
Mereka pun mengikuti apa yang di perintahkan oleh Andra dan membawa pak Wijaya dan Delisha kembali ke rumah nya.
sementara Delena masih di tahan oleh Andra
"kalian jaga dia,jangan sampai dia melarikan diri,atau ku patahkan kaki kalian satu persatu" ucap Andra pada anak buah yang lain
mereka pun mengiyakan permintaan Andra karena mereka juga takut kalau Andra akan mematahkan kaki mereka,
mereka juga tau kalau sebenarnya Andra juga sangat sadis seperti Kenzo kalau menyangkut seseorang terdekat nya
setelah itu Andra kembali ke rumah sakit,tapi bukan untuk menemui Alen dan yang lainya melainkan masih ada sesuatu yang harus di urus oleh nya
dia pun pergi ke sebuah ruang jenazah,dan di ruangan itu terdapat jasad Jerome
lalu Andra pun mengambil sebuah kartu nama di saku Jerome , seperti yang Jerome bilang sebelumnya Andra harus pergi ke apartemen nya untuk mengambil data tentang kejahatan Delena
setelah mengambil kartu nama itu,Andra pun segera pergi ke alamat yang tertera di kartu nama tersebut,tapi sebelum itu Andra menyuruh para petugas untuk mengurus jenazah Jerome supaya Jerome di kubur kan dengan layak karena Andra yakin Jerome sebenarnya orang yang baik,dia juga berjasa karena ikut membantu menyelamatkan adik nya dan mengorbankan nyawa nya , walaupun dia bilang dia sebelumnya adalah anak buah Delena,tapi Andra tidak masalah dia menghargai kebaikan Jerome untuk Alen
setelah itu Andra pun sampai ke alamat yang di tuju yaitu apartemen Jerome,dia pun segera mencari data-data yang menurut nya penting.
sementara itu di rumah sakit Kenzo sudah mulai membuka mata nya
dan dokter segera memeriksa nya
setelah itu dokter memberi tau Alen dan yang lain nya bahwa Kenzo sudah siuman
mereka pun di minta untuk masuk satu persatu untuk menemui Kenzo karena dokter hanya mengizinkan satu persatu untuk masuk,karena pasien baru saja siuman dari masa kritis nya
mereka semua pun mengerti dan masuk satu persatu
mama Michelle dan Cia menyuruh Alen untuk masuk lebih dahulu , karena mereka kasian melihat Alen yang terus menangis karena khawatir pada Kenzo.
"sayang kamu masuk dulu ya,nanti setelah itu baru mama dan Cia" ucap mama Michelle pada Alen
"memang nya gapapa ma?" tanya alen sendu
"iya Len bener kata mama,mungkin kak Ken butuh kamu sekarang" ucap Cia menambahkan
"baiklah kalau begitu aku masuk dulu ya ma,ci" ucap Alen pada mereka kemudian dia segera masuk ke ruangan Kenzo
saat ini Alen berada di sebelah Kenzo dengan mata yang sembab karena kebanyakan menangis
"sayang,sudah jangan nangis lagi ok,aku udah gapapa kok"ucap Kenzo menenangkan Alen
"aku ga nangis kok siapa bilang aku nangis" ucap Alen menyangkal nya
"oh ya jadi gak nangis nih"goda Kenzo pada Alen
"gak kok"ucap Alen gugup
"ah begitu ya,ya sudahlah kalo gitu, ternyata kamu gak khawatir sama aku" ucap Kenzo berpura-pura merajuk
Alen yang mendengar itu pun lagsung menangis memeluk Kenzo
"kamu jahat,kenapa kamu ngelindungin aku,harusnya aku yang ada di posisi kamu" ucap Alen menangis tersedu-sedu
"hei sayang sudah jangan nangis itu sudah tugas ku melindungi kamu" ucap Kenzo pada Alen
"kamu tau aku khawatir sama kamu, harusnya jangan lakuin itu" ucap Alen pada Kenzo
"terus aku harus biarin pacar aku terluka gitu?" tanya Kenzo pada Alen
sementara Alen hanya diam dan masih menangis
Kenzo pun memegang bahu Alen dan menatap Alen yang tadi memeluknya
"hei sayang dengerin aku,kamu tau, bagi ku keselamatan kamu paling penting buat aku,aku gak mau kehilangan kamu,lebih baik aku yang terluka daripada membiarkan kamu terluka,aku sayang kamu" ucap Kenzo sambil mengusap air mata Alen
"jadi sudah jangan menangis,ini cuma luka kecil kok" ucap Kenzo pada Alen