
"Ais sungguh CEO yang menyebalkan"ucap Alen kesal
sore harinya Alen pun mengunakan gaun itu sementara Kenzo duduk sambil menunggu Alen di rumah Alen
"silahkan di minum nak Kenzo" ucap ibu Alen
" terima kasih Bu" ucap Kenzo sopan
"tunggu dulu ya,Alen siap-siap dulu" ucap kenzo
setelah itu Alen pun keluar menemui Kenzo dan Kenzo pun terpana melihat Alen yang sangat cantik menggunakan gaun yang ia berikan pada Alen
Alen yang melihat Kenzo menatapnya pun menjadi grogi
setelah beberapa saat akhirnya Kenzo pun sadar dari lamunannya
"ehmm baiklah kalau gitu ,mari ikut saya" ucap Kenzo kemudian Kenzo pun juga berpamitan pada ibu Alen ,dan Alen pun juga berpamitan pada ibunya
" ibu saya ijin bawa putri ibu ya" ucap Kenzo
" iya nak Kenzo hati-hati" ucap ibu tersenyum ramah
"iya Bu"
kemudian Kenzo pun mencium tangan ibunya Alen
" ya udah Bu ,Alen pergi dulu ya" ucap Alen kemudian mencium pipi ibunya dan mencium tangan ibunya
"hati-hati nak ,jaga diri baik-baik" ucap ibu Alen
" pasti ibu" ucap Alen
kemudian Alen pun ikut Kenzo menuju ke cafe tempat Kenzo menemui klien nya
disaat mereka di mobil mereka hanya diam tidak berbicara banyak sampai mereka pun tiba di kafe tersebut
"Ayuk Len kita masuk" ucap Kenzo
dan Alen pun kemudian memasuki cafe tersebut bersama Kenzo sementara itu seorang pria bersama seorang wanita tengah menunggu mereka di cafe tersebut
"hai Ken,lama tidak bertemu" ucap pria itu menjabat tangan Kenzo
Kenzo pun juga menjabat tangan pria tersebut, setelah selesai berjabat tangan pria itu menyuruh Kenzo dan Alen untuk duduk
" gue baik " ucap Kenzo singkat
"siapa dia,apa dia cewek lu,oh ya dan apakah lu sudah move on dari Diana" ucap Gery yang membuat Kenzo mengepalkan tangannya dan Alen pun yang melihat Kenzo jadi bergidik ngeri
"gue kesini cuma mau bahas kerjasama jadi jangan basa-basi dan jangan membahas tentang wanita itu" ucap Kenzo menatap tajam Gerry dengan mata elang nya itu
" oke oke santai bro ,kalau gitu lupakan yang tadi ,kita mulai bahas kerjasama kita " ucap Gerry
"Siapa itu Diana ,apa dia mantan kekasih tuan Kenzo,tapi kenapa tuan Kenzo sangat marah ketika mendengar nama itu ,ah sudahlah apa yang aku fikiran ini " ucap Alen dalam hati
setelah acara itu selsai Kenzo segera mengajak Alen pergi dari cafe tersebut selama perjalanan Alen masih memikirkan kenapa tiba-tiba Kenzo marah saat mendengar nama seseorang yang bernama Diana itu.
"kamu mau kemana Len" tanya Kenzo sementara Alen sibuk melamun
tiba-tiba Kenzo menghentikan mobilnya secara mendadak membuat Alen kaget
kemudian Kenzo pun memojokkan Alen ke kursinya dan mengunci pergerakan Alen
"dengar Alen,aku paling ga suka kalau seseorang mengabaikan ku disaat aku sedang berbicara" ucap Kenzo menatap tajam Alen
" ma maaf tuan,saya tidak akan mengulangi nya lagi" ucap Alen terbata
"memangnya apa yang menggangu fikiran kamu ,sehingga melamun seperti tadi" tanya Kenzo
" bukan apa-apa kok tuan" ucap Alen gugup
" jangan bohong ,cepat katakan" ucap Kenzo
"saya memikirkan perkataan tuan Gerry" ucap Alen
" perkataan yang mana" tanya Kenzo heran
"tentang nona Diana" ucap Alen sedikit takut
"hemmm sudahlah lupakan saja " ucap Kenzo kemudian kembali duduk ke tempat nya dan kembali mengemudikan mobilnya sampai ke rumah Alen
"kamu pulang saja,jangan lupa besok kembali bekerja,dan lupakan soal tadi ,maaf saya gak bisa mengantar mu sampai ke dalam,sampaikan salam saya pada ibu kamu,saya langsung pulang"ucap Kenzo
setelah itu Alen pun turun dari mobil Kenzo
kemudian Kenzo pun segera melajukan mobilnya meninggalkan rumah Alen.