
Hari ini Putri sudah diperbolehkan pulang oleh dokter. Beni dengan sigap menggendong Putri ke mobil karena takut Putri masih lemas pasca operasi kuret beberapa hari kemarin.
Putri masih sering terlihat menangis sesekali, wajar karena Putri merasa sangat kehilangan calon bayi kesayangannya.
" Sudah ya sayang jangan nangis terus.. berdoa suatu hari nanti kamu bisa hamil lagi.." Beni merapihkan posisi duduk Putri, tepat di sebelahnya.
Sepanjang jalan Putri hanya diam, tatapannya kosong, fikirannya melamun entah kemana. Beni yang melihatnya hanya bisa menunduk diam, Beni faham dan mengerti apa yang Putri rasakan saat ini.
--------------
Rumah
Beni kembali menggendong Putri masuk ke dalam rumah, bi Mun yang berada di belakang mereka sedikit berlari membukakan pintu di iringi langkah kaki orangtua Putri.
Beni masuk ke kamar dan membaringkan Putri di kasur.
" Sekarang tidur ya.. jangan melamun lagi.. mas mau mandi sama sholat dulu" Beni menyelimuti badan Putri dan mengecup lembut keningnya.
" Jangan lama-lama ya mas.. ".
Beni berlalu meninggalkan Putri di kamarnya, setelah beberapa hari bolak balik mengurus Putri di rumah sakit Beni merasakan lelah yang teramat sangat.
Beni masuk kamar mandi dan berdiri di bawah shower, Beni yang sudah tidak kuat menahan kesedihannya akhirnya menangis juga. Dya sedih karena harus kehilangan calon anaknya dengan Putri, di tengah kebahagiaan yang baru saja dya rasakan.
" Aku harus kuat.. aku ga boleh cengeng.. kasian Putri" Beni menghentikan tangisannya, kemudian mandi dan langsung wudhu.
Malam itu Beni kembali menangis dalam doanya, Beni mencoba ikhlas atas kejadian yang menimpa keluarga kecilnya. Karena semua milik Allah dan semua akan kembali kepada-Nya.
" Tadi Beni tinggal mandi sama sholat dulu mah Putrinya.. Mudah-mudahan sekarang udah tidur.. ".
" Oh.. yaudah.. Kalo ada apa-apa panggil mamah di kamar ya Ben.. Makasih udah jagain anak mamah" Mamah menatap Beni dan tersenyum.
" Sudah kewajiban Beni sebagai suaminya mah.." Beni pamit meninggalkan mertuanya.
Beni melihat Putri sudah tidur pulas, Beni mematikan lampu kamar dan ikut tidur di sebelah Putri. Beni memeluk istrinya pelan-pelan karena takut Putri bangun.
Sementara di Kamar orangtuanya Putri, sang mamah sedang sibuk memilih tempat bulan madu untuk anaknya. Mamah berencana menghadiahi Putri bulan madu sama Beni setelah keadaan Putri kembali sehat dan Putri ga akan sedih lagi.
" Kira-kira yang cocok buat Putri sama Beni bulan madu kemana ya yah?" Mamah memperlihatkan beberapa foto tempat liburan di Laptopnya kepada suaminya.
" Yang deket aja mam.. Beni kan juga punya usaha yang ga bisa ditinggal lama-lama" ayah menggeser foto-foto pilihan istrinya.
" Gimana kalo di Lembang, Bandung aja. Udara disana kan sejuk tuh.. Ga begitu jauh juga dari Jakarta.." mamah mengangkat kedua jempolnya sambil tersenyum.
" boleh juga tuh mam.. Nanti kita ikut juga? Udah lama ga bulan madu juga mam.." Ayah mencubit pinggang istrinya sambil tertawa.
" Ayah kaya abg aja.. hihihi..". Mamah melanjutkan tugasnya untuk mengurusi semua kebutuhan bulan madu Putri dan Beni.
Setelah mencari info penginapan di daerah Lembang, mamah langsung memesannya dan membayar DP untuk Putri menginap selama 2 hari, padahal rencananya masih lama. Mamah tidak ingin terus-terusan melihat Putri bersedih, siapa tau dengan rencana bulan madu mereka segera punya anak lagi.
Tak terasa sudah jam 10 malam, mamah menyusul ayah yang sudah tidur duluan ngorok.