My Lost Love

My Lost Love
Episode 17



Sepanjang perjalanan di lalui oleh kami mengobrol. Berbicara tentang pertemanan Pak Arga dan Vanno semasa kuliah. Mengenai sakit  dan pengobatan yang dilakukan bapaknya Pak Arga. Membahas pekerjaan kami tadi di kantor cabang Bandung. Dan tak terasa perjalan sudah hampir memasuki Jakarta.


“Bu Vinca…maaf nih mau tanya…beda berapa tahun dengan Vanno?"


Pak Arga masih mencoba berbincang dengan menanyakan umur ku


“Oh..saya beda 2 tahun dengan VAnno Pak." Jawabku sambil terus fokus mengendarai mobil


“Oh…berarti kita seumuran dong ya." Pak Arga berkata dengan tatapan lurus ke depan


“Seumuran?" Tanyaku heran


“Iya bu Vinca. Saya ketika kuliah bareng dengan Vanno itu, ketika sudah 2 tahun di tempat kuliah yang sebelumnya. Kuliah saya yang pertama itu di universitas swasta, ikut lagi tes masuk universitas negeri. Alhamdulillah ternyata lulus, saya ambil lah. Di situ lah saya bertemu Vanno."


Panjang lebar Pak Arga menjelaskan padaku


“Kuliah yang di universitas swasta di tinggal atau kuliah dua tempat pak?" Tanyaku selanjutnya


“Saya berhenti bu, sayang sebetulnya, tapi tidak terkejar waktunya bu kalau saya lakukan semua. Saat itu saya juga sambil bekerja." Ada nada sendu dalam jawaban Pak Arga.


Sejenak sunyi antara aku dan Pak Arga. Mobil terus kulajukan menuju arah perumahan ku. Tak terasa sudah sampai di depan rumah ibu.Ku melihat ke arah Pak Arga. Dan ternyata Pak Arga sedang memejamkan matanya.


Ku perlahan menghentikan mobil Pak Arga di depan rumah Ibu.


“Pak Arga….” Ku panggil nama Pak Arga


“Kita sudah sampai ya Bu” Pak Arga perlahan membuka matanya dan menjawab panggilan ku


“Iya Pak, sudah sampai rumah Ibu saya. Bapak masih mau saya antar ke rumahnya ngga?" Tanyaku pada pak Arga


“Tidak usah, terima kasih, sampai sini saja." JAwab Pak Arga


“Baik Pak”  jawabku sambil bersiap-siap keluar dari mobil


“Pak Arga, saya pamit masuk ke rumah, terima kasih"


. Ku berkata pada Pak Arga setelah menurunkan semua bawaan ku dari mobil Pak Arga.


“Saya yang terima kasih dengan bu Vinca, maaf sekali lagi kalau saya membuat repot."


Pak Arga menimpali kata-kata ku tadi.


“Ngga repot kok, Sama-sama ya Pak." Kata ku pada Pak Arga yang kemudian beliau berpindah duduk ke kursi kemudi


“Bu Vinca saya tidak antar sampai dalam rumah ya, tapi kalau boleh, saya tunggu bu Vinca sampai masuk ke dalam rumah." Kata Pak Arga


“Ngga usah repot Pak, silahkan lanjut saja, insyaa Allooh ada VAnno tunggu saya kok di dalam." JAwab ku cepat


“Please ….saya tunggu bu Vinca masuk ke dalam ya.


Pak Arga memasang muka melas membuat aku tidak bisa menolaknya


“Baik Pak." JAwabku kemudian ku ambil ponsel untuk menelepon Vanno


Tut….Tut…..


“Assalamu’alaikum MBa….sudah dimana?" Terdengar suara Vanno menjawab telepon dari ku


“Mba ada di depan Vann, tolong buka kan pintu pagar ya. Ku berkata pada Vanno


“Iya mba, sebentar ya. Vanno menutup panggilan dari ku


 Ceklek….


“Assalamu’alaikum Vann. Sapaku ketika melihat VAnno dari balik pagar


“Wa’alaikumsalam….” Vanno menjawab salam ku dengan tatapan mengarah ke mobil yang ada di depan rumah.


“Ga….” Vanno memanggil Pak Arga dan langsung berlalu dari hadapan ku


“Bro katanya lu sakit, dah ok belum? Mau gua antar kemana yuk? Bertubi pertanyaan Vanno pada Pak Arga.


Ku membalikkan badanku untuk melihat VAnno dan Pak Arga berbicara.


“Sudah ok kok Vann, gue pulang ke rumah Bapak, insyaa Allooh kan sudah dekat. JAwab Pak Arga lirih


“Yakin Ga? Udah gue antar deh. Vanno sedikit memaksa Pak Arga untuk mengantar beliau


“Ngga usah Vann, insyaa Allooh bisa kok gue. Pak Arga menolak tawaran VAnno


“Gue yang makasih Vann, Mba..mmm..bu Vinca sudah tolongin gue banget.


Pak Arga berkata itu sambil melihat ke arah ku.


“Ok Vann, gue pamit dulu ya. Assalamu’alaikum. Pamit pak Arga kepada Vanno


“Wa’alaikumsalam…hati-hati Ga. Jawab Vanno sambil melambaikan tangan nya


“Bu Vinca, Assalamu’alaikum. Pak Arga mengucap salam kepadaku dan langsung melajukan mobilnya


**************


Drrtt….ddrrttt……


Suara ponsel ku bergetar di atas meja kamarku. Ku sedang bersiap untuk berangkat ke kantor.


Kuraih ponselku dan melihat notifikasi yang ada.Ternyata ada sebuah pesan.


Assalamu’alaikum Bu


Vinca….maaf pagi-pagi saya menghubungi. Apakah hari ini bu Vinca masuk kerja?


Ternyata Pak Arga pengirim pesan tersebut.


Insyaa Allooh saya masuk kerja pak


Baik…saya hendak minta tolong lagi dengan bu Vinca sebelum ibu berangkat ke kantor, bisakah?


Insyaa Allooh….minta tolong apa Pak?


Hari ini saya belum bisa masuk kerja. Sakit maag saya belum sempurna hilang. Mau check up ke dokter


dulu. Saya mau titip berkas untuk Pak Anto pelajari. Bisa kah Bu Vinca memberikan berkas tersebut kepada Pak Anto?


Bisa Pak. Saya siap-siap dulu sebentar lalu nanti ke rumah Bapak.


Saya saja yang ke rumah ibu antar berkas nya.


Pak….biar saya saja yang ambil berkas nya ke rumah bapak. Bapak istirahat saja. Ngga apa-apa kok sekalian berangkat kerja. Tolong share location ya pak. Makasih.


Maaf merepotkan. Terima kasih bu Vinca.


Ku segera bersiap untuk berangkat kerja. Setelah sarapan ku pesan ojek online sesuai lokasi rumah Pak Arga berada.


**********


“Bu, ini kelapa kuning no.47 “ Pak Ojek online memberitahuku dan berhenti di depan sebuah rumah dengan tulisan no.47


“Oh iya pak “ Jawabku sambil memastikan


Setelah ku turun dari ojek online, ku mencari bel rumah tersebut. Ku tekan tombol bel rumah itu Ketika kutemukan yang letak nya di pojok dekat tembok rumah depan.


“Assalamu’alaikum”


Bunyi bel yang terdengar menyuarakan salam. Tak berapa lama pintu pagar terbuka dan terlihat seorang


pria dari balik pagar menemui ku.


“Assalamu’alaikum mas, apa ini rumah Pak Arga?”  Tanyaku pada pria tadi


“Benar bu”  Jawab nya


“Tolong beritahu Pak Arga, ada bu Vinca bertamu, ya mas.” Ku berkata lagi pada nya


“Baik, silahkan masuk dulu bu” Pria tadi mempersilahkan ku masuk


“Terima kasih mas”  jawabku sambil melangkah masuk ke dalam mengikuti pria tadi.


Ketika ku baru melewati pagar rumah, mata ku tertuju ke halaman rumah itu. Ku lihat ada seorang pria paruh baya, duduk di kursi roda. Ku perkirakan ini adalah Bapak nya Pak Arga. Langkah ku ke arah pintu rumah melewati Bapak yang di halaman. Ku beranikan untuk menyapa beliau.


“Assalamu’alaikum “ sapa ku pada Bapak itu


Bapak yang tadi ada di kursi roda menoleh ke arah ku. Aku memberi senyum pada beliau.


“Wa’alaikumsalam” jawab Bapak tadi pada ku sambil tersenyum