
Pagi hari
Putri membuka gorden kamar supaya matahari masuk, terlihat Beni menggeliat sambil mengucek ngucek matanya sesekali tapi malah melanjutkan tidurnya. Beni terlihat kelelahan sekali.
Putri mendekati Beni dan melihat wajahnya perlahan.
" Rasanya kaya mimpi Putri bisa jadi istri kamu Ben. Rasanya baru kemarin kita ketemu.. " . Putri tersenyum, pipinya seketika menjadi merah.
Saat Putri hendak pergi, Beni malah menarik tangan Putri, Putri jatuh di pelukan Beni.
" Tamunya kapan pergi? " Beni menempelkan hidungnya ke hidung Putri.
" Nanti siang juga udah pergi.. sekarang keluar dulu kita sarapan.. kamu ga laper?" Putri mencium bibir Beni dan berlari keluar kamar.
" Jadi nanti malam bisa ya sayang" Beni berteriak senang.
Setelah mandi, Beni keluar kamar mendekati Putri yang sedang masak di dapur. Putri terlihat sedang memasak nasi goreng dan telur mata sapi.
" Wah.. kayanya enak" Beni memeluk pinggang Putri dari belakang.
" Cuma nasi goreng mas.. duduk nanti Putri siapin". Pipi Putri memerah, dya langsung melepas tangan Beni dan melanjutkan masakannya.
" Kamu ga kerja hari ini?".
" Aku ambil cuti sehari.. Hari ini kita jalan-jalan ya sayang.. kamu mau aku ajakin kemana?" Beni memegang tangan Putri.
" Kemana aja mas, asalkan sama kamu". Putri duduk di samping Beni dan mulai menyendokan nasi goreng ke piring Beni.
Selesai makan, bi Mun dengan sigap membereskan piring dan gelas yang masih di meja makan. Sementara Putri dan Beni berlalu masuk ke kamar mereka.
Mereka akan pergi nonton dan jalan-jalan ke toko Buku. Putri meminta Beni mengantarnya ke toko buku karena Putri sudah lama sekali tidak menambah koleksi novelnya.
--------------------
Toko Buku
Putri meminta izin Beni berkeliling mencari novel terbaru, sedangkan Beni tengah asyik membaca buku akuntansi. Putri nampak serius membaca beberapa novel sambil duduk, tanpa dya sadari Beni daritadi sudah duduk di sampingnya.
" Kamu serius banget bacanya.. Jadi aku gamau ganggu, kalo udah selesai kita keluar. Jadwal film di bioskop tinggal 20 menit lagi. Nanti kita kebagian duduk di belakang.." Beni berdiri meraih tangan Putri.
" Mas tunggu di depan, Putri ke kasir dulu bayar ini" Putri tersenyum sambil menunjukkan 3 novel di tangannya.
" Jangan lama-lama.." Beni berlalu meninggalkan Putri.
---------------
Bioskop
Tanpa sadar Putri tertidur di tengah pemutaran film, Beni yang melihatnya tidak tega membangunkan Putri. Beni tau Putri kelelahan, dya memeluk tubuh Putri dan membiarkan Putri tidur di pundaknya supaya lebih nyaman.
Setelah selesai, Beni membangunkan Putri dengan satu ciuman lembut. Putri masih bingung kenapa dya malah tertidur disana.
" Mas.. Mas Beni kenapa ga bangunin Putri sih.. Padahal filmnya tadi seru kayanya.." Putri masih menggosok-gosok matanya.
" Kamu nyenyak banget tidurnya.. Kamu capek banget ya" Beni memegang pipi Putri.
" Sedikit mas.. Keluar yuk orang-orang udah pada ga ada tinggal kita aja.. hehe" Putri berdiri memegangi tangan Beni berlalu keluar bioskop.
Beni mengurungkan niatnya mengajak Putri berkeliling Jakarta. Beni melihat Putri nampak kelelahan sekali hari ini, Putri banyak diam sepanjang perjalanan.
" Kita langsung pulang aja ya sayang.. sepertinya kamu butuh banyak istirahat.. aku gamau nanti kamu sakit".
" Jalan-jalannya ga jadi mas?" Putri melihat ke arah Beni.
" Besok aja ya.. aku gamau nanti gabisa lanjutin yang semalam karena kamu kecapean.. hehehe" Beni mencium tangan Putri.
" ih.. mas Beni kirain kenapa.." Putri memukul punggung Beni sambil tersenyum.
Mereka berdua pulang ke rumah, di perjalanan Beni mengajak Putri untuk mampir ke toko Bunga sebentar. Beni ingin membelikan bunga untuk Putri, entah kenapa setelah menikah Beni berubah jadi romantis, selalu ada aja kejutan yang dya berikan pada Putri.
" Aku sayang sama kamu Put.. aku mau sama kamu selamanya, menjadi ibu dari anak-anakku dan kita menua bersama" Beni berjongkok memberikan setangkai mawar untuk Putri.