
Kenzo pun hanya tersenyum sinis melihat Devan
"duduk!" ucap papa Richard pada Devan lagi
Devan pun kemudian duduk menuruti papanya
"papa mau bicara sama kamu,apa benar kemarin kamu memukul seorang gadis!" tanya papa Richard pada Devan
"itu tak sengaja pa,harusnya dia yang kena bukan Alen" ucap Devan menunjuk Kenzo
Kemudian Devan menurunkan tangannya lagi
"Devan, papa tidak pernah mengajarkan kamu untuk berbuat kekerasan ,lalu kenapa kamu melakukan itu!" tanya papa Richard
"Dev sudah bilang,Devan ga sengaja pah"ucap Devan membela diri
"papa ga mau tau kamu harus minta maaf tuan Kenzo dan kekasih nya yang kamu pukul kemarin" ucap papa Richard
"hahaha kekasih?? ,tapi Alen bukan kekasih dia pah dan Dev ga mau minta maaf sama ni orang" ucap Devan kesal
"Devan!!" bentak papa Richard
"sudahlah tuan Riccard kalau dia tak mau minta maaf ,saya juga mau permisi "ucap Kenzo
"Devan cepat minta maaf,atau papa cabut semua fasilitas kamu" ancam papa Richard
"memangnya dia siapa sih sampai papa tega sama anak sendiri" ucap Devan kesal
"dia tuan Kenzo CEO Afredo group perusahaan yang jauh di atas perusahaan papa,kalau kamu terus bersifat seperti ini bisa-bisa perusahaan kita yang kena imbasnya karena masalah ini,jadi papa mohon sama kamu agar minta maaf sama tuan Kenzo" ucap papa Richard
Devan yang kasian melihat papanya pun akhirnya membuang egonya dan meminta maaf pada Kenzo
"maaf " ucap Devan
"apa kamu bilang saya tidak dengar" ucap Kenzo pura-pura tidak mendengar kan
"gue bilang gue minta maaf"ucap Devan
kemudian Kenzo pun mendekati Devan dan berbisik
"ini belum seberapa bro ,gue harap Lo jangan pernah dekati Alen lagi,Alen itu milik saya ,kalau Lo masih mau hidup enak inget kata-kata gue ini ,faham!" bisik Devan kemudian dia mendekati papa Richard
sementara itu Devan mengepalkan tangannya geram dengan perkataan Kenzo.
"tuan Richard kalau begitu Kenzo pamit dulu ya,masih ada urusan di luar" ucap Kenzo berpamitan pada papa Richard
"iya tuan Kenzo , sering-seringlah berkunjung kesini,saya senang jika rumah saya kedatangan CEO muda dan sukses seperti tuan ini dan maafin sikap anak saya tadi" ucap papa Richard
sementara itu Devan pun berlalu menuju ke kamarnya
"Devan kamu mau kemana?" tanya papa Richard
"Devan mau tidur" ucap Devan menuju ke kamarnya
sementara itu Kenzo yang berada di dalam mobil pun tersenyum puas karena sudah memberikan pelajaran pada Devan
"makanya jangan bermain-main dengan Kenzo" gumam Kenzo kemudian melajukan mobilnya
Sementara itu Alen dan ibunya sedang berada di rumah Andra
"gimana len,Bu,kalian suka ga rumahnya"tanya Andra pada Alen dan Bu Ratih
"Alen suka kak, rumah ini besar sekali" ucap Alen kagum dengan rumah Andra yang hampir sama besarnya dengan rumah Kenzo
"iya nak ibu juga suka ,ini besar sekali" ucap ibu Ratih
"baguslah kalau kalian suka,Andra harap kalian nyaman disini" ucap Andra tersenyum tulus
"biii" panggil Andra kepada pembantu di rumahnya
"iya tuan Andra,ada yang bisa saya bantu"tanya bibi pada Andra
"ah iya Len,Bu ini bi Ningsih dia yang mengurus rumah ini,kalau kalian butuh apa-apa panggil saja bi Ningsih"ucap Andra
"iya non,nya kalau ada apa-apa saya siap membantu kalian" ucap bi Ningsih
"oh iya bi ini Alen adik aku dan ini ibu aku bu Ratih" ucap Andra
"benarkah jadi nyonya adalah ibu tuan Andra" ucap bibi terkejut
"iya Bi saya ibunya Andra" ucap ibu Ratih tersenyum sopan
"ya sudah kalau begitu bibi tolong anterin mereka ke kamar nya ya" ucap Andra pada bibi
kemudian bibi pun mengantar Alen dan ibu Ratih ke kamar yang sangat besar
"oh iya ini kamar ibu Ratih,kalau kamar nona Alen mari saya antar" ucap bibi Ningsih
kemudian mengantarkan Alen menuju ke kamarnya
"nah ini kamar nona Alen" ucap bibi Ningsih pada Alen
Alen pun kagum melihat kamar yang indah sama indahnya dengan kamar ibunya tadi apalagi kamar ini juga besar