My Life My Adventure

My Life My Adventure
Riska



6 bulan berlalu


"Mah.. Putri ko belum ada tanda-tanda hamil lagi ya.. " Putri menundukkan kepalanya di depan sang mamah.


" Sabar sayang.. mungkin belum waktunya.." Mamah memeluk Putri, berusaha menenangkannya. Beliau tau apa yang Putri rasakan saat ini.


" Udah lama kamu ga berkunjung ke panti.. Mamah ada jadwal kesana hari ini, kamu mau ikut sayang?".


" Boleh mah.. Putri kangen sama anak-anak disana" Putri memeluk sang mamah erat.


Putri mulai melajukan mobilnya menuju panti asuhan, setelah mereka sampai anak-anak panti yang melihatnya langsung berlari memeluk Putri dan mamahnya. Mereka sudah terbiasa.


Putri dan mamah berkeliling panti, langkah Putri terhenti ketika mendengar tangis bayi di sebuah kamar.


" Seperti ada suara bayi nangis ya mah.." Putri keheranan.


" Coba kita masuk sayang" Mamah mengajak Putri mencari dimana sumber tangis bayi tadi.


Ternyata disana ibu panti dan Sheila, salah satu pengurus panti sedang mencoba menenangkan si bayi. Tapi sepertinya usaha mereka gagal, bayi itu terus terusan menangis tanpa sebab.


Karena Putri merasa kasihan, Putri mencoba meminta ibu panti untuk membiarkannya menggendong bayi. Semuanya kaget karena si bayi langsung diam dan tampak Putri dengan tenang mendekapnya.


Tak berapa lama, si bayi tertidur lelap di tangan Putri setelah minum susu. Setelah menidurkannya di kasur, Putri mulai bertanya perihal si bayi.


" Bayi itu baru berusia 2 bulan, dya dititipkan ibunya kesini karena beliau sudah tidak punya biaya untuk mengurusnya".


" Kami memberinya nama Riska Larasati mba" ibu panti menjelaskan.


" Kalo saya mau ngurusin Riska, boleh Bu?"


" Entah kenapa dari mulai gendong dya, Putri langsung ngerasa jatuh hati sama anak ini.. " .


" Silahkan mba.. nanti ibu bantu urusin surat-suratnya dulu.. besok mba Putri boleh ambil Riska lagi kesini" .


" Terima kasih ya Bu.." Putri menjabat tangan ibu Panti, Putri nampak bahagia sekali.


--------------


Mall


" Mas.. Putri sama mamah lagi di mall, ketemu di Food court lantai atas ya sekarang.." Putri mengirimkan pesan ke Beni.


Tak lama, Beni langsung datang menemui istri dan mertuanya. Putri dan mamah hanya berniat untuk mengajak Beni ngobrol, jadi mereka hanya memesan jus saja.


" Mas.. tadi Putri dari panti asuhan.."


" Iya.. terus.." Beni mengubah posisi duduknya mendekati Putri.


" Tadi ada bayi di panti, waktu Putri gendong Gatau kenapa Putri langsung suka sama dya.. boleh ya mas kalo Putri mau ngurusin dya d rumah.." Putri mencoba meraih tangan Beni berharap Beni menyetujuinya.


" Boleh.. kenapa ngga.. sekalian bisa nemenin kamu sama mamah di rumah kan sayang" Beni menganggukkan kepalanya.


Beni izin duluan untuk meninggalkan foodcourt, karena tadi di toko sedang ramai. Takut 2 pegawainya kewalahan melayani pembeli.


" Kamu yakin sayang mau ngurus Riska? ".


" Insya Allah mah.. nanti kan ada mamah sama bi Mun yang bantuin Putri.. boleh ya mah.. ". Putri memohon pada mamahnya.


" Biar Putri ada temen juga kalo mamah lagi keluar" .


" iya boleh sayang.." mamah mengusap lembut rambut anaknya.


Putri dan mamahnya keluar dari mall, Putri langsung pulang karena ingat bi Mun sendirian di rumah. Sementara mamahnya minta di anter ke rumah bu Wita, temen arisannya. Mamah sudah janjian dengan teman-temannya akan makan siang bersama di rumah Bu Wita.


" Makasih ya sayang.. kamu hati-hati pulangnya.." mamah melambaikan tangannya ke Putri.


" Pulangnya jangan malem-malem mah.."


Putri berlalu meninggalkan mamahnya di rumah bu Wita.