My Lost Love

My Lost Love
Episode 24



POV Arga


“Gua orang baik? Tahu dari mana bro? Sudah lama kan kita ngga bertemu lho.”


Kataku pada Vanno


“Ya gua merasa lo masih seperti Arga yang gua kenal ketika kuliah. Lo seorang yang rajin ,pekerja keras, bertanggung jawab pada keluarga. Di tambah, ketika di mall lo pernah bilang, lo ngga mau pacaran, mau nya langsung nikah. Buat gua, prinsip seperti itu dari seorang pria adalah suatu hal yang baik. Walaupun mungkin masih ada hal-hal lain yang gua belum tahu pasti dari lo, tapi dua hal tadi sudah mewakili keyakinan gua terhadap lo”


Vanno berkata dengan raut muka serius


“Hmmm…insyaa Allooh Vann apa yang lo katakan benar ada nya di gua. Masih jauh lah dari baik, tapi berusaha terus untuk jadi baik adalah tujuan hidup gua.”


Kembali ku berkata pada Vanno


“Ada lagi yang lo mau tahu tentang Mba Vinca?”


Tanya Vanno padaku


“Apa ya…makanan, minuman favorite? Hobby mungkin?”


Jawab ku sambil menyeringai


“Makanan…..oh gua kasih tahu ngga suka nya aja, jadi selain itu berarti dia suka. Dia ngga suka pete, jengkol dan bebek. Lo tanya dia aja alasan kenapa ngga suka nya mungkin di suatu hari  ngobrol tentang hal ini ama dia.


Selain itu asal tuh makanan ada rasa, di makan lah ama dia”


Vanno menjelaskan dengan sesekali menyeringai lebar.


“Minuman….apa ya yang dia suka. Mmmm kayaknya suka-suka aja sama semua minuman. Selain minuman alcohol lah pokoknya hehehe”


Terlihat Vanno kembali santai dalam menjelaskan perihal kesukaan kakak nya.


“Hobby….apa ya? Mungkin foto kali ya. Dia suka motret. Kayaknya masih suka motret-motret apa gitu, cuma disimpan di memory card aja sama dia.”


Vanno menjelaskan hobby kakak nya yang dia tidak terlalu perhatikannya.


“Masih ada lagi Ga? Kalau ngga besok lagi deh ya. Ini kok gua sudah ngantuk. Kebiasaan banget yaa, habis makan ngantuk hahaha.”


Vanno meminta ku untuk melanjutkan esok hari pertanyaan mengenai kakak nya. Terlihat wajah Vanno sudah lelah.


“Ok Vann. Gua rasa tadi juga sudah cukup. Nanti kalau ada yang ingin gua tahu lagi, gua hubungi lo.”


Jawabku pada Vanno sambil menepuk bahu nya


“Siap Ga. Pokoknya Ga, lo pikir baik-baik perasaan lo terhadap mba Vinca. Masih banyak lho gadis-gadis ‘ting-ting’ di luar sana. Bukan gua halangin lo untuk sama mba Vinca. Ngga sama sekali. Gua malah berharap lo bisa sama mba Vinca. Tapi gua ajak lo realistis. Sebelum gegabah akan rasa lo itu.”


Vanno kembali berkata serius kepada ku


“Gua paham Vann. Insyaa Allooh gua minta yang terbaik sama Allooh”


Jawabku padanya


“Ok Ga, anytime you need information about my sister, I’ll be glad to give it”


“Terima kasih ya Vann. Gua makasih banget. Yuk, gua antar lo pulang.”


Dan kami pun menyudahi pertemuan dan perbincangan malam ini. Kemudian ku antar Vanno kembali ke rumah nya.


**********


Ke esok kan hari…..


“Kiiii…. lo diem aja, lagi nahan lapar ya?


Terdengar suara Fandi bertanya pada Kiki


“Hmmm”


Yang di tanya hanya menjawab seperti itu


“Ih kenapa lo, sakit?”


Ku mendengar Fandi bersuara lagi. Ku menoleh ke arah suara yang ternyata sudah berdiri dekat meja Kiki.


“Nggaaa Fandi, iye gua lagi lapar, puas lo?”


Jawab Kiki pada Fandi sambil mencebikkan bibir nya


“Aih kirain lo kesambet Ki, diem aja abis nya”


Kembali Fandi berkata pada Kiki


“Eh makan siang dimana kita?”


Tanya Kiki pada Fandi kemudian menolehkan wajah nya kepada aku dan July


“Mau di warung tenda lagi?”


Tanyaku yang berupa usulan pada Kiki


“Bosen ngga sih?”


July merespon pertanyaan ku tadi sambil melihat ke arah aku, Fandi dan Kiki


“Mau di food court mall Pasfes? Emang masih lengkap apa gaji lo pada? Hahaha”


“Ah lo Fand, tanggal segini coba deh”


Kiki menjawab sambil memanyunkan bibir nya


“Siang bu Vinca”


Tiba-tiba ada suara pria menyapa ku.


“Eh, mas Parman, siang juga”


Ternyata salah satu office boy di kantor ku yang menyapa ku


“Bu Vinca, ini ada kiriman makan siang dari Pak Arga”


Ku melihat kedua tangan mas Parman yang membawa bungkusan.


“Makan siang dari Pak Arga?”


Tanyaku memastikan perkataan mas Parman


“Iya bu, ini tadi saya di suruh antar ke bu Vinca sama Pak Arga. Mau di taruh dimana bu ini makan siang nya?”


Jawaban serta tanya Mas Parman tertuju padaku


“Oh iya, taruh di sini saja mas”


Aku mengarahkan mas Parman untuk menaruh bungkusan yang ia pegang di atas meja ku. Dan sebelum mas Parman mulai menaruh bungkusan tersebut, aku mengosongkan sebagian atas meja dari file-file kerjaan.


“Sudah ya bu, saya permisi balik ke pantry lagi”


Berkata mas Parman pada ku


“Mas sebentar ini ambil untuk makan siang nya”


Aku menahan langkah mas Parman yang hendak kembali ke Pantry. Lalu aku mulai membuka salah satu bungkusan yang dia bawa tadi.


“Bu Vinca, ngga usah, Pak Arga tadi juga sudah kasih makanan untuk makan siang saya.”


Perkataan mas Parman tadi memberhentikan tangan ku untuk mengambil makanan dari bungkusan tadi.


“Oh gitu”


Jawab ku singkat


“Iya bu. Ya sudah bu saya permisi”


“Mas Parman, terima kasih ya sudah antar makanan nya”


Ku panggil nama mas Parman yang sudah mulai melangkah kan kaki nya untuk mengucapkan terima kasih.


“Iya bu sama-sama”


Mas Parman membalikkan badan nya lalu membalas ucapan ku tadi kemudian melanjutkan langkah nya menuju pantry.


“Wow…Vinc rejeki nih makan siang gratis. Ada apaan lagi Pangeran gua kirim makan siang buat lo?”


Tiba-tiba Kiki sudah ada di samping ku dan berkomentar tentang kiriman makan siang hari ini. Tanpa menjawab Kiki, ku dekati bungkusan makanan yang ada di atas meja dan membuka nya. Ku keluarkan isi yang ada dari setiap bungkusan. Ada empat kotak makanan di atas mejaku. Ku melihat ke arah samping kanan ku ternyata sudah ada Fandi selain Kiki dan di kiri ada July. Mereka sudah mengerumuni ku.


“Sepertinya ini makan siang untuk kita deh”


Aku berkata sambil memandang empat kotak makanan yang ada di atas meja.


“Tunggu apalagi? Bagiin atuh”


Kiki berkata padaku


“Vinc…lo kan yang di kasih nih ceritanya, pilih duluan gih!”


Fandi berkata sembari menunjuk ke arah kotak makanan tersebut


“Kita lihat sama-sama yuk isi kotak nya apa aja. Kali aja isi nya sama semua”


Aku berkata sambil maju ke arah kotak makanan dan mulai membuka satu persatu tutup kotak makanan. Dan benar isi dari empat kotak makanan itu adalah dengan menu yang sama.


“Nah kan sama semua,dah gih ambil masing-masing”


Kata ku sambil mengambil satu kotak makanan. Kemudian yang lain pun mengambil kotak makanan tersisa di meja.


“Vinca makasih ya makan siang nya. Nanti lo sampaikan juga ke Pak Arga.”


July berkata padaku sejenak sebelum menuju meja kerja nya


“Iya Vinc, idem, sama kayak July bilang”


Fandi mengikuti perkataan July


“Vinc…Pangeran gua ada kasih nih makan siang ada apa coba?”


Kiki memegang kotak makanan nya dan bertanya padaku


“Kata nya lapar, sudah sana makan dulu, nanti gua tanya sama Pangeran lo deh”


Kata ku pada Kiki seraya mendorong pinggul nya sebagai tanda untuk kembali ke meja kerja nya dan menikmati makan siang. Aku melihat ke arah kotak makanan ku dan berkata dalam hati, jangan kan menjawab pertanyaan lo Ki, gua aja ngga tahu traktiran makan siang ini karena apa.