
2 bulan berlalu..
Pagi ini setelah ayah dan Beni pergi mamah menghampiri Putri yang sedang duduk di teras rumah.
" Sayang lagi ngapain? mamah ada hadiah buat kamu.. " Mamah menunjukkan beberapa tempat wisata di sekitar Lembang, Bandung. Ada de Ranch, Farm House, the Lodge Maribaya, Cikole, floating market dan beberapa tempat wisata yang lainnya.
" Wah.. asyik tu mah.. mamah sama papah mau kesana? Putri melihat foto yang diberikan mamahnya satu persatu.
" Mamah sudah pesankan penginapan buat kamu sama Beni selama 2 hari di Lembang, jadi nanti kamu bisa datengin beberapa tempat yang kamu mau.. ".
" Yang bener mah.. makasih ya.. Putri emang kepengen banget liburan, mas Beni sibuk terus ga ada waktu" Putri memeluk mamah sambil mencium pipi kanannya.
" Sama sama sayang.. nanti jangan lupa kabarin Beni biar dya siap-siap.. nikmati bulan madu kalian.." Mamah berlalu meninggalkan Putri yang masih memilih-milih tempat wisata yang akan dikunjunginya nanti.
Putri memilih beberapa foto untuk nanti diperlihatkan pada Beni. Setelah selesai menyiram tanaman, Putri masuk ke dalam kamarnya.
" Mas.. mamah ngasih kita hadiah liburan ke Lembang 2 hari.. " Putri memulai video call dengan Beni. Dya menunjukkan beberapa foto tempat yang sudah dipilihnya.
" Ko mendadak gitu sayang.. " Beni masih terlihat sibuk dengan pekerjaannya di depan laptop.
" Mas gamau nganterin Putri kesana? Yaudah Putri nanti bilang ke mamah ga jadi berangkat" Putri memonyongkan sedikit bibirnya.
" Bu.. bukannya gitu sayang.. iya mas nanti temenin kamu kesana.. ".
" Nanti mas ngobrol dulu sama Yudi buat jaga toko selama 2 hari kita disana.. udah jangan manyun lagi nanti cantiknya ilang" Beni menatap wajah Putri.
" yeeee... makasih ya mas.. Putri siapin semuanya buat besok.. bye.." Putri menutup video callnya, mulai mencari koper untuk dibawa ke Lembang.
Raut wajah gembira sangat terlihat sekali, kesedihan Putri beberapa saat kemarin seketika hilang. Dya semangat sekali memilih bajunya dan baju suaminya yang akan dibawa besok liburan.
Tak lupa Putri memasukkan beberapa sweater dan jaket karena udara di Lembang pasti dingin.
Malam hari
Mamah dan bi Mun sedang menyiapkan makan malam, Putri yang mencium wangi masakan sang mamah karena pintu kamar tidak ditutup langsung berlari ke arah dapur dan memeluk mamahnya.
Bi Mun yang melihatnya hanya menggelengkan kepala, Putri tidak pernah berubah, tetap manja kepada mamahnya walopun terkadang sang mamah sibuk dengan urusannya di luar rumah.
Tanpa disuruh Putri langsung membantu menghidangkan nasi dan masakan mamahnya di meja makan. Sementara bi Mun sudah mulai membereskan cucian piring yang kotor.
" Assalamualaikum.."
" Waalaikum salam.. sepertinya suara mas Beni.." Putri berlari membuka pintu karena mendengar suara Beni di luar.
" Kamu tau aja kalo aku udah laper sayang.. hehehe" Beni mencubit pipi Putri dan mencium keningnya, mereka berdua berlalu ke dapur.
Mereka hanya makan bertiga, ayah Putri masih belum selesai dengan tugas kantornya. Ayah jarang sekali ada di rumah saat jam makan malam, mungkin itu juga yang menjadi pertimbangan Beni berhenti dari pekerjaannya. Karena kalo sudah disuruh lembur tidak boleh ditolak karena akan dapat sangsi.
Beda dengan kegiatan Beni sekarang, Pergi dan pulang semaunya. Asal semua sudah diperiksa dengan benar.
" Gimana sayang.. udah pilih tempat mana aja yang kalian mau datengin besok? " mamah mulai pembicaraan.
" Udah mah.. Putri juga udah tunjukkin ke mas Beni tadi..".
" Gimana masalah toko Ben?" Putri menghentikan aktifitas makannya.
" Tadi mas udah bilang ke Yudi.. Nanti kita bisa pantau kegiatan toko juga di CCTV jadi insya allah aman" Beni mengacungkan jempolnya ke dekat hidung Putri dan tersenyum.
" Mamah udah ga sabar mau punya cucu lagi.. kalian disana nikmatin aja ya" Mamah mengelus lembut perut Putri.