
sementara itu Andra sedang menerima telvon dari seseorang...
"baik aku segera kesana" ucap Andra di telvon
Kemudian dia menutup telvon itu
"siapa ndra?" tanya mama Michelle
"ini dari klien Tant,oh iya Andra mau pergi dulu Tante mau ngurus sesuatu yang penting,mungkin nanti Andra balik lagi kesini klo udah selesai" ucap Andra sopan
"iya gapapa ndra kamu pergi aja klo memang penting"ucap mama Michelle pada Andra
"iya sayang kamu selesaikan dulu urusan kamu" ucap Cia pada Andra
"baiklah kalau begitu"ucap Andra kemudian mencium kening Cia dan mencium tangan mama Michelle
kemudian dia mendekati adiknya
"dek jangan nangis lagi ya ,bentar lagi bos Ken sadar kok" ucap Andra kemudian mengelus kepala adiknya itu
"iya kak makasih ya" ucap Alen berkaca-kaca
"ya udah kakak ada urusan,kakak mau pergi sebentar,kamu sama Tante Michelle dan Cia ya"ucap Andra pada adiknya
"iya kak Alen gapapa kok,kakak hati-hati"ucap Alen pada Andra
"ya sudah aku pergi dulu ya" ucap Andra pada semua nya
"iya sayang hati-hati" pesan cia pada Andra
"iya ndra " tambah mama Michelle
Setelah itu Andra pun pergi menemui seseorang yang tak lain adalah anak buah ken yang tadi membawa Delena mereka juga membawa ayah dan ibu Delena
Delena di ikat oleh anak buah Ken, sementara ibu dan ayah nya hanya di pegang oleh para anak buah kenzo
"wanita licik,berani nya kamu membodohi kita semua!" ucap Andra geram pada Delena
"kamu sudah membuat adik ku dalam bahaya, kamu juga sudah membuat bos Ken kritis,apa sebenarnya maumu hah!!" teriak Andra pada Delena
"hahaha bagus kalo gitu,harusnya mereka mati!!" ucap Delena tertawa sarkas
Plak!
"kamu fikir kamu siapa Delena,kamu hanya beruntung wajah mu mirip Diana,tapi sangat di sayangkan kelakuan kamu sangat berbeda dengan nya!" ucap Andra berapi-api
"cih jangan sebut gadis bodoh itu di depanku,aku muak mendengar nya!" ucap Delena kesal
Plak!
sekali lagi tamparan mendarat di pipi Delena
"Delena sudah jangan memancing kemarahan pak Andra!" teriak Wijaya pada putrinya itu
"iya nak,lebih baik kamu diam dan akui saja semua kejahatan kamu " ucap Delisa menambahkan
"diam kalian,ini semua salah kalian kenapa Diana selalu lebih baik dari aku!"ucap Delena dengan amarah nya
Andra pun kemudian mendekati pak Wijaya
"tuan Andra tolong lepaskan kami,kami hanya ingin hidup tenang sekarang,jika anda menginginkan Delena bawa saja gadis kejam itu" ucap pak Wijaya memohon pada Andra
"saya akan melepaskan kalian jika kalian mau bersaksi di kantor polisi tentang kejahatan Delena,tapi saya tidak akan melepaskan Putri kalian begitu saja,dia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya " ucap Andra pada mereka
"baik tuan,apapun itu saya dan istri saya hanya ingin ketenangan sekarang" ucap pak Wijaya
"Delena dengar apa yang mereka katakan"ucap Andra melirik Delena
"kalian berdua tidak berguna,seharusnya dulu aku menghabisi kalian juga biar kalian menyusul putri kesayangan kalian itu!"ucap Delena pada kedua orangtuanya nya
"Delena maafkan ibu,tapi kamu harus mempertanggungjawabkan perbuatan kamu, karena perbuatan kamu sudah menghilangkan nyawa banyak orang" ucap Delisa pada putrinya itu
bagaimana pun Delena adalah putri nya,dia hanya berharap Delena bisa berubah tapi sudah terlambat sekarang,mungkin Andra akan menghabisi nya sekarang
"sudahlah Bu,Delena bukan putri kita lagi ,dan berhenti lah menangis untuk orang jahat seperti dia"ucap pak Wijaya menenangkan istrinya
"kalian bawa mereka kembali ke rumah,dan awasi mereka sampai mereka bersaksi di kantor polisi,mungkin setelah bos Ken pulih"ucap Andra pada anak buah Ken
"baik boss!"jawab mereka serentak
mereka pun mengikuti apa yang di perintahkan oleh Andra dan membawa pak Wijaya dan Delisha kembali ke rumah nya.