
Sebulan sudah Beni bekerja di kantor Pratama. Beni ingin mengajak Putri jalan-jalan karena Beni sudah gajian kemarin.
"ini kan hari Minggu, pasti Putri ada di rumah" fikir Beni sambil mengendarai motornya.
--------------------
* tok tok tok
" Beni.. mau ketemu ayah ya?" tanya Putri bingung melihat kedatangan Beni.
" Ng.. ngga Put. Mau jemput Putri, jalan yuk. Kemarin aku gajian, jadi hari ini pengen traktir kamu".
" Kamu ngga kemana-mana kan?" tanya Beni sedikit gugup.
" Selamat ya Ben udah dapet gaji pertama hehe.. ".
" Yawdah Beni tunggu di dalem, Putri ganti baju sebentar" Putri mempersilahkan Beni duduk.
" Yuk berangkat.. mamah sama ayah ga ada di rumah, jadi kita bisa langsung pergi".
Hari ini Beni menghabiskan waktunya bersama Putri, berkeliling Jakarta, menonton bioskop, dan makan malam romantis di sebuah cafe.
" Aku pengen bilang terima kasih Put, kalo kamu ga nolongin aku mungkin ga akan ada Beni yang sekarang" Beni memegang kedua tangan Putri.
Putri yang sedikit kaget perlahan melepas genggaman tangan Beni.
" Ben, sebenernya Putri udah suka sama Beni dari awal ketemu waktu ospek".
" Tapi Putri malu" Putri menundukkan kepalanya.
Keadaan hening sejenak, Beni mulai memindahkan kursinya mendekati Putri yang masih terdiam.
" Makasih ya Put, Beni bakal berusaha buat sayang juga sama Putri" Beni memeluk Putri.
" Makasih Ben".
Beni mengantar Putri pulang sampai depan rumahnya, sebelum berhasil masuk, Beni perlahan menarik tangan Putri dan memeluknya hangat.
Beni mencoba mencium bibir Putri, perlahan Beni mulai menikmati ciuman itu, tidak ada penolakan dari Putri. Mereka sama-sama menikmatinya beberapa saat sampai mata Putri terbuka dan melepaskan ciuman Beni.
" Makasih ya Ben, Putri sayang sama Beni" Putri berlalu meninggalkan Beni masuk.
-------------------
" Aku akan coba buat sayang sama kamu Put" .
Sampai di kamar kos, Beni langsung mandi dan berganti pakaian setelah seharian menghabiskan waktu dengan Putri.
---------------
Hubungan Beni dan Putri sudah berjalan 6 bulan, mamah Putri yang melihat anaknya sekarang sudah mulai berubah. Putri senang berdandan dan tak pernah terlihat sedih lagi.
" Put, mamah lihat hubungan kamu sama Beni semakin akrab" mamah membuka obrolan.
" Beni baik mah, selalu bikin Putri nyaman kalo deket dya".
" Putri seneng bisa terus deket sama Beni" Putri tersenyum.
" Bagaimana kalo kalian menikah?".
" Me.. menikah mah? apa Beni sudah siap? mamah tau kan Beni ga punya orangtua lagi" Putri sedikit kaget.
" Justru itu, kalo kalian udah nikah ajak Beni tinggal disini. Mamah udah ga sabar pengen gendong cucu.. hehe".
Putri dan mamahnya yang sedang asyik ngobrol dikagetkan kedatangan sang ayah.
" Kalian lagi ngomongin apa? ayah ikut dong kayanya seru sampe ketawanya kaya gitu" ayah mendekati Putri.
" Yah, kalo kita nikahin aja Putri sama Beni gimana?".
" Mamah udah gasabar pengen gendong cucu" mamah memeluk Putri.
" ih.. mamah sama ayah apaan si.. jangan tanya sama Putri, tanya langsung sama Beni".
" Jadi Putri udah kepengen nikah?" ayah meledek Putri.
" Yaudah, besok sore suruh Beni maen kesini. Bilang ayah ngundang dya makan malam di rumah".
" Iya yah.. Putri masuk kamar dulu ya" Putri mencium tangan kedua orangtuanya kemudian berlalu meninggalkan mereka yang masih ngobrol.
"Beni sama Putri nikah? Putri mau.. tapi apa Beni juga mau? " Putri tersenyum lalu tidur dengan memeluk foto Beni.