
Pagi ini Beni pamit pada Putri, mencari tempat untuk membuka usaha yang sudah direncanakannya dari kemarin. Beni memutuskan membuka toko HP. Karena menurut Beni, penjualan hp, pulsa dan aksesoris hp lainnya akan selalu dicari banyak orang, dan perkembangan mereka tidak akan ada habisnya.
Beni sudah mendatangi beberapa mall besar di Jakarta, namun belum ada yang pas dengan lokasi dan perihal keuangannya.
" Susah juga cari tempat yang pas, keluar masuk mall semuanya pada mahal, padahal aku cuma butuh tempat kecil aja untuk memulai dulu.. Mudah-mudahan ini yang terakhir... huh.." Beni membuangn nafasnya pelan, lalu Beni masuk mobil dan mulai melajukan mobilnya menuju mall B.
Beni masuk ke mall B, perlahan dya melangkahkan kakinya mulai mencari tempat informasi disana untuk bertanya perihal sewa toko.
" Selamat siang, saya Marni pak. Mari silahkan ikut saya untuk melihat beberapa toko yang bisa bapak sewa nantinya.." Marni menjabat tangan Beni dan mengajaknya berkeliling mall melihat beberapa toko yang masih kosong.
" Ukuran yang paling depan tapi yang harganya tidak terlalu mahal ada mba Marni? hehe.. ".
" Saya baru mau nyoba buka toko.. jadi budget saya belum terlalu besar" Beni masih mengikuti langkah Marni di depannya.
" Ada pak.. mari kita lihat" Marni membawa Beni ke salah satu toko kosong paling depan dekat pintu mall, letaknya strategis sekali karena semua orang yang masuk akan melihat toko itu.
Setelah melihat ke dalam toko, akhirnya Beni langsung setuju untuk mengisi toko tersebut. Marni mengajak Beni untuk menyelesaikan masalah administrasinya terlebih dahulu supaya bisa langsung dipakai secepatnya.
Ting tong
" Mas Beni dimana? ini udah malem.. " Putri menelpon Beni karena dari pagi Beni belum memberikannya kabar.
" Mas baru selesai cari toko Put.. Alhamdulillah dapet di mall B.. ga terlalu gede tapi lokasinya strategis Put.. Deket sama pintu masuk.. " Beni mencoba menjelaskan.
" Kalo udah beres langsung pulang.. Putri udah masakin gurame sama cah kangkung buat mas Beni.. "
----------------
Rumah
Setelah selesai mandi, Beni langsung berjalan ke dapur. Putri sudah menunggunya daritadi untuk makan bareng.
" Mas capek banget Put.. gimana kabar calon anak kita" Beni memeluk Putri dari belakang, menempelkan dagunya ke bahu Putri dan mengelus perut Putri.
" Tadi Putri udah minum susu supaya bayi kita ga kelaparan nunggu ayahnya lama pulang.. Kita makan yuk, Putri udah laper banget mas.. " Putri melepaskan pelukan Beni.
" Maafin ayah ya.. bikin kalian lama nunggu" Beni mencium perut Putri lalu mengajak Putri duduk.
Selesai makan, Beni langsung melangkahkan kakinya ke tempat tidur. Hari ini benar-benar membuatnya kelelahan, tak butuh waktu lama untuk Beni terlelap dan mendengkur membuat suara gaduh di kamarnya.
Putri yang baru saja masuk kamar merasa kasian melihat suaminya tidur. Dengan perlahan Putri menyelimuti tubuh Beni agar dya tidak bangun.
Putri belum merasa ngantuk, dya mencoba membuka Hp dan melihat galery fotonya. Air matanya tak terasa menetes, Putri mengenang masa-masa kuliahnya, awal pertemuannya dengan Beni waktu ospek, kematian orangtua Beni, hingga foto-foto pernikahannya kemarin.
Rasanya masih tak percaya kalo Putri sekarang hamil anak Beni, padahal Putri ingat Beni dan dirinya hanya pacaran sebentar. Tapi Allah mengabulkan semua doa-doa Putri.
Putri merasakan matanya mulai perih, dya menaruh hpnya di nakas dan mematikan lampu kamar. Putri memeluk Beni dan mulai memejamkan matanya.