
tutttttt.....tutttt
panggilan terputus
"akh shitt bagaimana ini" ucap Andra frustasi
sementara Kenzo yang sudah selesai dari makam Diana pun menghampiri Andra
"ada apa ndra,kenapa ko kelihatan cemas" tanya Kenzo pada Andra
"bos Alen" ucap Andra khawatir
"Alen kenapa ndra??" tanya Kenzo
"Alen dalam bahaya,kita harus segera menyelamatkan nya" ucap Andra pada Kenzo
setelah mendengar itu pun Kenzo segera masuk mobil
"ndra tinggalin mobil kamu disini kamu ikut sama saya" ucap Kenzo pada Andra
Andra pun langsung masuk ke mobil Kenzo
Andra juga mengemudikan mobil itu dengan sangat cepat
sementara itu Jerome sedang membuat rencana untuk mengulur waktu,dia pun menemui Delena
", Nona ada yang ingin saya bicarakan"ucap Jerome pada Delena
"apa itu, cepat lah aku gak punya banyak waktu untuk mendengarkan mu,aku ingin segera menghabisi gadis kecil itu" ucap Delena tersenyum smirk
"ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda" ucap Jerome berbohong untuk mengulur waktu
"siapa?,jika tidak ada yang penting kamu saja yang menemui nya, bilang padanya aku sibuk" ucap Delena sambil menyisir rambutnya
Jerome pun segera mencari alasan lain
"tidak bisa nona,dia ingin bertemu dengan anda,mungkin dia akan memberi cara mendapatkan hati tuan Kenzo" ucap Jerome membawa nama Kenzo supaya Delena mau mendengar kan, karena hanya ini satu-satunya cara,karena Jerome tau Delena terobsesi dengan Kenzo
"benarkah?, baiklah kalau begitu aku akan menemui nya"ucap Delena tersenyum puas
"iya nona,dia minta anda menemui nya di alamat ini"ucap Jerome memberikan alamat yang jarak nya cukup jauh sehingga bisa mengulur waktu
"lumayan jauh,tapi tak apa,oh ya Jerome jaga gadis itu jangan sampai dia melarikan diri" ucap Delena memperingatkan
"baiklah aku akan pergi sekarang" ucap Delena kemudian
setelah memastikan kepergian Delena,Jerome pun segera menemui Alen
Jerome pun masuk ke gudang dimana Alen di sekap
"si-siapa kamu,apa kamu mau membunuh saya"ucap Alen yang ketakutan saat seorang pria masuk ke ruangan itu
dia berfikir orang itu adalah suruhan Delena untuk membunuhnya
tiba-tiba seseorang yang tak lain adalah Jerome itu memeluk Alen,Alen mencoba memberontak karena dia sangat ketakutan
"lepaskan saya,tolong jangan sakiti saya" ucap Alen sambil menangis
"tenanglah aku disini untuk membebaskan kamu,apa kamu tidak mengenali ku" ucap Jerome sendu
"apa maksud kamu,kamu siapa,aku bahkan baru bertemu kamu " ucap Alen takut
"Alena ,kamu serius kamu melupakan aku?" tanya Jerome pada Alen
Alen pun mencoba mengingat ingat
"nama itu ,kak Jerry?,kamu kak Jerry??" tanya Alen pada Jerome
Jerome pun mengangguk
"kak Jerry , tolong Alen kak Alen takut"ucap Alen ketakutan
Jerome pun melepaskan ikatan Alen juga pak supir yang diikat di sebelah nya dan menyuruh pak supir untuk segera melarikan diri secepatnya,karena Jerome yang akan membawa Alen nantinya
"kamu aman sekarang,oh ya maafin kakak,kakak baru tau kalau kamu Alena,dan Delena menculik kamu,kalau aku tau dari awal aku gak akan membantu Delena" ucap Jerome menyesal
"tidak apa-apa kak yang penting kak Jerry udah ada disini,Alen takut jika Delena benar-benar akan membunuh Alen,oh ya kakak tau dari mana kalau aku Alena?" tanya Alen pada Jerome
"aku menyuruh seseorang untuk mencari data tentang kamu, karena setelah ku ingat-ingat wajahmu begitu familiar,dan mata teduh mu masih sama Alena, kamu gak berubah sama sekali " ucap Jerome pada Alen sambil mengusap air mata Alen
"begitu kah kak?" tanya Alen
"iya Alena,kita tidak punya banyak waktu sekarang kamu harus segera pergi dari sini sebelum Delena kembali