My Life My Adventure

My Life My Adventure
Dobel date



3 bulan berlalu..


Setiap hari, Aluna diantar jemput Fadly bekerja. Sebelum Aluna selesai, Fadly sudah ada di depan pintu gerbang menunggu Aluna dengan sabar. Tak pernah ada kata sayang ataupun cinta dari Fadly, namun dya dengan setia selalu ada waktu untuk Aluna kapanpun Aluna membutuhkannya.


" Yas.. hari ini gue off.. jalan-jalan yuk, bete nih" Tyas bangun dari tidurnya, menyingkap selimut yang daritadi dipeluknya.


" Apalagi gue tiap hari di rumah Lun.. Sampai kapanpun kayanya Beni ga bakalan ngasih gue izin kerja. Kayanya dya takut gue ngelirik cowok Laen.." Tyas memonyongkan bibirnya..


" Yaudah.. Lu mandi duluan sana, Lu kan kalo mandi lama banget.. " Aluna bangun, berjalan menuju dapur dan mengambil cemilan.


" Okeh.. cari gebetan yuk Lun.. gue ko ga dapet-dapet ya, masa iya gue nikah nanti sama suami orang.. hahahaha".


" Biarin suami orang yang penting dya kaya.. hahaha" Aluna melempar handuk ke arah Tyas.


Tit.. tit..


Tanpa Aluna sadari, Fadly sudah ada di depan gerbang kosan menunggunya. Aluna langsung berlari menghampiri Fadly.


" Fadly.. aku jadwal off.. kamu ko kesini.."


" Iya aku tau.. aku mau ajak jalan-jalan kamu, selama ini kan kalo aku antar jemput kamu cm ke tempat kerja, pengen sekali-kali maen Lun.. " Fadly keluar dari mobilnya.


" Bo.. boleh sih, tapi aku udah janjian sama Tyas.. Kita jalan bertiga aja ya.. atau mau ajak Beni juga? " Aluna mengajak Fadly ke teras depan kamarnya.


" Tunggu disini.. aku tanya Tyas dulu.. kamu mau minum apa.. nanti aku bikinin".


" Kopi boleh Lun.." .


Aluna berlalu meninggalkan Fadly, terkadang Aluna merasa heran sendiri dengan sikapnya. Fadly seperti ingin lebih dekat tapi tak pernah mau ngomongin perasaannya. Padahal Aluna sudah mulai nyaman dengan kehadiran Fadly yang selalu ada buat dya.


Setelah menelpon Beni, dya setuju untuk ikut jalan-jalan dengan Tyas, Aluna dan Fadly. Aluna dan Tyas keluar untuk menemui Fadly yang sudah menunggu daritadi.


" Yuk jalan Fad..". Aluna menggandeng tangan Tyas dan berjalan di samping Fadly.


" Iya Fad.. nanti kita jemput dya di depan mall B, soalnya dya disana.." Tyas menganggukkan kepala.


Aluna dan Tyas duduk di kursi belakang, Fadly hanya tersenyum melihatnya.


" Kalo kalian duduk di belakang aku jadi kaya supir taksi online.." Fadly mulai menghidupkan mesin mobilnya dan melaju menjemput Beni.


Setelah beberapa jam, mereka bertiga sudah sampai di mall B, Beni sudah menunggu mereka di depan pintu masuk mall.


" Jadi kita dobel date nih.. " Beni tersenyum dan masuk ke mobil.


" Iya Ben.. sekali-sekali boleh lah.. hehehehe".


Sepanjang perjalanan, mereka berempat asyik mengobrol. Fadly mengajak pergi ke Dufan dan semuanya setuju. Sepertinya Aluna dan Tyas bersemangat sekali, karena mereka bilang sudah lama ga pernah kesana.


Sampai di Dufan, mereka berempat mulai mencoba wahana baru yang belum pernah mereka coba sebelumnya. Tornado, rajawali, arung jeram. Semua larut dalam kegembiraan.


Langkah Fadly terhenti ketika dya melihat sosok perempuan yang sedang menggendong anak kecil. Fadly ingin berbalik arah, tapi perempuan itu sudah memanggil namanya.


" Fadly tunggu.."


Wiwit menghampiri Fadly yang sedang berjalan sendiri membeli 4 minuman. Wiwit adalan mantan kekasih Fadly yang dulu meninggalkannya dan dijodohkan dengan cowok lain oleh orangtuanya.


" Eh.. Wiwit.. apa kabar? ini anak kamu ya.. " Fadly tampak menjabat tangan Wiwit.


" Ini anaknya Kaka aku Fad.. kamu apa kabar? Udah nikah sekarang?" .


" Belum Wit.. aku masih fokus sama kerjaan aku..Gimana kamu sama suami kamu? " Fadly tampak ragu menanyakannya.


Sebelum Wiwit menjawab pertanyaan Fadly, kakak Wiwit datang dan menghampiri mereka berdua. Wiwit langsung di ajak pergi olehnya. Astri, kakaknya Wiwit memang tidak pernah suka sama Fadly karena menurutnya Fadly cowok yang ga punya apa-apa, beda jauh sama suami Wiwit sekarang.