My Life My Adventure

My Life My Adventure
jalan jalan



Putri terbangun karena mendengar suara gemericik air di kamar mandi, ternyata Beni sudah bangun duluan tanpa membangunkan Putri.


" Mas kenapa ga bangunin Putri.." Putri mengetuk pintu kamar mandi.


" Kalo mau mandi bareng masuk aja pintunya ga dikunci.. hehehe..." .


" Idih.. " Putri kembali merebahkan badannya di kasur sambil menunggu Beni selesai mandi. Lama Putri menunggu, dya mulai bosan.


Putri berjalan ke arah balkon dan mulai merentangkan kedua tangannya, mencoba menghirup udara segar pegunungan, pemandangan sunset di seberang sana menambah keindahan alam yang Putri lihat.


Tanpa Putri sadari, Beni sudah di belakangnya dan memeluk Putri. Putri yang kaget malah melepaskan pelukan Beni dan berlalu masuk ke kamar mandi karena sudah hampir magrib.


" Nanti kita jalan-jalan ya sayang.. cari makanan takutnya kamu bosen sama makanan disini".


" Mau.. mau mas.. kita keliling deket sini aja mas.. " Putri menoleh ke arah Beni sambil tersenyum, dya masih sibuk mengeringkan rambutnya dengan hairdryer.


" Yaudah.. sholat dulu.. mas tunggu di parkiran ya.. jangan pake lama" Beni pergi keluar setelah memakai jaket dan topinya.


Beni mulai melajukan mobilnya, Putri tampak senang sekali. Beni merasa Putri sudah mulai melupakan kejadian keguguran kemarin. Beni merasa lega, berkat kado mertuanya Putri bisa tersenyum lebar kembali.


Setelah berkeliling Lembang, Beni mengajak Putri pulang karena sudah malam. Tak terasa sudah jam 11, mereka sudah berkeliling ke beberapa tempat hanya untuk mencicipi kuliner malam sesuai saran Putri. Putri telah mencari cari referensi jajanan enak disini setelah menonton yutub.


" Ga salah ya mas Putri dari dari kemarin melototin yutub terus cari kuliner enak disini.. semuanya emang enak" Putri melirik ke arah Beni, sepertinya Beni kekenyangan karena daritadi dya memegangi perut buncitnya.


" iya sayang.. mas sampe begah karena pengen nyicip semuanya.. hahaha".


Putri menarik tangan Beni karena Beni jalannya pelan sekali, mungkin karena merasa kekenyangan Beni sedikit kesusahan berjalan. Apalagi saat akan naik tangga penginapan, Beni rasanya malas sekali. Seandainya ada lift mungkin dya udah masuk ke dalamnya.


" Mas.. baru aja sampe udah buka bukaan" Putri berteriak sambil menutup matanya.


" Apaan sih Put.. mas cuma mau ngasih ruang ke perut ini biar dya ga sesak" Beni menunjuk ke arah perutnya yang besar.


" Lagian.. kalo namanya nyoba itu sedikit aja.. Mas Beni mah langsung abisin abisin aja.. hehehehe"


" Kapanlagi kita kesini Put.. " Beni mencubit pinggang Putri dan melingkarkan tangannya..


" Makasih ya mas.. Putri seneng banget hari ini.." Putri mengecup kening Beni.


Beni yang kekenyangan tidak bisa lagi menahan kantuknya, dya tidur di sofa malam ini. Putri yang melihatnya hanya tersenyum, segera Putri menyelimuti badan suaminya, sebenarnya Putri sudah mencoba membangunkannya tapi Beni tidak bisa dibangunkan.


Putri mematikan lampu kamar dan mulai menutup matanya, malam ini dya bebas dari terkaman Beni.


-------------------


Pagi hari


Putri membangunkan Beni yang masih tidur dengan nyenyak dari semalam, setelah beberapa kali mencoba akhirnya Beni mulai membuka matanya.


" Mas mau bangun kapan.. ini udah pagi.. susah banget dibanguninnya.. Semaleman tidur udah kaya beruang berhibernasi aja.. hahahah" Putri membuka gorden kamar supaya Beni mau bangun.


" Mas mau bangun asal dikasih jatah dulu.." Beni mengangguk anggukan kepalanya, sebenarnya Beni memberi tanda agar Putri memulai duluan.


" Mandi dulu bau iler.. nanti Putri ambilin dulu sarapan di bawah, biar ada tenaganya pas kita perang.. hehehe" Putri mencubit hidung Beni dan lari ke luar kamar.