
dan kemudian Alen pun bergegas membuatkan kopi buat Kenzo
setelah itu Alen mengantarkan kopi itu pada Kenzo ke ruangan nya
"ini kopi nya tuan " ucap Alen pada Kenzo
" makasih " ucap Kenzo
" iya tuan,kalau begitu saya mau kembali bekerja dulu" ucap Alen
" tunggu" ucap Kenzo menghentikan Alen
"iya tuan,ada apa?" tanya alen
"besok saya ada acara sama klien saya ,besok saya mau kamu temani saya" ucap Kenzo
"saya?, kenapa harus saya tuan,kenapa tidak sama tuan Andra sekertaris tuan?" tanya Alen
"Andra sedang sibuk mengurus hal lain,jadi saya minta kamu temani saya" ucap Kenzo
"tapi tuan,saya cuma og di sini,mana pantas saya menemani bos seperti tuan" ucap Alen
"sudah jangan tapi-tapian ,ga ada penolakan,kamu harus ikut saya,ini perintah" ucap Kenzo
"baiklah tuan ,besok jam berapa saya harus ikut tuan"tanya alen
"besok sore,kamu harus siap-siap jangan permalukan saya di depan klien saya" ucap Kenzo
"baik tuan" ucap Alen
"ya sudah lanjutan pekerjaan kamu" ucap Kenzo
" iya tuan saya permisi" ucap Alen kemudian berlalu meninggalkan Kenzo
sore harinya di kantor Kenzo Reyhan menemui Kenzo
"gimana bro udah lu cari tau" tanya Kenzo
" udah Ken,dan lu tau ternyata Alen itu teman adek gue" ucap Reyhan
"maksud lu Alen teman Reyna??" tanya Kenzo terkejut
"yups 100 buat lu,waktu kemaren gue ke kampus Alen gue ketemu adek gue dan dia bilang dia teman nya Alen ,dan setelah itu gue gue lihat emang Alen kuliah di kampus itu ,dan yang gue tau waktu gue nyari informasi pada dewan kampus mereka bilang Alen itu termasuk murid yang berprestasi di kampus itu dan dia mendapatkan beasiswa,dan juga beasiswa itu dari perusahaan lu Ken" ucap Reyhan menjelaskan
"oh begitu ya ,okay Han thanks infonya" ucap Kenzo
"yah santuy,ya udah kalo gitu gue lagsung balik,tar sore ada penerbangan soalnya" ucap Reyhan
kemudian Reyhan pun berlalu meninggalkan kantor Kenzo
keesokan harinya pagi-pagi di rumah Alen ibunya memanggil Alen
"Len,sini nak" ucap ibu Alen
" iya Bu ,ada apa?" tanya Alen
" ini buat kamu" ucap ibu
"apa ini Bu "tanya Alen sambil melihat paper bag itu
" buka aja Len" ucap ibu tersenyum
Alen pun kemudian membuka paper bag yang cukup besar itu
" hah baju,sama hills?" tanya Alen heran
" ini ibu dapat dari mana , kelihatan nya mahal" tanya Alen
" tadi ada seorang pria membawakan ini buat kamu, katanya kamu harus pakai ini nanti sore " ucap ibu tersenyum
Alen pun mengingat bahwa dia ada acara dengan bos nya Kenzo sore ini,apa kah itu Kenzo yang mengirimkan nya baju ini ,lalu bagaimana Kenzo tau aku tinggal di sini?
"ah iya aku baru ingat dia kan pernah mengantar ku pulang" gumam Alen dalam hati
ketika Alen sedang sibuk melamun ibunya mengagetkan nya
" Len,kenapa ngelamun gitu" tanya ibu
"ah engga Bu,Alen cuma mikirin sesuatu tadi" ucap Alen
" udah len jangan terlalu berfikir gitu,ya sudah ibu ke dapur dulu ya " ucap ibu Alen kemudian berlalu
kemudian Alen pun menemukan kertas di dalam paper bag tersebut dan membaca isinya
"kamu harus datang memakai gaun itu sore ini,jangan terlambat pukul 4 sore saya jemput kamu,hari ini kamu ngak perlu bekerja dulu
ingat jangan telat !"
Kenzo
itu lah tulisan yang ada dalam kertas tersebut
"Ais sungguh CEO yang menyebalkan"ucap Alen kesal