap Andra pada Alen
Alen pun akhirnya mengerti dan menunggu bersama mama Michelle dan Cia
sementara itu Andra sedang menerima telvon dari seseorang...
Hai para pembaca kesayangan author, gimana ceritanya seru gak?
kalau seru jangan lupa komen ,like dan follow author ya biar author semangat nulis nya
Terimakasih 🥰