My Life My Adventure

My Life My Adventure
Penginapan



" Semuanya udah siap sayang? Baju, celana dalem, jaket, dll? " Beni memasukkan 2 koper ke bagasi mobil.


" Insya Allah semua udah mas.. kalo ada yang kurang kita beli di sana aja ya mas.. hehe" Putri masuk ke dalam mobil.


" Kalian hati-hati ya.. Mamah, ayah sama bi Mun menunggu kalian pulang" Mamah melambaikan tangannya ke arah Putri dan Beni, Putripun membalasnya dan tersenyum.


Beni mulai melajukan mobilnya, mengingat hari ini Sabtu biasanya jalanan sedikit macet karena pegawai kantor sebagian libur.


Butuh waktu beberapa jam untuk sampai Lembang, di tengah perjalanan Beni dan Putri menghentikan mobilnya di mini market untuk membeli minum dan beberapa cemilan supaya tidak ngantuk bawa mobil nanti.


" Nanti gantian aja bawa mobilnya kalo mas capek.. Putri siap ko" Putri kembali masuk mobil dengan beberapa keresek besar di tangannya.


" Kamu ga boleh bawa mobil dulu sayang.. kamu jadi ratu 2 hari ini" Beni mencium punggung tangan Putri dengan lembut.


" Makasih mas.." Pipi Putri tiba-tiba memerah seperti tomat.


Selama perjalanan, Beni dan Putri asyik mengobrol. Momen yang sangat susah ditemukan bisa berdua seharian, karena waktu Beni lebih banyak dihabiskan di toko sekarang. Putri terlihat bahagia sekali.


Setelah sampai di Penginapan yang sudah dipesan mamah Putri, Beni mulai memarkirkan mobilnya. Putri duluan masuk untuk bertanya kepada resepsionis disana.


" Mba.. saya mau konfirmasi kamar atas nama Putri Pramana.. Beberapa waktu yang lalu mamah saya sudah memesan kamar itu".


" Sebentar ya mba.." resepsionis itu mulai mengecek nama Putri di komputernya.


" Atas nama mba Putri Pramana ya.. ini kunci kamarnya mba.. ada di lantai 2" Dya menyerahkan kuncinya ke Putri.


Putri memanggil Beni di tempat parkir dan membawa barang-barang mereka masuk ke penginapan. Beni tidak mengizinkan Putri membawa koper, jadi Putri hanya menjinjing kresek belanjaannya saja.


Setelah masuk kamar, Putri memeriksa beberapa ruangan dan melihat ke arah luar. Putri nampak senang karena dari situ Putri bisa melihat keindahan kota Lembang yang indah.


Beni yang melihat Putri terdiam di luar langsung mendekatinya dan memeluk pinggang Putri dari belakang. Menaruh dagunya di pundak Putri dan mencium lembut pipi Putri.


" Jangan mulai dulu ya mas.. Kita mandi dulu terus makan.. Putri mulai laper" Putri membalikkan badannya ke arah Beni, mengecup bibir Beni dan melangkah ke dalam kamar.


" Kamu nakal yaa.." Beni mengejar Putri dan memeluk Putri sampai keduanya berpelukan di tempat tidur.


" Kita gausah kemana-mana, 2 hari ini kan jadwalnya bikin anak lagi sayang.. " Beni mengusap lembut pipi Putri.


" Mas Beni.. i love u".


Putri mulai mengecup bibir Beni perlahan, Beni membalasnya dengan lembut dan mulai memainkan lidahnya di bibir Putri. Beberapa saat terhanyut, Beni mulai membuka kancing baju Putri satu persatu tanpa menghentikan ciumannya. Putri yang mulai mendesah membuat Beni semakin bergairah siang itu.


Setelah membuka baju Putri, dya mulai menciumi leher Putri sambil memainkan dua gunung Putri. Putri semakin resah karena Beni menghisapnya, Putri yang tak tahan mulai menghentikan Beni dan membuka baju suaminya.


Putri mulai menghisap kepunyaan Beni, membuat Beni tidak kuat dan mengusap rambut Putri. Beni langsung menindih badan Putri,Beni tak tahan karena selama 2 bulan kemarin Beni absen dengan kegiatan ini.


Beni mulai memasukkan kepunyaannya ke gua Putri. Desahan Putri semakin kuat, Beni kembali mencium bibir Putri supaya orang tidak mendengarnya. Beni menggoyang-goyangkan kepunyaannya sehingga mereka kini berada di titik kenikmatan. Beni dan Putri sepertinya keluar berbarengan. Karena setelah itu suara mereka tidak lagi terdengar.


Putri dan Beni tampak lelah sekali setelah melakukannya.