
Tyas sudah bersiap untuk berangkat kerja, ini hari pertamanya dan dya sudah tampil secantik mungkin.
" Lu udah cakep.. gih pergi, nanti kesiangan tau rasa.. " Aluna menghampiri Tyas yang sedang berdandan di meja riasnya.
" Gue gerogi Lun..".
" Dih.. sejak kapan lu jadi penakut gitu.. Semangat Yas.. semangat" Aluna sedikit berteriak.
" Lu kapan dijemput? gue nebeng.." Tyas tersenyum.
" Lah.. gue mah masih lama, ini baru jam 7.. anak baru jangan sampe telat Yas..".
" Iya.. iya.. gue udah lagi nunggu Ojol Lun.. bentar lagi juga nyampe" Tyas berdiri merapihkan rambutnya.
Tidak lama Ojol pesanan Tyas datang, sedikit terburu-buru karena takut kesiangan, Tyas mengambil tas dan sepatu yang sudah disiapkannya.
" Gue berangkat Lun..".
" Iya.. hati-hati".
Terdengar suara pintu kembali dibuka.
" Lu bikin kunci serep ya nanti, jadi gue bisa balik sesuka hati tanpa nunggu lu yang pulangnya malem".
" Siap bos.. " Aluna mengangkat tangannya, memberi hormat ke arah Tyas.
Tyas pergi meninggalkan Aluna di kamar sendiri. Aluna bergegas pergi mandi, karena sebentar lagi Fadly akan menjemputnya.
-----------------
Kantor
" Tyas, kamu sekarang ikut saya ke ruangan Direktur ya.. sudah ditunggu". Andini melangkahkan kakinya, di ikuti Tyas.
tok tok tok
" Pak.. ini asisten baru anda".
" Tyas.. silahkan duduk, saya permisi keluar ya..". Andini menutup kembali pintu ruangan.
" Kamu Tyas Rinjani.. ". Anton melihat kembali CV Tyas di tangannya.
" I.. iya pak.." Tyas menundukkan kepalanya.
" Sepertinya kamu belum berpengalaman kerja.. apa kamu sanggup kerja sama saya..".
" Mohon bimbingannya Pak.. saya akan berusaha sebaik mungkin..".
" Apa kamu sanggup kalo saya butuhkan kamu pergi ke luar kota beberapa hari?" Anton menggebrak meja.
" Saya siap pak" Tyas kaget.
" Bagus.. sekarang kamu keluar, temui sekretaris saya Regita, tanyakan dya jadwal saya hari ini apa aja. Catat yang benar jangan sampai ada yang salah..".
" Ba.. baik pak.. saya permisi" Tyas berlalu meninggalkan Anton, bosnya.
Tyas merasa pernah melihat wajah Anton dulu, tapi dya lupa kapan dan dimana. Sedangkan di dalam ruang kerjanya Anton tampak senyum-senyum sendiri melihat Hp nya.
" Mba Regita.. Saya Tyas asisten baru Pak Anton, tadi saya diminta menanyakan jadwalnya hari ini.." Tyas menjabat tangan Regita, sekretaris Anton.
" Semoga betah ya kerja disini Yas.. bos kita sedikit sangat, tapi dya baik ko ga gigit.. hehe.." Regita memberikan beberapa berkas kepada Tyas.
Setelah mempelajari semua berkas yang diberikan Regita, tidak butuh lama untuk Tyas mempelajari semuanya. Tyas memang pintar, walaupun cuma sekolah sampai SMK dya selalu mendapat ranking 1 di kelasnya.
tok tok
" Ini berkas yang Bapak minta.. jadwal kita hari ini ketemu sama pimpinan perusahaan Angkasa, terkait perjanjian kerja sama baru".
" Oh ya, kamu bisa kan kuliah sambil kerja? saya pengen kamu ambil S1, terserah kamu mau kuliah dimana, nanti perusahaan yang akan membiayainya" Anton memeriksa berkas yang Tyas berikan.
" Baik Pak.. Nanti saya akan mendaftar kelas karyawan".
" Saya permisi.." Tyas keluar dari ruangan Anton.
Tyas menghampiri Regita.
" Mba.. memangnya kerja disini harus S1 ya?".
" Iya Yas.. sebelumya aku sama Bu Andini juga kaget kenapa Pak Anton mau nerima kamu yang hanya lulusan SMK, gapunya pengalaman kerja juga..".
" Padahal sebelumnya Asisten Pak Anton itu wajib lulusan S1 loh.. kamu beruntung Yas.." Regita tersenyum.
" Jangan-jangan...".
" Jangan-jangan apa mba?" Tyas mengernyitkan dahinya.
" Pak Anton suka sama kamu.. hehe.. ".
" Mba.. Pak Anton itu direktur, ngapain suka sama aku anak kecil yang baru mulai kerja.. hehe.." Tyas sedikit salah tingkah, sebenarnya Tyas masih bertanya-tanya kenapa dya diterima kerja. Padahal jelas-jelas dya cuma lulusan SMK dan belum berpengalaman.