My Life My Adventure

My Life My Adventure
Diterima kerja



" Kamu boleh pergi sekarang Ben, aku bisa interview di perusahaan A sendiri. Bilang sama istri dan mertuamu hari ini pertemuan terakhir kita". Tyas melepas pelukan Beni.


" Tapi aku pinjem kartu kredit kamu ya Ben.. aku masih perlu biaya selama aku belum dapet kerja.. nanti aku ganti semuanya" Tyas mengeluarkan kartu Beni dari dompetnya.


" Kamu pake aja, aku ga akan minta ganti Yas.. aku pulang dulu..".


" Tapi nanti aku pasti balik lagi, jangan pernah punya fikiran aku bakal ninggalin kamu" Beni pergi meninggalkan Tyas.


----------------


Beni melajukan mobilnya dengan cepat menuju rumah mertuanya. Di dalam, Putri sudah menunggunya bersama mamahnya.


" Ini suami kamu tersayang Put.. abis selingkuh sama ABG.. masih berani kamu nunjukkin muka kamu disini Ben".


" Udah mah".


" Kamu bisa mulai jelasin semuanya sekarang" Putri menyuruh Beni duduk di sampingnya.


Setelah Beni menjelaskan semua, awal mula pertemuannya dengan Tyas sampai sekarang. Putri tak banyak bicara, dya hanya diam. Malah mamah Putri yang tidak terima dengan kelakuan menantunya ini.


" Jadi kamu maunya gimana Ben.. kalo kamu mau lanjutin hubungan kamu sama dya silahkan keluar dari rumah ini" Putri menatap mata Beni.


" Semenjak kedatangan mamah tadi ke tempat kos Tyas, sejak itu pula hubungan kami selesai Put..".


" Maaf atas kehilafan aku selama ini.. " Beni menggenggam tangan Putri.


" Kamu yakin Beni? " Mamah melotot ke arah Beni.


" Aku ga akan pernah maksa kamu buat bertahan Ben, aku cuma minta jaga hati aku" Putri tertunduk dan mulai menangis.


Beni memeluk Putri dan mengusap lembut punggungnya, ada rasa bersalah yang dalam. Namun, entah kenapa Beni juga tidak bisa melepaskan Tyas begitu saja.


-------------


Perusahaan A


" Terimakasih Bu" Tyas tersenyum.


Tyas keluar dari perusahaan A, karena belum mulai kerja dya rencananya akan mampir ke restoran tempat Aluna bekerja. Tyas menyetop taksi dan berlalu ke restoran Ungu.


" Lunaaaa" Tyas masuk restoran dan mendekati Aluna yang sedang sibuk di meja kasir.


" Ssstt.. berisik lu ah.. gue lagi kerja"


" Ngapain lu kesini.." Aluna menghentikan aktivitasnya.


" Gue keterima kerja di perusahaan A Lun.." Tyas melompat girang.


" Alhamdulillah akhirnya lu udah bisa lepas dong dari Beni.. hahahahahahah"


" Gue emang udah lepasin Beni Lun.. " Tyas menunduk.


" Loh.. kenapa? duduk disana yuk, lu cerita dulu kenapa sama Beni" Aluna mengajak Tyas duduk di pojok dekat jendela.


Setelah Tyas menceritakan kejadian di kamar kos tadi ketemu mertua Beni, wajah Aluna memerah sepertinya dya marah pada Beni. Tapi Aluna tidak bisa apa-apa karena Tyas juga salah, kenapa harus bertahan menjalin hubungan dengan suami orang.


" gue bilang dari kemarin lepasin Beni.. Lu ngeyel sih" Aluna mengusap pundak Tyas yang masih tertunduk menangis.


" Sekarang gue udah siap Lun, gue juga harus move on, mudah-mudahan dengan kerjaan baru gue juga bisa mulai hidup baru.." Tyas menempelkan kepalanya ke bahu Aluna.


" Tapi kartu kredit Beni masih gue pinjem Lun.. kita masih bisa senang-senang" Tyas mengusap air matanya dan tertawa.


" Hahahaha.. dasar matre lu..". Aluna meninggalkan Tyas karena ada pelanggan yang mau bayar di tempat kasir.


Pandangan Tyas melihat ke seluruh ruangan restoran, dya menikmati setiap pemandangan indah disana.


Readers.. Author minta like dan vote nya ya.. jangan lupa kritik dan saran agar saya lebih semangat up cerita 🙏