My Heart's Idol Girl

My Heart's Idol Girl
PART 9



"bwahahaha" ketawa Maureen memecah keheningan yg ada.


Aurellia mengerutkan dahinya melihat tingkah Maureen. Maureen yg melihat ekspresi Aurellia dengan cepat mengatupkan mulutnya.


"sorry sorry kelepasan" jelas Maureen


"apa yg lucu hah" tanya Aurellia dengan wajah datar nan dingin.


Maureen menelan ludahnya pasalnya dia tau bagaimana Aurellia kalau sedang kesel ya walaupun hanya bercanda tapi Maureen harus tetap menjelaskan supaya Aurellia tidak marah beneran.


"oke oke duduk dulu ya" ajak Maureen mendudukkan Aurellia dan reflek tangan Aurellia yg memegang telinga faresta tadi terlepas .


*****


"jadi dia sudah melihatku saat aku digoda oleh bapak tua Bangka dan melihat aku dengan mu" tanggap Aurellia setelah mendengar cerita dari Maureen.


saat tadi Maureen menceritakan cerita yg sebenarnya faresta dipanggil untuk meeting dengan client nya.


"jadi karena dia melihat aku bersama mu jadi dia menanyakan aku kepada mu dan merencanakan ini semua" tanggap Aurellia lagi dan mendapatkan anggukan dari Maureen.


"dan sebenernya hari itu aku ingin bertemu dengannya karena sudah hampir sebulan aku tidak menemuinya karena perkejaan ku. dia sudah sampai saat itu dan aku baru sampai dan melihat mu lebih dulu " jelas Maureen pada Aurellia dan ditanggapi dengan kepala Aurellia yg manggut-manggut.


"Maureen, ini masih seperti mimpi bagiku, tadi pagi.... aku hanya ingin mencari perkejaan dalam hitungan jam saja aku sudah menjadi istri seorang CEO perusahaan tempat ku melamar pekerjaan" jelas Aurellia pada Maureen dengan menundukkan kepalanya lemas.


" Aurell dengar kan aku, kamu harus percaya dengan ini semua dan kamu percayakan dengan semua yg kulakukan untukmu" jelas Maureen dan bertanya untuk memastikan kepercayaan Aurellia pada dirinya.


"tentu saja aku percaya dan kamu tidak pernah sekali pun berbohong padaku" jawab Aurellia dengan senyumnya


"jadi kali ini harus percaya juga , semua yg kurencanain untuk mu sudah pasti itu yg sangat terbaik" peluk Maureen dan mengelus pundak Aurellia.


"dan lagi jika dia menyakitimu aku orang pertama yg akan membunuhnya."ucap Maureen dengan nada sombong


dan mendapatkan jitakan dari faresta yg sudah berada dibelakang nya.


"ehh sejak kapan sudah kembali" tanya Maureen mengusap kepala bagian belakang nya


"baru saja dan tenang saja aku tidak akan mungkin menyakiti dia" jelas faresta dan mendaratkan pantat nya disamping Aurellia.


"aku pegang janji mu" tantang Maureen dan mendapat kan anggukan dari faresta.


"baiklah kalau begitu aku titip sahabatku padamu ini juga sudah sore aku harus ke pemotretan nanti malam" jelas Maureen dan berdiri memeluk sahabatnya dan meninggalkan Aurellia dengan faresta.


Aurellia menghela nafas panjang Daan kaget saat mendapat kan tepukan ringan dibahunya.


"jangan mengagetkan ku seperti itu kalau mau bicara ngomong saja" jelas Aurellia menurunkan tangan faresta dibahunya.


"kita juga harus pulang kerumah" jelas faresta menuju mejanya dan merapikan berkas berkas miliknya dan mengambil tasnya kemudian menghampiri Aurellia lagi.


"ayo" ajak faresta menggenggam tangan Aurellia


saat faresta hendak melangkah kan kakinya menuju pintu tangannya ditarik oleh Aurellia dan membuatnya gagal melangkah.


"ada apa" tanya faresta.


"itu aku...baju baju ku " jelas Aurellia dengan ragu ragu.


"tenanglah soal baju aku sudah menyuruh Maureen membeli baju seleramu dan soal barang barang yg ada dirumah mu Mauren sudah membawakan foto kedua orang tua mu" jelas faresta pada Aurellia dan mendapatkan anggukan kecil dari Aurellia.