My Husband Is Psycopath

My Husband Is Psycopath
Bergerak



"01! Bagaimana keadaan disana?" tanya Kazao di earphone.


"01 menjawab, kondisi saat ini masih sama capt. Hanya saja aku curiga ada sesuatu di lorong ini." jawab pimpinan group 1.


"Apa yang membuatmu curiga?"


"Lorong ini seperti tidak ada ujungnya, setiap kami menelusuri lorong ini kami seperti berputar-putar ditempat yang sama. Sekarang kami akan mencoba untuk menelusurinya dengan memberi tanda dan memeriksanya dengan lebih teliti lagi." jelas 01.


"Bagus, periksa lebih teliti. Jangan lewatkan petunjuk sedikit pun!" perintah Kazao.


"Yes Capt!"


"04! Kalian sudah melakukan tugas yang sudah kuberikan?"


"04 menjawab, sudah Capt! Semua titik sudah kami pasang." jawab pimpinan group 4.


"Bagus, jangan melakukan apapun sebelum aku memberikan aba-aba pada kalian.


"Yes Capt!"


"03, laporkan situasi terbaru."


"03 menjawab. Jumlah penjaga diluar gedung sekitar 30 orang, mereka semua bersenjata dan sangat ketat. Setiap 2 jam sekali, penjaga akan berganti. Aku melihat mereka memasuki pintu yang berbeda dari yang sebelumnya dimasuki oleh group 1. Pintu itu adalah kamuflase dari dinding lorong, sepertinya memakai kode tertentu untuk memasukinya. Aku yakin sekali jika situasi didalam lorong yang saat ini group 01 masuki sama dengan yang aku lihat, aku sarankan cari pintu kamuflase tersebut. Karena kemungkinan tuan muda ada disalah satu ruangan yang ada didalam." jelas 03.


"Laporan diterima. 01 kau dengar apa yang dijelaskan 03?" tanya Kazao memastikan.


"Yes Capt, sepertinya kami sudah menemukan pintu tersebut. Tetapi ada kendala, disana ternyata ada penjaga."


"Jangan melakukan apapun, tunggu aku berikan aba-aba untuk mengelabuhi para penjaga tersebut, saat penjaga tersebut lengah kalian bisa menyerangnya lalu kalian periksa ruangan yang ada dibalik pintu tersebut." jawab Kazao.


"Baik kami melaksanakan perintah."


"02, sudah siap ditempat?"


"Yes Capt, sejauh ini masih aman. Tidak ada tanda-tanda musuh mendekat."


"Bagus, begitu ada salah satu dari mereka lewat langsung bunuh saja. Jika kalian melihat tuan muda atau tuan Akai dibawa oleh mereka, segera kalian bergerak!" ucap Kazao memberi komando.


"Yes Capt!"


"Naoki apa ada ancaman?" tanya Kazao kepada Naoki yang sedang memantau di layar laptop.


Perasaan semua orang seperti sedang menaiki roll coaster, tegang, khawatir, takut. Semua menyatu pada diri mereka masing-masing, karena dalam pertempuran ini mereka semua mempertaruhkan nyawa.


"Oke aku rasa semua group sudah siap diposisi masing-masing, aku akan memulai dalam hitungan mundur." Jelas Kazao mulai memberikan aba-aba.


"10.."


Keringat dingin sudah mengucur deras dari tubuh mereka, keinginan untuk menyelamatkan bos mereka atau untuk mendapatkan penghargaan karena telah menyelamatkan nyawa seorang mafia yang paling disegani membuat mereka melawan semua rasa takut yang ada.


"9..."


"8..."


"7.."


"6.."


"5.."


Hitungan Kazao sudah seperti bom yang akan siap meledak, mereka menunggu dengan khawatir dan juga tidak sabar.


"4.."


"3.."


"2.."


"1.."


"Go!!!"


Group 03 mulai menembak penjaga yang sedang berjaga diluar gedung dari tempat tersembunyi. Para penjaga yang melihat rekan-rekannya tiba-tiba tergeletak menjadi terkejut, mereka mulai menembakkan amunisi ke segala arah karena tidak tahu dimana lokasi yang menyerang mereka secara tiba-tiba.


DUAR!!!!


Bersamaan dengan adu tembak tersebut, terdengar suara ledakan disalah satu sudut gedung. Mereka yang tadinya sibuk menembakkan ke segala segera berhenti dan melihat ke arah ledakan tersebut.


"Penyusup sebagian segera periksa kesana!" ucap salah satu pimpinan mereka.


BUGH!!


Orang pertama yang sampai mendapatkan pukulan ditempurung kepalanya, tidak tinggal diam rekannya segera menembaki orang yang sudah memukul rekannya.


Grup 04, dengan sigap membalas tembakan tersebut hingga tak ada satu pun yang selamat.


"Lapor, ada penyusup disini. Kami butuh bantuan, banyak yang sudah tumbang karena serangan mendadak." ucap penjaga yang masih hidup.


"**A-0**7 berapa anggota yang tersisa disana?" tanya yang disebrang.


"Yang tersisa han- Argh!!!!" penjaga tersebut berteriak kesakitan karena secara tiba-tiba ada yang menusuknya dari belakang.


Kazao setelah memberikan aba-aba, ia pun ikut terjun langsung ke lapangan. Ia melihat seorang penjaga dibalik pohon sedang berbicara dengan seseorang dibalik sambungan earphone, tanpa menyia-nyiakan kesempatan ia langsung melempar pisaunya dan tepat mengenai penjaga tersebut.


Penjaga tersebut berteriak kesakitan dan tak lama kemudian penjaga tersebut memuntahkan banyak darah dari mulutnya. Jelas karena pisau yang dilemparkan Kazao sudah dilumuri oleh racun yang mematikan membuat siapapun yang akan terkena akan mati dalam hitungan menit.


Setelah dirasa penjaga tersebut sudah mati, Kazao mendekatinya dan mengambil earphone yang terpasang dipenjaga tersebut.


"A-07? Apa yang terjadi disana? Jawab aku!!" teriak seseorang disebrang.


"Dia tidak akan menjawab pertanyaanmu, karena dia sudah mati!" jawab Kazao di earphone.


"Damn It!!! Siapa kau?"


"Kau tidak perlu tahu siapa aku, kau tinggal menunggu saja giliranmu!"


Kazao langsung menghancurkan earphone tersebut.


DUAR!!!


Terdengar suara ledakan lagi dari gedung tersebut, Kazao langsung melanjutkan aksinya untuk memasuki gedung.


Ditempat lain group 01, begitu mendengar suara ledakan pertama para penjaga yang sedang mengobrol itu langsung pergi dari tempatnya. Group 01 pun segera mendekati dinding yang tadi para penjaga itu berkumpul, pimpinan 01 segera memeriksa dinding tersebut dan benar tebakannya. Dinding lorong tersebut hanyalah kamuflase, dinding tersebut terbuka dan menampilkan sebuah lorong lagi. Tetapi lorong tersebut terbagi menjadi beberapa arah.


"Kita berpencar!" pimpinan 01 mengomandoi.


Group 01 mulai berpencar mereka mengambil jalan yang berbeda. Pimpinan group 01 mengambil jalan lurus, ia terus jalan ke depan sambil memeriksa dinding lorong tersebut. Ketika baru beberapa melangkah ia menemukan dinding kamuflase lagi, ia pun membuka dinding tersebut dan memasukinya. Dari arah kanan ia mendengar derap langkah kaki yang sedang berlari, pimpinan 01 mulai panik karena di lorong tersebut tidak ada benda apapun untuk bersembunyi. Akhirnya ia terus berlari ke arah kiri, dan tanpa ia duga ia menemukan sebuah ruangan dengan pintu biasa. Ia pun segera memasukinya tanpa memikirkan apapun.


"A-03 jawab, kami mendengar suara ledakan apa yang terjadi diluar?" tanya salah seorang penjaga yang sedang berlari.


"Ada penyusup, kami membutuhkan bantuan!"


"Aku akan segera kesana, cegah agar tidak ada yang bisa memasuki gedung."


"Baik!"


Penjaga tersebut memasuki ruangan yang sebelumnya dimasuki oleh pimpinan 01. Ternyata ruangan itu adalah tempat penyimpanan senjata dan ruang istirahat para penjaga.


Penjaga tersebut mengambil baju Anti peluru yang tergantung, ia tidak memperhatikan ada seseorang yang berada di ruangan tersebut. Ketika ia ingin mengambil senapan barulah ia menyadarinya.


"Hei, apa yang kau lakukan disini?"


01 yang ditanyai seperti itu terkejut bukan main, bibirnya kelu untuk mengucapkan sepatah kata.


"Kenapa kau berdiam saja? Ayo ikut aku keluar penyusup sudah mulai datang!" lanjut penjaga tersebut.


"Ah, iya. Aku lupa menaruh pistol ku dimana, jadi aku sedang mencarinya." jawab 01 dengan nada yang senormal mungkin.


"Bodoh, ambil saja yang baru dilemari. Kau membuang-buang waktu saja, sini akan ku ambilkan." penjaga tersebut ingin membuka lemari besi yang berisi senjata tersebut.


"Ah, jangan. Biar aku saja kau duluan saja nanti aku menyusul." cegah 01 ketika penjaga tersebut ingin membuka pintu lemari.


"Baiklah jangan lama-lama, aku duluan!" penjaga tersebut akhirnya pergi meninggalkan 01.


01 bisa bernafas lega, pasalnya didalam lemari tersebut ada mayat penjaga lain yang baru saja ia bunuh. Ketika ia memasuki ruangan ini, ia tidak tahu kalau ada satu penjaga yang sedang beristirahat. Karena panik ia langsung menghajar penjaga tersebut dan membunuhnya, pakaian penjaga tersebut ia lepas dan dikenakan sendiri. Mayat penjaga tersebut ia masukkan ke dalam lemari yang isinya senjata, tak lupa sebelumnya ia mengambil beberapa pistol dan amunisinya serta granat kedalam saku celananya.


Sekarang dengan seragam yang sama dengan para penjaga, ia bisa bebas bergerak tanpa dicurigai oleh penjaga lain.


"Oke, demi tuan muda aku harus bergerak cepat!" ucap 01 pada diri sendiri.


🍁🍁🍁


**Hola, hola guys..... 😁


berikan dukungan kalian ya, dengan cara memberikan like, comment dan votenya. Jangan lupa bintang 5 juga :v wkwk


Terima kasih karena sudah membaca novel ini, Sean kalian sangat membantu ku loh..... 🥰🥰**