
Pagi hari saat terbangun, Tyas seperti mendengar suara pintu diketuk. Saat dibuka, Tyas kaget melihat Beni sudah berada di depannya.
" Kamu dari kapan disini Ben? Kamu bawain aku sarapan? Terimakasih ya" Ucap Tyas sambil mempersilahkan masuk Beni.
Setelah selesai sarapan, Tyas bergegas mandi dan mengganti pakaiannya. Melihat Beni yang sedang asyik menonton tv, Tyas mendekati Beni.
" Jadi kan ajak aku ngelamar kerja Ben?"
" Hari ini jangan cari kerja dulu ya, aku pengen ngajak kamu keliling Jakarta. Kamu kan baru kesini, aku pengen ngabisin waktu berdua sama kamu" Jawab Beni.
Mereka berdua berjalan memasuki mobil, Beni mengajak Tyas berkeliling Jakarta sambil memegang tangan Tyas.
Tak terasa malampun datang, Beni dan Tyas pulang dan masuk kamar kos.
" Aku pulang dulu, besok aku kesini lagi. Istirahat ya, terimakasih udah nemenin aku seharian. Aku sayang kamu".
Beni mendekati Tyas dan memeluknya lagi, kali ini Tyas membalas pelukan hangat Beni seakan tak mau melepas kepergian Beni. Mereka berdua menghabiskan beberapa saat dengan saling berciuman. Tyas mulai nyaman dengan situasi ini.
Beni pamit pulang, karena akan mampir ke toko Hp sebentar. Seharian ini dya menemani Tyas dan tak sempat ke toko.
3 Minggu berlalu,
Keberadaan Tyas di Jakarta membuat Beni lebih bebas bertemu dengan Tyas. Semua kebutuhan Tyas selalu Beni penuhi. Makan, belanja, nonton bioskop. Cuma itu kegiatan Tyas sekarang.
Beni melarang Tyas untuk bekerja, alasannya karena tak ingin melihat Tyas capek. Uang Beni lebih dari cukup untuk memenuhi semua kebutuhan Tyas. Padahal tiap hari Tyas selalu bertanya kapan Beni akan mulai mencarikan pekerjaan untuknya.
" Kamu lagi ngapain Yas? Aku lagi di toko, nanti pulangnya aku mampir ya" .
" Lagi ngelamun aja Ben, aku bosen tiap hari kaya gini. Kenapa ga boleh kerja Ben? Aku butuh suasana baru, nanti aku gabisa kirim uang buat mamah sama Romi Ben" ucap Tyas sambil menutup telponnya.
" Yas, aku sayang sama kamu. Aku seneng bisa ngabisin banyak waktu sama kamu".
" Aku juga seneng Ben, tapi apa kamu ga berlebihan ngebiarin aku cuma diem dan ga kerja. Nanti uang kamu abis" Ucap Tyas sambil memandangi wajah Beni.
" Yas, hubungan kita kan udah lama. Aku boleh minta sesuatu sama kamu? Tapi janji ga akan marah?" .
Beni mendekatkan badannya, berbisik ke telinga Tyas dan memeluknya. Tiba-tiba Tyas menjauh dari Beni dan mendorong badannya.
" Aku ga mau Ben, aku takut. Kita kan belum nikah. Aku takut kamu nanti pergi ninggalin aku".
Beni mendekati Tyas yang sedang menangis, kembali memeluknya dan mulai mencium bibir Tyas. Perlahan tangan Beni mulai meraba, mulai membuka baju Tyas. Sedikit perlawanan namun semua bisa Beni atasi. Mereka pun mulai melakukan apa yang tidak seharusnya. Yang Tyas takutkan pun terjadi.
Sekarang, Beni sudah berhasil merebut kesucian Tyas. Tyas yang nampak kesakitan terdiam di sudut kamar sambil menangis.
" Gapapa Yas, aku bakal tanggung jawab kalo kamu kenapa-kenapa. Tenang ya, aku sayang kamu" ucap Beni sambil memeluk Tyas.
" Kamu janji Ben? Kamu ga akan pergi apapun yang terjadi? " jawab Tyas sambil mengusap air matanya.
Setelah selesai mandi, Beni pamit pulang dan berjalan menuju mobilnya. Tyas yang masih kaget dengan semua yang telah terjadi hanya bisa terdiam dan duduk di atas tempat tidurnya.
Tyas resah, matanya tidak bisa terpejam mengingat kejadian tadi. Tyas bingung bagaimana nanti kalo sampai orangtuanya tau.
" Kamu jahat Ben" ucap Tyas sambil menangis.
Apakah Beni akan menikahi Tyas? atau justru ninggalin Tyas?
Mohon kritik dan sarannya 🙏