My Pilot My CEO

My Pilot My CEO
Perasaan Devan



"saya tidak mau kejadian seperti itu lagi terulang dan berikan saya semua data mahasiswi yang membully gadis itu segera" ucap Andra


kemudian rektor kampus pun segera menggambil data milik Sherly dan teman-temannya dan memberikan nya kepada Andra


"baiklah kalau begitu saya permisi, terimakasih sudah membantu" ucap Andra


"iya tuan sama-sama,tapi saya tidak akan di pecat kan Tuan" tanya rektor kampus ketakutan


"hemm anda tidak akan di pecat ,tapi saya tidak mau kejadian seperti tadi terulang lagi ,saya harap tidak ada mahasiswa atau mahasiswi yang membully seseorang lagi di kampus ini dan anda lebih memperhatikan murid-murid anda"ucap Andra


"terimakasih banyak tuan,saya akan berusaha lebih memperhatikan murid-murid saya" ucap rektor kampus


"iya sama-sama" ucap Andra kemudian berlalu meninggalkan kampus dan menuju ke Afredo group


Andra pun menuju ke ruangan Kenzo dia memperlihatkan rekaman pada Kenzo


dan menyerahkan data tentang mahasiswi yang membully Alen pada Kenzo


Kenzo yang melihat itu pun geram


"besok ikut gue ke kampus Alen ndra dan hubungi orang tua mahasiswi yang bernama Sherly ini dan juga orang tua dari teman-temannya"ucap Kenzo


"baik boss" ucap Andra


Keesokan harinya Alen berangkat ke kampus seperti biasanya dan dia bertemu dengan Devan


"hai Len" ucap Devan


"emm hai juga Van,eh gue ke kelas dulu ya" ucap Alen menghindari Devan


Devan pun yang melihat Alen menghindari nya langsung mencegah Alen


"ga kok Van siapa yang ngindar in kamu" ucap Alen


"lalu kenapa kamu tidak seperti biasanya,apa kamu takut pacar kamu tau" ucap Devan yang membuat Alen binggung


"pacar?,pacar siapa sih Van,aku ga punya pacar" ucap Alen


"lalu siapa laki-laki yang membawa kamu masuk mobil kemarin" tanya Devan pada Alen


"laki-laki?"tanya Alen heran dan kemudian berfikir


"apa yang di maksud Devan ,tuan Kenzo ya,apa dia ngelihat gue bersama tuan Kenzo dan apa dia mengira bahwa tuan Kenzo adalah pacar gue ya" ucap Alen dalam hati


"Len jawab kenapa ngelamun" ucap Devan yang melihat Alen sedang melamun


"eh iya maaf Van ,dia bukan siapa-siapa gue kok" ucap Alen


"lalu kenapa kamu menghindari aku?" tanya Devan


"itu bukan urusan lu Van,lebih baik lu jangan Deket sama gue ,gue cuma mau fokus sama kuliah gue ,lebih baik lu sama Sherly aja " ucap Alen pada Devan


"tapi Len aku ga suka sama Sherly,aku suka nya tu sama kamu Len ,kenapa kamu dari dulu tidak pernah peka sama perasaan ku Alena ,dan soal Sherly jangan pernah perduli kan kata-kata dia Len"ucap Devan mengungkapkan perasaan nya


"hemm sorry Van ,tapi gue pengen fokus belajar dulu di kampus ini,gue juga ga mau Sherly makin benci sama gue gara-gara lu Deket sama gue"ucap Alen


"sudah aku bilang Len kamu jangan perduli kan Sherly,dan aku juga akan menjaga kamu di kampus ini Len supaya Sherly tidak menganggu kamu" ucap Devan


"tapi gue ga bisa Van,gue harap lu ngerti " ucap Alen


disaat Devan dan Alen masih mengobrol tiba-tiba mereka melihat mahasiswa dan mahasiswi kampus yang berlarian menuju ke gerbang kampus....