My Life My Adventure

My Life My Adventure
Malam Pertama



" Mas.. nanti sholat isya jamaah ya sama Putri.." Putri merebahkan badannya di kasur karena merasa lelah sekali.


" Emang udah wudhu? ko malah tiduran.. apa mau mas tidurin sekarang? hehehe... ".


" Ih.. mas Beni.. yaudah Putri wudhu dulu, mas tunggu di mushola aja ya.. nanti Putri nyusul".


Setelah sholat isya berjamaah, Putri dan Beni masuk kamar. Mereka sepertinya terlihat sama-sama gugup. Putri bermaksud untuk membuatkan kopi, tapi Beni malah mengunci kamar dan mematikan lampu kamar.


" Sini Put tidur sebelahku.." Beni menepuk nepuk kasur di sebelahnya.


" i.. iya mas.. tapi.. Putri takut.. " Putri mendekati Beni dan mulai merebahkan badannya di samping Beni.


Beni kembali memeluk Putri dengan erat, perlahan Beni mencium bibir Putri dan melumatnya. Putri hanya bisa diam dan pasrah, perlahan Putripun mulai membalas ciuman Beni. Putri mulai mamainkan lidahnya di bibir Beni.


Setelah Putri mulai memanas, Beni pelan-pelan membuka kancing baju Putri satu persatu. Beni menindih badan Putri dan kembali menciumi leher dan dua gunung Putri, Putri yang sudah mulai tidak tahan menarik lepas celana dalam Beni.


Mereka berduapun sekarang mulai berada di puncak kenikmatan, Beni dengan pelan mulai memasukkan jagoannya.


" Pelan-pelan ya mas.. Putri takut" Putri memeluk badan Beni sangat erat.


" Kalo kamu merasa sakit, gigit aja tanganku ya.. aku tau kamu juga udah ga tahan sayang..".


Beni mulai bisa memasukkan jagoannya ke mulut gua setelah beberapa kali mendengar Putri meringis kesakitan.


arghhhhhh.... mereka berdua terdengar sama-sama memuncak, Beni dan Putri sepertinya lelah sekali. Tanpa sadar mereka tertidur tanpa sehelai benangpun.


Putri terbangun mendengar suara adzan, Putri kaget melihat noda darah di dekatnya. Putri hanya bisa tersenyum, sekarang Putri sudah melaksanakan tugasnya memenuhi kewajiban sebagai istri dari Beni.


Setelah selesai mandi, Putri membangunkan Beni yang masih nyenyak tidur.


" Mas.. udah subuh bangun yuk.. mandi dulu" Putri mencium pipi Beni dengan lembut.


" Ko udah mandi sih.. aku kan masih pengen" Beni menatap mata Putri tanpa berkedip.


" ih.. udah dulu ya mas.. masih sakit.. ".


" Hehe.. iya aku tau.. tapi nanti malem boleh ya sayang.. " Beni mengecup kening Putri dan berlalu masuk kamar mandi.


--------------


Hari ini Beni mulai kembali bekerja setelah beberapa hari kemarin cuti. Setelah selesai sarapan, Beni langsung berangkat menuju kantor.


Kerjaan Beni hari ini banyak sekali, karena ditinggalkan beberapa hari pekerjaan itu jadi menumpuk. Beni tak ada waktu, padahal dari pagi Putri menelponnya, Putri ingin mengantar makan siang untuk Beni.


Jam makan siang hampir tiba, Beni baru selesai dengan tugasnya. Dya baru menyadari banyak panggilan masuk dari istrinya dari pagi.


" Kenapa sayang.. maaf aku banyak kerjaan dari pagi jadi ga sempet pegang hp.. ini baru bisa rebahan sedikit".


" Oiya.. gapapa mas.. tadinya Putri mau nganterin makan siang ke kantor, tapi gajadi.. mas gapapa kan makan di kantin aja".


" iya gapapa mas nanti makan disana.. mas kira ada apa bikin cemas aja..".


" Yaudah.. mas mau Putri masakin apa nanti sore? biar bi Mun siapin.."


" Apa aja Put yang penting bisa nambah tenaga mas buat nanti malem.. hehe.."


" udah ya mas mau ke kantin dulu.. kamu jangan lupa makan.." Beni menutup telponnya keluar ruangan dan menuju kantin.


-------------------


Sore hari


" Mas mau makan sekarang? " Putri menghampiri Beni yang sedang berada di teras depan sambil membawakan cemilan.


" Nanti aja.. aku masih kenyang.. Sini duduk temenin ngobrol".


" Put, kalo kita punya rumah sendiri apa kamu mau pindah dari sini? bagaimanapun aku pengen kita mandiri kalo udah punya anak nanti.." Beni nampak serius.


" Putri ikut mas aja.. kalo memang itu yang terbaik menurut mas Beni.. Nanti Putri ngomong sama ayah dan mamah ya.." Putri merasa senang sekaligus sedih, karena baru kali ini dya akan pergi jauh dari orangtuanya.


Perasaan Putri campur aduk setelah mendengar permintaan Beni untuk pindah rumah tadi. Namun, bagaimanapun sekarang Putri sudah punya suami, tugas Putri adalah berbakti kepadanya.