My Life My Adventure

My Life My Adventure
Pulang ke Jakarta



Putri mengucek ngucekan matanya dan melihat jam dinding, ternyata mereka sudah tertidur selama 1 jam setelah pergelutan hebat tadi sore. Putri langsung berlari ke kamar mandi dan mengambil wudhu.


Setelah selesai, Putri membangunkan Beni untuk segera mandi dan sholat juga.


" Mas.. bangun.. kamu mandi sama sholat dulu" Putri mengelus pipi Beni supaya bangun.


" iya.. kamu beresin semuanya ya.. selesai sholat kita langsung pulang ke Jakarta" Beni mengambil handuknya dan langsung ke kamar mandi.


Putri telah selesai dengan bawaannya, datang dengan 2 koper dan pulang ditambah beberapa jinjingan besar oleh-oleh untuk orangtua dan bi Mun tersayang.


Beni mulai membawa koper turun ke bawah, sementara Putri cek out ke pihak penginapan. Setelah selesai mereka langsung pamit dan berlalu menuju mobil. Sebenarnya Putri masih betah ada disini, tapi Beni tidak bisa meninggalkan toko terlalu lama.


Sepanjang perjalanan, Putri masih memandangi jendela melihat pemandangan Bandung yang tidak akan didapat saat nanti sudah ada di Jakarta.


Tidak terasa sudah setengah perjalanan, Beni mengajak Putri untuk mampir sebentar di lesehan ayam bakar karena dari sore belum ketemu makanan.


" Mas.. makasih ya untuk liburannya..".


" Sama-sama sayang, maaf ya gabisa lama soalnya mas masih banyak kerjaan di toko" Beni menggenggam tangan Putri.


" Ini aja udah lebih dari cukup mas" Putri tersenyum.


---------------


Rumah


Mamah, ayah dan bi Mun sudah menunggu kedatangan Putri dan Beni di depan pintu setelah mendapat telpon dari Putri. Bi Mun dengan sigap mendekat ke mobil Beni menurunkan barang bawaan majikannya. Mamah langsung memeluk Putri karena sudah rindu.


" Gimana bulan madunya sayang.. " Mamah mengajak Putri masuk ke dalam rumah, sementara ayah dan Beni sedang membantu bi Mun membawa koper.


" Terus.. jadwal bikin anak ga lupa kan sayang.. hehehe.." Mamah mencubit pipi Putri dan mulai menggodanya.


" Apaan sih mamah.. " Putri menunduk malu.


Putri dan Beni pamit untuk istirahat di kamar setelah perjalanan panjang Bandung-Jakarta. Beni langsung merebahkan badannya tanpa mengganti pakaian karena sudah tidak kuat menahan ngantuk daritadi.


Sementara Putri terlihat sibuk membereskan koper dan oleh-oleh untuk orangtuanya dan bi Mun. Setelah selesai memasukkan pakaian ke keranjang kotor, Putri keluar kamar membawa beberapa jinjingan besar.


" Ini buat mamah sama ayah.. yang ini buat bi Mun.. " Putri duduk di samping mamahnya.


" Makasih non.. " Bi Mun mengambil jinjingan oleh-oleh untuknya dan berlalu ke dapur.


" Makasih ya sayang.. kamu udah ga sedih lagi kan.. " Mamah mengelus pundak Putri.


" Ngga dong mah.. kan Putri udah jalan-jalan kemaren.. hehehe" ayah menggoda Putri dan menggerak-gerakan alisnya naik turun.


" ih.. ayah apaan sih.. " Putri manyun dan menyilangkan kedua tangannya.


Mereka bertiga asyik mengobrol dan nonton tv, sesekali terdengar suara tawa karena ayah yang senang sekali menggoda Putri. Putri senang karena bisa berkumpul bersama kedua orangtuanya, biasanya kalo udah pada sibuk di rumah cuma ada bi Mun yang menemaninya.


Putri pamit untuk tidur duluan, karena matanya mulai tidak bisa di ajak kompromi.


" mah.. yah.. Putri masuk kamar dulu ya.. udah ngantuk banget.."


" Iya.. istirahat sana..Mamah sama ayah masih kepengen nonton".


Setelah mencium tangan kedua orangtuanya Putri masuk kamar, setelah mematikan lampu Putri menyusul Beni tidur dan menyelimuti suaminya.