My Life My Adventure

My Life My Adventure
Pekerjaan Aluna



Aluna melangkahkan kakinya keluar kamar kos, dya menunggu di depan gerbang. Aluna memakai handsfre dan memutar lagu di hp nya sambil menunggu taksi biru lewat,, tidak perlu menunggu lama akhirnya yang ditunggu datang juga. Aluna melambaikan tangannya dan buru-buru masuk ke dalam.


Setelah memberitahu alamat restoran, supir taksi langsung melajukan mobilnya. Sepanjang perjalanan Aluna hanya fokus dengan hpnya tanpa melihat sekitar.


" Mba, kita sudah sampai di restoran Jingga.." supir taksi menoleh ke arah Aluna, sementara dya masih fokus dengan hpnya.


" mba.. haloooo"


" Eh.. i..iya mas.. kenapa" Aluna membuka handsfre yang dipakainya.


" Kita udah sampai ke Restoran Jingga. Mba sudah boleh turun" Supir taksi memperlihatkan argo yang sudah berhenti daritadi.


" Eh.. iya makasih.. ini ongkosnya.." Aluna memberikan uang kepada supir itu dan berlalu turun dari taksinya.


" Bismillah.. wish me luck" Aluna melangkahkan kakinya masuk ke dalam restoran.


Di dalam, Aluna terpesona melihat pemandangan restoran yang sangat cantik dengan konsep minimalis tapi tetap terlihat elegan dengan warna warna natural.


" Silahkan mba.. mau pesan apa.. " Ufi mendekat ke arah Aluna.


" Eh.. maaf mas, saya mau ketemu pak Fadly.. apa beliau ada".


" Ada mba, mari saya antar ke ruangannya" Ufi mengajak Aluna ke ruangan Fadly.


tok tok tok


" Pak.. ada yang nyari.." Ufi mempersilahkan Aluna masuk.


" Maaf pak.. saya Aluna, saya disuruh Beni kesini.." Aluna menjabat tangan Fadly.


" Oh kamu temen Beni itu ya.. kalo kamu siap bisa langsung kerja hari ini juga Lun.. ".


" Saya kerja jadi apa pak?".


" Kamu saya tempatkan jadi kasir disini.. jam kerja kita jam 10-8 malam ya.. kamu siap?" Fadly tersenyum.


" Siap pak" Aluna bersemangat sekali menjawab pertanyaan Fadly.


Aluna menempati meja kerjanya sebagai kasir mulai hari ini. Beberapa pegawai lainnya tampak mendekat ke arah Aluna untuk berkenalan, terutama Ufi yang dari awal melihat Aluna.


" Hai.. gue Ufi" Ufi melambaikan tangannya ke Aluna dengan gaya cool ala-ala dya.


" Gue Aluna.. mohon bimbingannya ya.." Aluna membungkukkan sedikit badannya sambil tersenyum ke arah Ufi.


Aluna mulai menikmati pekerjaannya hari ini, di tengah kesibukannya dya menelpon Tyas.


" Gimana kerjanya Lun?" suara Tyas di seberang sana.


" Lumayan Yas.. kerjanya ga capek, orangnya juga pada asyik.. daripada di rumah terus bisa gila gue kaga punya duit.. hahahah".


" Eh.. lu dimana Yas?" tanya Aluna keheranan.


" Jam 8 malem Yas.. Lu minta cariin kerja sama Beni gih biar lu ga kesepian.. ".


" Kayanya harus gitu Lun.. biar gue juga ga terus ketergantungan sama dya.. ". suara Tyas melemah.


" Yaudah.. gue lanjut kerja ya.. ati-ati jangan sampe berduaan sama Beni.. hahahah". Aluna menutup telponnya.


Jam menunjukkan jam 19.50, semua pegawai sedang beres-beres karena sebentar lagi restoran sudah tutup. Fadly menghampiri Aluna yang sedang melamun menunggu jam pulang.


" Bawa motor ga Lun? apa dijemput Beni?".


" Paling naik taksi pak.. saya baru di Jakarta jadi belum hafal kalo naik kendaraan sendiri..".


" Oiya, Beni itu pacarnya sahabat saya Tyas. Jadi mana mungkin dya jemput saya pak.. hehe" Aluna menundukkan kepalanya.


" Oh.. saya Fikir kamu temen deketnya Beni. Yaudah saya anter pulang, saya bawa mobil. kamu tunggu disini..".


Beberapa menit berlalu, Fadly keluar ruangannya berjalan menuju Aluna. Mereka berdua keluar restoran berdua menuju parkiran.


" Tempat kosnya dimana Lun?" Fadly mulai menghidupkan mesin mobilnya.


" Ya ampun.. sebentar pak, saya minta Tyas share lokasi kosannya. ".


Setelah mendapat pesan Tyas, Aluna langsung menyalakan Maps. Fadly hanya tersenyum, dya tau dimana kosan Aluna.


" Matiin aja Maps nya Lun.. saya tau lokasinya dimana.. ".


" Eh.. iya pak.. maaf ya ngerepotin.." .


" Oiya.. kalo di luar jam kerja kamu panggil Fadly aja, lagian saya masih singel ko Lun.. " Fadly tersenyum ke arah Luna.


" Eh.. i.. iya Fad".


Sepanjang jalan Aluna dan Fadly hanya diam, Aluna memilih melihat pemandangan Jakarta di malam hari, sedangkan Fadly tampak fokus menyetir. Di tengah perjalanan, tanpa sadar Aluna tertidur, Fadly yang melihatnya sesekali mencuri pandangan.


" Kamu cantik juga Lun.." gumam Fadly.


Sampai di depan gerbang tempat kos, Fadly membangunkan Aluna yang tidur nyenyak.


" Lun.. Lunaa.. kita udah sampai.. ".


" Iya Yas.. kita dimana.. eh.. Fadly maaf aku ketiduran.." Aluna menggaruk kepalanya.


" Kita udah sampe Lun.. " Fadly menambahkan.


" Makasih ya.. mau masuk dulu ga? di dalem ada Tyas juga.." Aluna turun dari mobil.


" Ga usah.. lain kali aja ya Lun.." Fadly melambaikan tangannya, melajukan mobilnya dan berlalu pergi.