My Life My Adventure

My Life My Adventure
Pekerjaan baru



Pagi-pagi sekali Beni sudah siap berangkat ke kantor ayah Putri. Pakaian rapih, membawa lamaran serta tidak lupa berdoa.


Setelah memesan ojek online, Beni segera memakai helm dan memulai perjalanannya. Sepanjang jalan Beni tak henti berdoa agar interviewnya hari ini lancar dan Beni diterima kerja di kantor ayah Putri sebagai manager pemasaran yang baru.


Sampai di kantor ayah Putri, Beni segera menghampiri meja resepsionis, dengan maksud bertemu HRD karena dya akan melakukan interview.


Beni ke ruangan HRD di antar security yang bertugas di depan.


" Duduk, silahkan perkenalkan nama anda" bu Vina membuka obrolan.


" Saya Beni Bu, ini berkas lamaran saya" jawab Beni sambil memberikan lamarannya.


" Baiklah, anda Beni Hardian lulusan terbaik dari Universitas dengan nilai yang sangat memuaskan. Sebentar saya lihat dulu berkas anda, apa anda sanggup bekerja tim di perusahaan ini" Bu Vina membuka obrolan.


" Insya Allah saya sanggup Bu, mohon bimbingannya" jawab Beni penuh semangat.


Setelah melihat berkas lamaran Beni, Bu Vina selaku HRD di kantor ayah Beni langsung menerima Beni bekerja tanpa banyak tanya. Dya melihat nilai Beni yang memuaskan, dan dya punya predikat terbaik di Universitasnya jadi apa yang harus dya ragukan lagi.


" Baiklah Beni, besok kamu bisa mulai kerja sebagai Manager pemasaran yang baru di perusahaan ini. Saya harap kamu bisa jadi pemimpin tim yang baik, jangan sampai saya dapat laporan jelek dari yang lain" Bu Vina menjabat tangan Beni.


" Terimakasih atas kesempatan yang sudah ibu berikan. Saya akan berusaha memberi yang terbaik semampu saya" jawab Beni sambil pamit keluar.


Betapa bahagianya Beni hari ini, dya diterima kerja di salah satu perusahaan ternama di Jakarta. Cita-citanya untuk kerja di kantoran akhirnya tercapai sekarang.


" Gimana Ben interviewnya? lancar kan?" terdengar suara Putri.


" Alhamdulillah lancar Put, aku diterima sebagai manager pemasaran baru. Besok pagi aku mulai kerja. Kamu dimana? aku mau traktir kamu, karena kamu aku bisa diterima kerja disini" Beni terlihat senang sekali.


" Putri di rumah Ben, Yawdah tunggu sebentar nanti Putri jemput Beni di kantor ayah ya. Beni ga ada kendaraan kan" Putri menutup telponnya.


" oiya, aku ga punya kendaraan. Besok dan seterusnya aku harus bolak balik kesini naik ojek online. Mudah-mudahan uang simpanan ku cukup sampe aku bisa cari tempat kos baru deket sini " ucap Beni sambil termenung.


Tidak lama, Putri yang mengendarai motor mendekati Beni yang sedang melamun. Beberapa kali Putri memanggil Beni tetap diam, hingga akhirnya dya tersadar.


" Put, dari kapan?" Beni kaget melihat Putri di depannya.


" Daritadi Ben, dipanggil-panggil Beni bengong aja. Beni bisa bawa motor kan? mulai besok Beni bawa motor ini ya, jadi ga usah order ojek online lagi. Biar hemat juga kan" Putri tersenyum sambil berjalan ke arah Beni.


" Tapi Put, kamu udah terlalu baik sama aku. Aku belum bisa balas semua kebaikan kamu selama ini".


" Beni apaan sih ko ngomongnya gitu, Putri ikhlas ko bantuin Beni. Kalo Beni butuh apa-apa selagi Putri bisa Putri pasti bantuin. Yu jalan.. nanti keburu sore" Putri memegang tangan Beni.


Beni mulai mengendarai motor Putri, mereka berdua jalan-jalan mengelilingi Jakarta. Namun Beni tak pernah menyadari arti kebaikan Putri selama ini. Putri yang menyukai Beni dari mulai ospek tak pernah mengungkapkan perasaannya langsung kepada Beni, dya senang bisa selalu dekat dengan Beni walaupun Beni tidak mempunyai perasaan yang sama dengannya.


"Putri seneng bisa terus deket sama kamu Ben, mudah-mudahan suatu hari nanti Beni tau apa yang Putri rasain selama ini" Putri memeluk badan Beni sambil tersenyum.