My Lost Love

My Lost Love
Episode 31



Aku memberitahu kan Ibu bahwa tamu nya Vanno yaitu Pak Arga ingin berkenalan dengan Ibu. Aku berpikir betapa sopan nya Pak Arga mau berkenalan dengan orang tua teman nya. Tapi kenapa tiba-tiba ya. Kembali ku


teringat alasan apa yang membuat Pak Arga tergerak untuk berkunjung ke rumah. Hanya mau berkenalan dengan Ibu? Atau hanya sekedar kunjungan biasa, kunjungan antar teman.


Aku menghela nafas tak menemui apa alasan Pak Arga berkunjung malam ini. Aku menggelengkan kepala ku untuk menghilangkan rasa penasaran ku itu. Ku coba berpikir, bahwa Pak Arga sedang menguatkan tali pertemanan dengan Vanno dengan saling berkunjung.


Untung saja Ibu belum berangkat istirahat dan tentu saja beliau sangat senang bila ada yang ingin berkenalan dengan nya. Ibu menghampiri Vanno dan Pak Arga yang berada di ruang tamu. Pak Arga mengenalkan diri nya pada Ibu. Terjadi lah perbincangan antara mereka bertiga. Aku hanya mendengarkan apa saja yang mereka perbincangkan. Cerita mengenai perteman nya dengan Vanno. Pekerjaan nya dan seterusnya.


Kemudian Pak Arga menerangkan bahwa aku adalah rekan kerja nya di kantor. Beliau mencerita kan juga ketika aku menolong nya mencarikan obat ketika dia sakit serta mengemudikan mobilnya untuk pulang ke Jakarta.


Aku hanya bisa tersenyum mendengar perkataan Pak Arga. Ibu sesekali menoleh pada ku dan tersenyum. Di sela perbincangan Ibu teringat untuk menawarkan makan malam kepada Pak Arga.


“Oalah Ibu lupa ini, kok ya sudah malam. Nak Arga sudah makan malam belum? Kamu juga Vanno belum makan malam tho? Ayo pada makan dulu.”


Ibu berkata pada Pak Arga serta Vanno


“Oh iya Bu. Sudah makan malam belum Ga? Yuk bareng sama gua, kebetulan belum makan malam nih.”


Vanno mengajak Pak Arga untuk makan malam sambil mengelus perut nya yang belum di isi makan malam.


“Heeee…i-iiya bu, makasih.”


Pak Arga menjawab serta menyeringai dan menganggukkan kepala nya tanda setuju atas penawaran makan malam dari Ibu.


Aku pun segara bangkit dari duduk ku menuju meja makan untuk menyiapkan makan malam yang sudah tersaji. Ku isi kan gelas minum untuk Pak Arga dan Vanno dengan air putih. Lalu Ibu mempersilahkan Pak Arga dan juga Vanno untuk memulai makan malam mereka.


“Ayo nak Arga silahkan ya di makan, seadanya. Vann, ayo kamu juga makan ya. Ibu sekalian permisi mau istirahat dulu ya Nak Arga. Terima kasih sudah mau bertemu dengan Ibu nya Vanno dan Sekar ya. Eh, maksud ibu


Vinca.”


Ibu mempersilahkan Pak Arga untuk memulai makan malam ditemani Vanno dan sekaligus berpamitan untuk istirahat.


“Iya Ibu terima kasih untuk waktu nya. Maaf Arga malam-malam berkunjung nya.”


Pak Arga menghampiri dan mencium tangan Ibu sambil meminta maaf atas waktu kunjungan nya.


“Nda apa Nak Arga, Ibu yang terima kasih sudah mau mampir ke rumah. Sering-sering main nak, biar rame rumah Ibu.”


Ibu memegang dan mengelus tangan Pak Arga sambil tersenyum.


“Insyaa Allooh bu. Selamat istirahat ya bu. Sehat-sehat ya bu.”


Kembali Pak Arga mencium tangan Ibu dengan khidmat.


“Terima kasih Nak Arga. Sekar nanti tolong di rapihkan ya. Ibu permisi ya.”


Ibu melepas kan tangan nya kemudian menaruh di atas pucuk kepala Pak Arga dan mengelus nya.


“Pak silahkan duduk. Di cobain ya Pak masakan nya Ibu.”


Aku mempersilahkan Pak Arga untuk duduk di kursi meja makan.


“Iya bu Vinca, terima kasih. Ayo Vann.”


Pak Arga membalas perkataan ku dan mengajak Vanno untuk duduk juga.


“Ayo Ga, silahkan ambil duluan. Jangan malu-malu. Mba ayo sekalian.”


Vanno berkata pada Arga dan mengajak aku makan juga.


“Mba sudah duluan Vann, tadi temani Ibu makan malam duluan.”


Jawab ku atas ajakan Vanno.


Saya permisi ke kamar dulu ya Pak Arga. Vann, mba ke kamar dulu ya.”


Aku pun permisi untuk ke kamar pada Pak Arga dan Vanno.


“Ngga ngobrol bareng di sini aja Mba. Masak di tinggal aja boss nya.”


Vanno berkata di sertai seringai menggoda ku.


“Kalian berdua aja ngobrol, pasti ada man to man talk kan.”


Aku membalas perkataan Vanno disertai seringai juga pada nya dan kemudian berlalu dari hadapan mereka berdua.


Ketika sudah ku dapat kan, kembali ku rebahkan tubuh ku di tempat tidur. Ku berselancar sejenak di dunia maya. Dan tak terasa aku memejam kan mata ku. Akhirnya aku terlelap dalam tidur ku.


***********************************************************************************


Di pagi hari ketika aku bertemu dengan Vanno yang ternyata dia belum berangkat kerja dan biasanya Vanno sudah lebih dulu berangkat kerja dari aku. Vanno berkata sempat mengetuk kamar ku dan menengok ke dalam untuk menyampaikan bahwa Pak Arga hendak pamit. Tapi Vanno melihat ku sudah tertidur. Pak Arga hanya


menitip salam dan terima kasih nya sudah di terima dengan baik malam kemarin. Aku pun hanya mengangguk-angguk mendengar perkataan Vanno itu.


Kemudian kami pun berangkat kerja. Aku ikut dengan Vanno sampai halte bus tujuan ku. Arah kantor kami berbeda jauh. Dan hari ini pun di lalui dengan seperti biasanya. Kerja…kerja…dan kerja.


Mendekati tengah hari ku dengar suara riuh dari lorong ruangan kerja ku dan kawan-kawan. Ku coba mendengarkan arah suara riuh itu. Suara itu semakin mendekat ke ruangan kerja ku dan terlihat lah Pak Arga, Pak Anto dan seorang wanita yang aku tidak kenal sedang berbicara. Wanita itu terlihat elegan dan cantik di balut blazer tosca muda, kemeja putih gading ,rok plisket light cream dan khimar senada dengan warna blazer. Tak terlupa high heels yang senada dengan out fit yang di kenakan. Sejenak ku tatap tanpa berkedip wanita itu. Kemudian suara Pak Arga berhasil mengalihkan tatapan ku dari wanita itu.


“Assalamu’alaikum, selamat siang semua.”


Terdengar Pak Arga menyapa kami yang ada dalam ruangan ini.


“Wa’alaikumsalam, siang pak.”


Serentak kami membalas sapaan Pak Arga tadi.


“Bapak, Ibu sekalian, saya minta waktu sebentar. Hari ini kita kedatangan Ibu Diska, manajer kantor cabang daerah Bogor. Beliau sedang saya ajak office tour saat ini. Bu Diska, ini adalah team marketing yang kerjasama nya sangat saya kagumi. Mereka sudah bekerjasama selama 3 tahun dan sangat tangguh. Karena berdasar penilaian kinerja kerjasama mereka sangat bagus, sampai tidak ada pergantian personil nya dari direktur.”


Pak Arga menjelaskan pada wanita yang bernama Ibu Diska itu mengenai aku, Fendi, Kiki dan July sebagai team marketing yang tangguh. Pak Arga membanggakan kami di hadapan bu Diska.


“Oh begitu ya. Hebat sampai 3 tahun belum ada pergantian personil team. Saya dengar beberapa cabang sering pergantian personil team marketing. Apa karena di kantor pusat ya jadi nya memang tidak ada pergantian?”


Ibu Diska bertanya kepada Pak Arga


“Tidak juga bu Diska. Saya yang sudah 5 tahun disini. Sebelum mereka di terima disini , personil marketing kantor pusat ini sering di ganti. Dan setelah mereka masuk dan mengganti kan team yang lama, secara kinerja memang jauh melesat dari sebelum nya.”


Pak Anto mengambil alih jawaban dari pertanyaan Ibu Diska.


“Pak Anto benar Ibu Diska. Begitu pun yang saya baca dari laporan kerja marketing kantor pusat sama seperti yang di jelaskan Pak Anto tadi.”


Pak Arga mendukung penjelasan Pak Anto tadi.


“Wah hebat ya, team marketing saya harus belajar dari bapak,ibu disini ya.”


Ibu Diska berkata seraya melemparkan pandangan nya kepada kami satu per satu. Dan kami hanya membalas dengan senyum dan anggukan kepada bu Diska.


“Tentu bapak, ibu siap bantu ya.”


Giliran Pak Arga melayangkan pandangan nya kepada kami, satu per satu, meminta persetujuan untuk siap membantu di saat di perlukan.


“I-iiya Pak”


Serempak kami membalas perkataan Pak Arga.


“Baik. Ada yang ingin Ibu Diska ketahui lagi dari team kami ini?”


Pak Arga bertanya kepada Ibu Diska


“Mmm…saya rasa cukup, bila nanti ada yang ingin saya ketahui bisa melalui Pak Arga atau Pak Anto mungkin ya.”


Ibu Diska menjawab pertanyaan Pak Arga dengan senyum yang merekah.


“Baik. Pak Fendi, Bu Kiki, Bu July dan Bu Vinca terima kasih untuk waktunya. Selamat bekerja kembali. Kami lanjut kan lagi tour office nya. Selamat siang semua.”


Pak Arga mengucapkan terima kasih dan berpamitan kepada kami.


“Mari bapak, ibu semua, terima kasih ya.”


Wanita elegan bernama Ibu Diska itu pun berpamitan dan berucap terima kasih pada kami.


“Sama-sama Pak,Bu”


Sahut-menyahut perkataan itu terucap dari mulut kami.


Dan para petinggi tadi pun berlalu dari ruangan kami melanjutkan tour office nya.


*********************************************************************


HAi readers apa kabar? MAsih menanti lanjutan nya kah? terima kasih yang sudah like, komen. MInta Vote nya juga kalau berkenan. Maaf kan segala kekurangan author, boleh di kasih masukan nih. Sekali lagi terima kasih yaa.