My Pilot My CEO

My Pilot My CEO
Wanita Licik



"enggak sayang,kamu jangan mikir kayak gitu,mending sekarang kita sama-sama nyari Arden"


disaat mereka sedang sibuk mencari Arden pun sebuah nomor tidak di kenal menelvon Dimas


๐Ÿ“ฑ:"hallo siapa ini" ucap Dimas di telvon


๐Ÿ“ฑ:"hai dokter Dimas tersayang,apa kamu sudah melupakan suaraku?"ucap seseorang di seberang telvon


๐Ÿ“ฑ:he-helena ini kamu Helena kan??"


ketika Dimas menyebut nama Helena ,semua yang ada di situ pun terkejut,kenapa Helena menelvon Dimas,ada apa sebenarnya


Dimas pun meload speaker panggilan itu supaya semua orang dapat mendengar nya


"hahaha tepat sekali"ucap Helena tertawa sarkas di sebrang telvon


"apa yang kamu mau Helena ,kenapa kamu menelvon ku!"ucap Dimas geram


begitupun dengan semua orang yang ada di situ mereka juga geram kenapa saat seperti ini Helena malah menelvon Dimas


"ouch ouch ouch dokter Dimas tersayang,pasti sekarang anda sedang mencari putra kesayangan anda ya"tebak Helena sambil tertawa cekikikan di telvon


"apa maksud kamu,kenapa kamu bisa tau,atau jangan-jangan kamu yang membawa Arden!"geram Dimas pada Helena karena Helena terlalu bertele-tele


"haha kamu sudah tau jawabannya bukan"ucap Helena dengan Santainya


Renita yang mendengar itu pun begitu terkejut kenapa Helena tega menculik putra nya


"apa yang kamu katakan Helena,kenapa kamu menculik Arden"tanya Renita pada Helena yang masih di anggap sahabatnya itu


"ma-maksud kamu apa hel,bukanya kita sahabat,tapi kenapa kamu culik anakku?" tanya Renita lagi dia tidak menyangka Helena begitu tega padanya


"cih sahabat kamu bilang,sahabat macam apa kamu,kamu sudah merebut Dimas dari aku,apa itu yang di sebut sahabat?"ucap Helena tak tau malu


"stop Helena,Renita tidak pernah merebut aku dari kamu,aku tekankan sekali lagi aku memang tidak ada hubungan sama kamu,bahkan aku tak pernah menyukai kamu Helena,dan aku hanya mencintai Renita karena dia itu orangnya baik dan tulus!" ucap Dimas menekankan


"oh ya begitukah? , baik lah jika aku gak bisa dapetin kamu dim,maka sebagai gantinya aku akan mengambil putra kesayangan kamu ini,bukankah itu adil" ucap Helena menyeringai


"jangan apa-apa in Arden hel aku mohon"ucap Renita menangis di sebrang telvon


"tenang aja Renita aku hanya mengambil milik kamu seperti kamu mengambil Dimas dari aku"


"**** wanita gila, kembalikan Arden pada kami!"geram Dimas pada Helena yang tak tahu malu itu


Tut Tut.....


Helena lagsung mematikan panggilan telvon itu


"shitt bagaimana ini, bagaimana kita bisa menemukan wanita licik itu"ucap Dimas sambil mengusap kasar wajah nya


"bagaimana ini ,ini sudah malam Arden pasti ketakutan" ucap Renita cemas sambil menggendong Aretha yang sudah tertidur lelap di gendongan nya


"lebih baik kita mencari dimana dokter Helena membawa Arden"ucap Alen memberi saran


"tapi rumah Helena berganti-ganti Len ,kita gak tau Helena tinggal di mana sekarang,di RS pun dia gak pernah cerita apapun" jelas Renita pada Alen