My Life My Adventure

My Life My Adventure
Pulang



Beni langsung menelpon Putri, karena tidak mungkin Beni meninggalkan Tyas yang sedang pingsan sendiri di kamar kos.


" Put, kamu sama siapa disitu? Temen aku ngajakin dulu ngopi sebentar, nanti aku langsung kesana. Titip salam buat Putri".


" Ada mamah nemenin disini Ben, iya.. gapapa lagian Riska sudah mulai ceria lagi. Kamu hati-hati bawa mobilnya ya, kita nunggu disini" jawab Putri.


--------------


Beni mencari kayu putih di lemari baju Tyas dan langsung menciumkan sedikit di hidung Tyas. Beni nampak cemas karena Tyas tak kunjung membuka mata.


Setelah beberapa lama, Tyas sadar. Tyas sepertinya masih pusing, dya memegang kepalanya dan menggosok matanya perlahan.


" Kamu ngapain disini? pergi kamu dari sini Ben, aku benci sama kamu. Kamu udah ngerusak semuanya. Pergi Ben, pergi...".


Tyas mendorong Beni keluar dari kamar kos, perlawanan Beni tidak mengubah keputusan Tyas untuk mengusirnya.


Setelah memastikan Beni tidak kembali, Tyas mengunci pintu dan kembali menangis. Tyas masih tak percaya apa yang telah terjadi. Tyas mengingat kembali awal pertemuannya dengan Beni, pertama Tyas di ajak ke Jakarta, bahkan saat Beni merenggut kesuciannya.


Setelah beberapa lama, Tyas bangun dan mulai membereskan pakaiannya. Tyas memutuskan untuk pulang ke rumah. Ya, satu-satunya tempat yang paling nyaman adalah rumah.


" Mungkin, saat ini aku harus pulang. Aku butuh waktu untuk sendiri, aku gabisa terus-terusan disini" .


Tyas membuka dompetnya, beruntung masih ada beberapa lembar uang disana. Tyas juga lega karena Beni memberikan fasilitas ATM atas nama Tyas sendiri, aman untuk beberapa waktu ke depan.


" Bu, saya titip kunci. Kalo ada sodara saya kesini nanyain saya bilang saya pulang ke rumah dulu ya. Terima kasih" .


Sambil berlalu, Tyas berjalan menuju gerbang. Setelah mendapat taksi, Tyas masuk mobil, mematikan hp dan memulai perjalanannya menuju rumah, sedikit lebih tenang.


----------------------


Rumah Sakit


" Gimana keadaan Riska sekarang Put? Udah bisa pulang hari ini? ".


" Udah lebih baik Ben, tapi masih harus mendapat pengawasan dokter. Kalo udah ga panas lagi, besok bisa dibawa pulang" jawab Putri tersenyum.


Putri pamit kepada Beni untuk pergi ke kantin bersama mamahnya, Putri tidak sempat sarapan tadi pagi karena harus buru-buru ke Rumah sakit menggantikan Beni menjaga Riska.


Setelah memastikan Riska tidur, Beni mulai menelpon kembali no Tyas. Tapi masih tidak bisa tersambung, Beni mengirim pesan wa karena merasa kurang, Tyas tidak memberinya kabar setelah pertengkaran tadi.


------------------


Rumah Tyas


Beberapa jam berlalu, Tyas akhirnya sampai di rumah. Setelah memberikan ongkos kepada supir taksi, Tyas langsung masuk ke rumah dan mencari mamahnya. Betapa kaget sang mamah melihat Tyas yang tiba-tiba tanpa kabar sudah ada di dalam rumah.


Mereka berdua berpelukan untuk beberapa saat, Tyas sedikit menangis karena sudah lama tidak bertemu mamah.


" Tyas kangen mah, Tyas izin cuti jadi bisa istirahat dulu di rumah".


" Beni mana? ko Tyas naik taksi kesini? kalian baik-baik aja kan?" tanya mamah heran.


" Beni lagi sibuk di toko, jadi dya gabisa nganterin Tyas pulang mah. Gapapa mah, yang penting Tyas udah sampe rumah dengan selamat. Tyas masuk kamar dulu ya mah, Tyas capek banget".


Tyas berlalu meninggalkan mamah ke kamar, dya merebahkan badannya di kasur dan mulai memejamkan matanya.


Tyas mulai membuka mata teringat hp yang dya matikan waktu perjalanan tadi, banyak sekali panggilan telpon dari Beni, beberapa pesan dan voice call Beni. Tyas tidak memperdulikannya.


" Sekarang apa yang harus aku lakukan? Seandainya aku tau Beni sudah punya anak dan istri, aku tak akan pernah mau mempunyai hubungan dengannya. Aku benci sama kamu Ben, aku Benci.. " Ucap Tyas di dalam hatinya.


Mohon kritik dan sarannya 🙏