
Hari ini tepat 3 hari setelah kematian orangtua Beni. Beni harus kembali ke Jakarta untuk melanjutkan kehidupannya, pekerjaan baru dan hidup baru.
Setelah berpamitan pada Wawan, Beni naik bus menuju Jakarta. Hari ini dya mau minta izin kepada mba Weni untuk resign, Beni ingin mencari pekerjaan baru dengan ijazah S1 nya.
---------------
Restoran
" Selamat siang semua.. " sapa Beni kepada semua pegawai restoran.
" Udah siap kerja lagi Ben? tanya Fadly.
" Mba Weni udah dateng belum? aku mau minta surat resign Fad, mau nyoba cari kerjaan baru pake ijazah S1 aku".
" Wah.. selamat ya Ben udah jadi sarjana sekarang. Semoga beruntung nanti di tempat baru. Jangan lupa kasih kabar" Fadly memeluk badan Beni.
Setelah berpamitan kepada mba Weni dan semua pegawai Restoran lain, Beni langsung ke tempat kosnya. Istirahat sebentar dan mulai mengurus lamaran baru dengan ijazah barunya.
"mudah-mudahan aku beruntung " gumam Beni sambil memasukkan beberapa kertas lamarannya ke dalam amplop.
* Ting tong
" Beni dimana sekarang?" terdengar suara Putri di telpon.
" Udah di Jakarta Put, ini di tempat kos. Lagi nyiapin lamaran, aku udah resign dari restoran soalnya" jawab Beni.
" Bisa dateng ke kafe xx sekarang? Putri sama ayah lagi ngomongin Beni, nanti Putri share lokasinya ya".
Setelah mendapat titik lokasi cafe yang Putri sebutkan tadi, Beni segera berganti baju dan memesan ojek online.
Sepanjang jalan Beni menikmati perjalanannya, sudah beberapa hari dya tidak menghirup udara di Jakarta karena sibuk mengurusi pemakaman dan tahlilan orangtuanya di kampung.
--------------
Beni sibuk melirik ke kanan dan kiri mencari keberadaan Putri dan ayahnya. Setelah bertanya kepada pelayan, Beni langsung menuju meja Putri.
" Selamat sore om, Put, maaf nunggu".
" Gapapa Ben, Putri sama ayah kesini emang janjian pengen ngobrol sama kamu. Langsung aja ya Ben.. Ada tawaran kerja di kantor ayah sebagai manager Pemasaran, kalo Beni mau Beni bisa langsung kirim lamaran kesana" ucap Putri sambil tersenyum pada Beni.
" Iya.. Siapa tau nak Beni bisa diterima. Nanti HRD akan langsung interview nak Beni. Tenang aja, om ga akan ikut campur, semua tergantung nanti interview nak Beni besok" ayah Putri menambahkan.
" Baiklah om, Beni dateng besok. Beni akan kasih yang terbaik buat om sama Putri karena selalu bantuin Beni" Beni meraih tangan ayah Putri lalu menciumnya.
Setelah menikmati makanan dan mengobrol beberapa saat, Putri dan ayahnya pamit karena harus kembali ke kantor. Sementara Beni kembali pulang ke tempat kos naik ojek online.
------------------
Beni merebahkan badannya di atas kasur, mengingat kembali semua kejadian kemarin yang telah dya alami. Beni memegang foto kedua orangtuanya, tak terasa air mata menetes.
Maaf mak, pak, Beni belum bisa bahagiain kalian. Beni belum bisa kasih kalian cucu, tapi kenapa kalian pergi secepat ini.
Beni mengambil air wudhu, lalu melanjutkan sholat dan berdoa agar diberi kelancaran besok saat interview di kantor ayah Putri.
Selesai mengaji, Beni mencoba memejamkan matanya, berharap besok akan lebih baik.
* Ting tong
" Semangat ya Ben, semoga besok interviewnya lancar dan Beni bisa diterima kerja" pesan masuk dari Putri.
" Makasih ya Put selalu ada, maaf aku belum bisa ganti uang kamu kemarin. Setelah aku dapet kerja, insya Allah aku ganti" balas Beni.
Beni tertidur sambil memeluk foto kedua orangtuanya.